Bola.com, Jakarta - Ada masalah yang lebih besar daripada sekadar posisi Real Madrid di klasemen Liga Spanyol. Permainan Los Blancos belum menunjukkan identitas sebagai tim yang mampu mengontrol pertandingan, sementara sejumlah pemain kunci justru belum tampil pada level terbaiknya. Jose Mourinho kini dituntut menemukan formula baru.
Ekspektasi terhadap Madrid memang sangat tinggi sejak awal musim. Investasi besar di bursa transfer dan kembalinya Mourinho membuat klub ibu kota Spanyol tersebut diprediksi kembali menjadi kekuatan utama Eropa. Namun, delapan pertandingan pertama justru memperlihatkan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.
Dengan dua musim terakhir berakhir tanpa trofi, waktu untuk bereksperimen memang tidak banyak. Mourinho perlu mengambil keputusan berani, termasuk mencadangkan pemain bintang dan mengubah komposisi lini tengah jika ingin mengembalikan Madrid ke jalur kemenangan.
Istirahatkan Vinicius Junior
Salah satu keputusan paling sulit yang dapat diambil Mourinho adalah mengurangi peran Vinicius Junior. Penyerang Brasil tersebut baru mencetak satu gol dalam delapan pertandingan dan belum memperlihatkan ketajaman yang membuatnya menjadi salah satu pemain penting Madrid dalam beberapa musim terakhir.
Vinicius terlihat kesulitan memaksimalkan peluang, termasuk ketika berhadapan langsung dengan penjaga gawang. Kepercayaan dirinya ketika menggiring bola melewati lawan juga belum kembali seperti sebelumnya.
Madrid sebenarnya memiliki banyak alternatif. Brahim Diaz, Yan Diomande, Carlos Espi, Endrick, dan Rodrygo dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Vinicius.
Keputusan mencadangkan sang pemain tentu berpotensi menimbulkan reaksi. Namun, Mourinho perlu mengutamakan kebutuhan tim jika ingin memberikan variasi baru di lini depan dan mengurangi ketergantungan terhadap Kylian Mbappe.
Berikan Tempat untuk Trent
Trent Alexander-Arnold seharusnya menjadi salah satu sumber kreativitas Madrid dari sisi kanan. Sayangnya, cedera dan persaingan posisi membuat kontribusinya belum maksimal sejak bergabung dengan klub.
Kehadiran Denzel Dumfries juga membuat persaingan semakin ketat. Akan tetapi, performa Dumfries belum memberikan perubahan besar bagi permainan Madrid. Situasi tersebut bisa menjadi alasan bagi Mourinho untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada Trent.
Kelebihan utama pemain Inggris itu adalah distribusi bola. Trent mampu mengirim umpan panjang dan diagonal dengan akurasi tinggi, sesuatu yang sangat dibutuhkan Madrid setelah kehilangan Toni Kroos dan Luka Modric.
Jika lini tengah kesulitan menciptakan peluang, kreativitas dari sektor belakang bisa menjadi solusi alternatif. Penampilan Trent yang cukup bagus bersama timnas selama jeda internasional juga memberikan alasan tambahan bagi Mourinho untuk memainkannya.
Eksperimen dengan Pivot Baru
Lini tengah menjadi sektor lain yang membutuhkan perubahan. Madrid belum menemukan formula ideal sejak ditinggal Kroos dan Modric, terutama dalam hal mengontrol tempo dan menciptakan peluang.
Mourinho telah mencoba beberapa kombinasi. Valverde dipasangkan dengan Bernardo Silva, kemudian dengan Tchouameni, tetapi keduanya belum memberikan keseimbangan yang diinginkan.
Oleh karena itu, Mourinho dapat mempertimbangkan duet Bernardo Silva dan Tchouameni. Valverde untuk sementara bisa mendapat waktu istirahat sekaligus memberi kesempatan kepada kombinasi baru untuk diuji.
Bernardo dapat memberikan kreativitas dan kemampuan menghubungkan lini, sedangkan Tchouameni bisa menjaga keseimbangan defensif. Formula ini setidaknya menawarkan pendekatan berbeda ketika Madrid kesulitan menguasai area tengah.
Pada akhirnya, Real Madrid tidak kekurangan pemain berkualitas. Tantangan Mourinho adalah menemukan kombinasi yang tepat dan berani meninggalkan formula yang terbukti belum efektif.
Jika tiga perubahan tersebut mampu memberikan keseimbangan baru, Los Blancos masih memiliki cukup waktu untuk mengubah musim yang mengecewakan menjadi perjalanan yang berakhir dengan trofi.
Sumber: The Real Champs