Donnarumma, Bastoni, dan Tonali Jadi Tulang Punggung Baru Timnas Italia di Era Kedua Mancini

Mancini membangun ulang Timnas Italia. Donnarumma, Bastoni, dan Tonali jadi poros, sementara Pio Esposito mencuri perhatian dengan 2 gol dan 1 assist.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 06 Oktober 2026, 17:22 WIB
Pemain Italia Pio Esposito (kedua dari kiri) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Turki di Bologna, Italia, Selasa (6/10/2026). (AP Photo/Antonio Calanni)

Bola.com, Jakarta - Roberto Mancini mulai merancang kembali kekuatan Timnas Italia dengan memadukan pengalaman para pemain senior dan energi talenta muda. Setelah melewati empat pertandingan awal pada periode keduanya, beberapa nama mulai menegaskan posisi sebagai fondasi penting Gli Azzurri.

Gianluigi Donnarumma tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai kapten. Di lini pertahanan, Alessandro Bastoni tampil sebagai figur sentral, sedangkan Sandro Tonali menjadi salah satu motor permainan Italia di sektor tengah.

Advertisement

Regenerasi juga mulai terlihat di lini depan melalui kemunculan Pio Esposito. Striker berusia 21 tahun tersebut mencatatkan dua gol dan satu assist dalam empat pertandingan terakhirnya bersama Italia.

Selain nama-nama tersebut, Mancini mulai membuka ruang bagi sejumlah pemain yang diproyeksikan menjadi bagian dari masa depan Italia. Michael Kayode, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Antonio Vergara, dan Giorgio Scalvini menjadi bagian dari gelombang regenerasi yang mulai dibangun sang pelatih.


Donnarumma, Bastoni, dan Tonali Menguatkan Poros Italia

Pemain Italia, Sandro Tonali, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia melawan Irlandia Utara di Bergamo, Italia, Jumat (27/3/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Donnarumma masih menjadi pemain dengan pengalaman paling menonjol dalam skuad Italia saat ini. Penjaga gawang berusia 27 tahun itu selalu tampil dalam empat pertandingan awal era kedua Mancini dan dipercaya mengenakan ban kapten Gli Azzurri.

Di depan Donnarumma, Bastoni menunjukkan peran pentingnya sebagai salah satu pilar pertahanan. Bek tengah tersebut tetap menjadi bagian utama proyek Mancini setelah Italia melewati periode sulit, termasuk kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026.

Bastoni bahkan langsung memberikan dampak dalam periode awal kepemimpinan Mancini. Ia mencetak dua gol dalam tiga penampilan pertamanya bersama Italia dan menjadi pemimpin lini belakang saat berduet dengan Gianluca Mancini.

Sementara itu, Tonali menjadi salah satu penggerak permainan Italia di lini tengah. Ia selalu dimainkan dalam empat pertandingan awal, dengan tiga kali tampil sebagai starter dan sekali masuk dari bangku cadangan, serta menyumbangkan satu assist.


Pio Esposito, Harapan Baru Lini Depan Azzurri

Penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Turki dalam laga keempat Grup 1 UEFA Nations League A 2026/2027 di Stadion Renato Dall'Ara, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB. (Alberto PIZZOLI / AFP)

Mancini mulai memiliki opsi menjanjikan untuk memperkuat sektor penyerangan Italia. Pio Esposito menunjukkan perkembangan positif bersama Inter Milan dan mulai mendapat peran lebih besar di lini depan Nerazzurri bersama Lautaro Martinez.

Performa tersebut kemudian berlanjut ketika Esposito mengenakan seragam Gli Azzurri. Dalam empat pertandingan terakhir bersama Italia, penyerang berusia 21 tahun itu mencatatkan dua gol dan satu assist.

"Esposito sangat haus akan gol, semangat juang, dan kesempatan bermain. Dia luar biasa, dan saya rasa dalam kurun waktu dua tahun, dia bisa dengan mudah menjadi sosok penyerang tengah yang mampu menunjang permainan tim, persis seperti yang dilakukan Christian Vieri dan Luca Toni," kata Mancini dikutip dari RAI Sport.

Di saat bersamaan, Mancini terus memperluas opsi skuad melalui kehadiran sejumlah pemain baru. Michael Kayode, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Antonio Vergara, dan Giorgio Scalvini menjadi nama-nama yang mulai memperoleh kesempatan untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola internasional.

Berita Terkait