Perang Komentar Legenda MU Vs Arsenal soal Gelar Manchester City

Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, terlibat perang komentar dengan legenda Arsenal, Martin Keown, terkait polemik gelar juara Premier League Manchester City.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 Oktober 2026, 19:00 WIB
Pemain Manchester City, Kyle Walker, Kevin De Bruyne dan John Stones mengangkat trofi saat melakukan parade juara Premier League di Manchester, Senin (14/5/2018). The Citizens menjadi tim terbaik dengan raihan 100 poin. (AFP/Paul Ellis)

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, terlibat perang komentar dengan legenda Arsenal, Martin Keown, terkait polemik gelar juara Premier League Manchester City.

Sebelumnya, Keown menilai gelar Manchester City pada periode 2009 hingga 2018 seharusnya dibatalkan apabila klub tersebut akhirnya kehilangan gelar akibat kasus pelanggaran finansial.

Advertisement

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan yang diajukan Premier League. The Citizens dituduh menggunakan kesepakatan sponsor yang dianggap tidak sesuai untuk meningkatkan pendapatan hampir 900 juta poundsterling dalam periode sembilan tahun.

Manchester City membantah seluruh tuduhan tersebut dan telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.


Komentar Paul Scholes dan Martin Keown

Para pemain Manchester City mengangkat trofi juara Liga Inggris 2023/2024 usai menaklukkan West Ham United pada laga pekan ke-38 yang digelar di Etihad Stadium, Minggu (19/5/2024) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Di tengah polemik tersebut, Scholes justru memiliki pandangan berbeda. Mantan pemain Timnas Inggris itu mengaku ingin tetap mendapatkan medali juara jika gelar City nantinya dicabut.

"Saya terus mendengar mantan rekan setim mengatakan mereka ingin trofi diambil dari mereka, tetapi mereka tidak ingin medalinya. Tidak mungkin. Saya orang yang serakah, saya mau medali saya," tulis Scholes melalui media sosial.

Komentar tersebut kemudian mendapat respons dari Keown dalam sebuah program di talkSPORT.

"Berapa banyak yang dia butuhkan? Dia sudah punya sekitar selusin. Namun, saya tidak bisa memberitahunya bagaimana harus bersikap atau berpikir," ujar Keown.

Keown menilai gelar Manchester City pada periode yang bermasalah lebih baik dinyatakan void atau tidak diberikan kepada klub mana pun daripada dialihkan kepada tim lain.

"Bagi saya, gelar itu harus dinyatakan batal. Jika kita mengambil trofi City selama periode tersebut, seharusnya musim itu dinyatakan tidak memiliki pemenang," kata Keown.


Debat Berlanjut

Striker Manchester City, Sergio Aguero, setelah berhasil mengantarkan timnya juara Premier League 2012. (AFP).

Komentar tersebut rupanya membuat Scholes kembali bereaksi. Ia membalas video talkSPORT melalui Instagram dengan menyindir mantan bek Arsenal tersebut.

"Kamu bisa do one dengan omong kosong soal 'musim itu dinyatakan batal'," tulis Scholes.

Scholes juga memberikan respons kepada Simon Jordan yang sebelumnya mengkritik pernyataannya.

"Pot, Kettle, Black, Simon," tulis Scholes, menggunakan ungkapan yang berarti seseorang mengkritik orang lain atas sesuatu yang sebenarnya juga mereka lakukan.

Scholes sebenarnya sudah memiliki koleksi medali Premier League yang sangat banyak. Ia memenangkan 11 gelar Premier League sepanjang kariernya bersama Manchester United.

Gelar pertama Scholes diraih pada 1996. Sementara titel terakhirnya datang pada 2013, ketika Manchester United menjadi juara dalam musim terakhir Sir Alex Ferguson sebagai manajer.

Sumber: Express

Berita Terkait