AC Milan Dihantam Badai Cedera: Jadwal Padat Selama Oktober 2026 Bikin Rossoneri Makin Terjepit

AC Milan hadapi tujuh laga dalam 21 hari. Saelemaekers cedera, bisa absen hingga 2027. Estupinan dan Pavlovic juga menimbulkan kekhawatiran.

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 07 Oktober 2026, 13:32 WIB
Penyerang AC Milan asal Portugal bernomor punggung 9, Goncalo Ramos (tengah), merayakan gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-3 bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Manchester United dan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026. (Sergei GAPON/AFP)

Bola.com, Jakarta - AC Milan kembali dihadapkan pada masalah yang terus berulang dalam beberapa musim terakhir: badai cedera. Persoalan itu datang di saat yang tidak ideal karena Rossoneri harus menghadapi jadwal padat sepanjang Oktober 2026.

Milan dijadwalkan memainkan tujuh pertandingan hanya dalam 21 hari. Situasi tersebut menuntut kedalaman skuad yang mumpuni, tetapi sejumlah pemain penting justru mulai masuk dalam daftar kekhawatiran akibat masalah kebugaran.

Advertisement

Kabar terburuk datang dari Alexis Saelemaekers. Cedera pergelangan kaki yang dialaminya saat latihan berpotensi membuat pemain asal Belgia itu menepi hingga 2027, bahkan membuka kemungkinan operasi.

Absennya Saelemaekers membuat pilihan Milan di sejumlah posisi semakin terbatas. Rossoneri memang memiliki beberapa pemain serbabisa, tetapi kondisi Pervis Estupinan, Strahinja Pavlovic, dan sejumlah pemain lain membuat tantangan di tengah jadwal padat kian berat.


Saelemaekers Jadi Kehilangan Terbesar Milan

Pemain AC Milan, Alexis Saelemaekers (kanan), mencetak gol dalam pertandingan Serie A antara Parma dan AC Milan di Parma, Italia, Sabtu, 8 November 2025. (Massimo Paolone/LaPresse via AP)

Badai cedera bukan persoalan baru bagi Milan. Pada musim 2024-25 saja, Rossoneri tercatat mengalami 33 kasus cedera dan masalah serupa juga menghantui mereka pada musim-musim sebelumnya.

Kini, persoalan tersebut kembali muncul ketika Milan memasuki periode dengan agenda pertandingan yang sangat padat. Saelemaekers mengalami keseleo pergelangan kaki dalam latihan dan sempat diharapkan bisa kembali berlatih sebelum pertandingan melawan Sassuolo.

Namun, harapan itu pupus setelah kondisi pergelangan kakinya disebut kehilangan stabilitas. Cedera tersebut berpotensi membuat Saelemaekers absen hingga 2027 dan bahkan memunculkan kemungkinan operasi pada bagian tubuh yang pernah mengalami cedera serius dua tahun lalu.

Kehilangan Saelemaekers menjadi pukulan besar bagi Milan karena ia mampu mengisi empat peran berbeda dalam sistem permainan tim. Pemain Belgia itu juga diproyeksikan menjadi salah satu pemain inti, sehingga absennya tidak hanya mengurangi kualitas, tetapi juga fleksibilitas taktik Rossoneri.


Pilihan di Beberapa Posisi Makin Terbatas

Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, memegang bola saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan Lecce di Milan, Italia, Senin (21-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Antonio Calanni)

Milan juga dibuat waswas oleh kondisi Pervis Estupinan. Bek asal Ekuador tersebut mengalami masalah pada lutut, meski kondisinya disebut ringan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat cederanya.

Estupinan memang tidak selalu menjadi pilihan utama, tetapi kontribusinya tetap penting dengan catatan hampir 300 menit bermain sepanjang musim ini. Jika harus menepi, Milan akan kembali menghadapi persoalan kedalaman di sisi kiri pertahanan.

Strahinja Pavlovic turut menambah daftar kekhawatiran setelah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Ia berada di bangku cadangan saat Serbia menghadapi Jerman setelah sebelumnya meninggalkan pertandingan dalam kondisi terpincang-pincang, tetapi kemudian kembali bermain penuh selama 90 menit ketika Serbia menghadapi Belanda.

Situasi tersebut menjadi tantangan besar bagi Milan yang harus melewati tujuh pertandingan hanya dalam 21 hari. Di lini serang, Rossoneri masih memiliki Diego Moreira, Christian Pulisic, dan Alphadjo Cisse, tetapi Pulisic baru kembali dari cedera, sementara Cisse mengakui kondisinya belum mencapai 100 persen.

Sumber: SempreMilan

Berita Terkait