Jamie Carragher Minta Man City Dihukum Pengurangan Poin 3-5 Tahun: Pemain Bintang Bisa Hengkang

Jamie Carragher menilai Manchester City layak mendapat pengurangan poin selama beberapa musim jika terbukti melakukan pelanggaran finansial. Ia memprediksi sejumlah pemain akan pergi.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 06 Oktober 2026, 22:30 WIB
Striker Manchester City, Sergio Aguero, setelah berhasil mengantarkan timnya juara Premier League 2012. (AFP).

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, memberikan pandangan tegas mengenai kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City. Ia menilai hukuman terhadap The Citizens seharusnya tidak hanya berlaku dalam satu musim.

Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas seluruh tuduhan terkait pelanggaran serius aturan finansial dalam periode 2009/2010 hingga 2017/2018. Klub berjulukan The Citizens itu masih mengajukan banding dan terus membantah tuduhan tersebut.

Advertisement

Jika banding City gagal, klub tersebut berpotensi menerima hukuman berat. Sejumlah klub bahkan mendesak agar The Citizens dikeluarkan dari Premier League dan gelar-gelar yang diraih selama periode pelanggaran dicabut.

Carragher menilai pengurangan poin dalam jumlah besar hanya untuk satu musim belum cukup memberikan efek jera. Menurutnya, hukuman tersebut justru memungkinkan City terdegradasi, kemudian kembali ke Premier League pada musim berikutnya.

"Jika orang-orang membicarakan hukuman 80 atau 100 poin, itu hanya berlaku selama satu musim, yang membuat Anda terdegradasi dan kemudian bisa kembali lagi," ujar Carragher.


Hukuman Harus Berlangsung Beberapa Musim

Bek Manchester United, Lisandro Martinez, membuat Erling Haaland tak berkutik saat timnya menang 2-0 atas Manchester City pada laga pekan ke-22 Premier League musim ini di Old Trafford, Sabtu (17/01/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Mantan bek Liverpool itu kemudian mengusulkan hukuman pengurangan poin diberlakukan selama beberapa tahun. Menurutnya, durasi tiga hingga lima musim akan memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap Manchester City.

"Saya pikir para pemain, beberapa di antaranya akan pergi, tetapi saya rasa ada juga yang akan mengatakan, 'Saya bisa bertahan dengan situasi itu selama setahun'," lanjut Carragher.

Namun, Carragher percaya situasinya akan berbeda jika hukuman diberlakukan dalam jangka panjang. Ia menilai durasi hukuman yang lebih lama dapat membuat para pemain bintang berpikir ulang mengenai masa depan mereka di Etihad Stadium.

"Karena ini sudah berlangsung begitu lama, saya pikir hukumannya harus diberikan selama beberapa tahun, tiga sampai lima tahun, dan kemudian para pemain akan pergi," tegasnya.


Puncak Klasemen

Penyerang Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland (nomor punggung 9), memberikan tepuk tangan kepada para penggemar usai pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Manchester City dan Coventry City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 5 September 2026. (PETER POWELL/AFP)

Saat ini, Manchester City justru tengah menikmati awal musim yang impresif. The Citizens berada di puncak klasemen Premier League 2026/2027 setelah memenangkan seluruh lima pertandingan pembuka.

Menurut Carragher, jika hukuman memang akan diberikan, waktunya harus segera ditentukan. Pasalnya, Manchester City berpeluang kembali bersaing memperebutkan gelar liga musim ini.

Carragher juga memprediksi atmosfer panas ketika City bertandang ke markas Liverpool dalam pertandingan akhir pekan ini. Laga tersebut diperkirakan menjadi salah satu pertandingan yang mendapat perhatian besar di tengah kontroversi kasus finansial The Citizens.

Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai hukuman akhir yang akan diterima City. Proses banding masih berjalan dan keputusan final terkait sanksi masih harus dinantikan.

Sumber: Tribal Football

Berita Terkait