Ruben Amorim Ungkap Pelajaran dari Manchester United yang Membantunya di AC Milan

Ruben Amorim menilai masa di Manchester United membentuk pendekatan melatihnya di AC Milan, sambil menghadapi jadwal padat dan tekanan yang mirip dengan Portuga

BolaCom | Asad ArifinDiterbitkan 08 Oktober 2026, 21:51 WIB
Pelatih AC Milan asal Portugal Ruben Amorim saat pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz di Turin pada 7 September 2026. (Isabella BONOTTO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Ruben Amorim mengakui pengalamannya bersama Manchester United memberi pelajaran penting untuk menjalankan tugas sebagai pelatih AC Milan. Tekanan besar di Old Trafford membuatnya memahami konsekuensi setiap keputusan ketika menangani klub dengan sorotan global.

Amorim menangani Manchester United sejak 11 November 2024 setelah sebelumnya membangun reputasi di Sporting. Bersama klub Portugal tersebut, ia sukses meraih dua gelar liga sebelum melanjutkan karier ke Inggris.

Advertisement

Kini, Amorim menghadapi tantangan baru di Milan dengan situasi yang menurutnya lebih dekat dengan pengalamannya di Portugal. Ia juga harus menjaga tim tetap kompetitif di tengah jadwal padat yang menghadirkan sembilan pertandingan dalam waktu kurang dari sebulan, termasuk tiga laga Liga Europa.


Pengalaman di Manchester United Jadi Bekal Ruben Amorim

Penyerang AC Milan asal Portugal bernomor punggung 9, Goncalo Ramos (tengah), merayakan gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-3 bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan persahabatan pramusim antara Manchester United dan AC Milan di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, pada 15 Agustus 2026. (Sergei GAPON/AFP)

Amorim menilai pengalamannya menangani sejumlah klub membantu dirinya menghadapi berbagai tantangan baru di Milan. Ia melihat karakter tekanan di Rossoneri memiliki kemiripan dengan yang pernah dirasakannya saat bekerja di Portugal.

"Pengalaman yang saya kumpulkan di klub-klub lain membantu kami menghadapi setiap tantangan, atau tantangan baru. Situasi di Milan lebih mirip dengan di Portugal," ucap Amorim kepada DAZN.

Perbedaan tekanan di Inggris dan Italia tetap dirasakan Amorim, terutama dari besarnya keterlibatan publik terhadap klub. Namun, atmosfer tersebut bukan hal asing baginya karena ia sudah mengalaminya ketika menjadi pelatih Sporting.

"Tekanannya berbeda, karena orang-orang di luar klub sangat bergairah dalam mendukung tim. Hal itu mirip dengan di Portugal, dan saya sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu," imbuhnya.


Manchester United Mengajarkan Besarnya Dampak Sebuah Keputusan

Pelatih kepala AC Milan, Ruben Amorim, memegang bola saat pertandingan Serie A antara AC Milan dan Lecce di Milan, Italia, Senin (21-9-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Antonio Calanni)

Manchester United memberikan pengalaman lain bagi Amorim karena statusnya sebagai salah satu klub global. Setiap keputusan yang diambil pelatih dapat mendapat perhatian luas dan membawa dampak besar terhadap klub.

"Tentu saja, situasinya agak berbeda di Inggris. Manchester United adalah klub global seperti halnya Milan, jadi setiap tindakan memiliki dampak besar; pengalaman itu membantu saya untuk bersikap sebaik mungkin di sini, di Milan," tutur Amorim.

Amorim tidak melihat pengalaman tersebut sebagai bagian yang terpisah dari perjalanan kariernya. Sebaliknya, ia meyakini seluruh pengalaman yang dilalui, termasuk periode di Manchester United, telah mempersiapkannya untuk menangani Milan.

"Dalam benak saya, segala hal yang saya alami sepanjang karier saya bertujuan untuk mencapai titik ini, di klub yang sangat istimewa ini, agar saya siap memberikan kontribusi bagi klub tersebut," kata mantan pelatih Sporting CP.

Sumber: DAZN/Football Italia

Berita Terkait