Manchester City Terancam Potong 60 Poin, Eksodus Pemain Bisa 2 Tahap

Manchester City dikabarkan terancam mendapat pengurangan 60 poin di Premier League 2027/2028.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 09 Oktober 2026, 17:15 WIB
Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan golnya ke gawang Manchester United dalam lanjutan Premier League 2026/2027 di Old Trafford, Minggu (13/9/2026) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Manchester - Manchester City dikabarkan terancam mendapat pengurangan 60 poin di Premier League 2027/2028. Meski berpeluang terhindar dari degradasi langsung ke Championship, The Citizens berpotensi kehilangan sejumlah pemain bintang, termasuk Erling Haaland dan Rayan Cherki.

Manchester City masih menanti keputusan resmi terkait sanksi atas dugaan pelanggaran finansial di Premier League. Klub yang bermarkas di Etihad Stadium itu sebelumnya dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 pelanggaran yang dituduhkan kepada mereka.

Advertisement

Beratnya sanksi yang berpotensi dijatuhkan memunculkan spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain andalan The Citizens. Erling Haaland, Rayan Cherki, hingga Jeremy Doku disebut-sebut bisa mempertimbangkan hengkang jika situasi klub semakin sulit.

Jurnalis talkSPORT, Alan Brazil, mengungkapkan bahwa Manchester City berpeluang terhindar dari degradasi ke Championship. Namun, klub asuhan Enzo Maresca itu disebut-sebut tetap akan menerima hukuman berat berupa pengurangan 60 poin.

Brazil menyampaikan informasi tersebut berdasarkan keterangan dua sumber yang diklaim mengetahui perkembangan kasus Manchester City. Menurutnya, sanksi itu berpotensi diterapkan pada musim 2027/2028.


Belum Final

Erling Haaland dari Norwegia saat sesi latihan di Cardiff, Rabu, 30 September 2026. (Nick Potts/PA via AP)

Meski demikian, Brazil menegaskan bahwa keputusan tersebut belum bisa dipastikan sebagai putusan akhir. Informasi mengenai pengurangan 60 poin itu masih berupa laporan yang beredar dan belum diumumkan secara resmi oleh otoritas Premier League.

Jika benar diterapkan, hukuman tersebut akan menjadi pukulan besar bagi Manchester City. Mereka harus memulai musim dengan defisit 60 poin dan menghadapi perjuangan berat untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Terhindar dari degradasi langsung tentu menjadi kabar positif bagi Manchester City. Bertahan di Premier League dapat membantu klub menjaga stabilitas finansial dan mempertahankan daya tarik mereka bagi pemain berkualitas.

Namun, pengurangan 60 poin akan mengubah target klub secara drastis. Alih-alih bersaing memperebutkan gelar juara, Manchester City kemungkinan harus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menghindari zona degradasi sepanjang musim 2027/2028.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi keputusan para pemain bintang. Erling Haaland dan Rayan Cherki, misalnya, bisa mempertimbangkan masa depan mereka apabila Manchester City tak lagi mampu bersaing di papan atas atau kesulitan tampil di kompetisi Eropa.

Jeremy Doku juga masuk dalam daftar pemain yang masa depannya menjadi bahan spekulasi. Meski belum ada kepastian mengenai kepergian mereka, peluang hengkang dapat meningkat jika hukuman berat benar-benar dijatuhkan.


Eksodus Pemain Bisa Terjadi dalam Dua Tahap

Potensi eksodus pemain Manchester City diperkirakan bisa berlangsung dalam dua tahap. Gelombang pertama berpeluang terjadi pada bursa transfer musim panas 2027, terutama jika sejumlah pemain tidak ingin terlibat dalam musim yang diprediksi penuh tekanan.

Sementara itu, gelombang berikutnya bisa terjadi pada 2028, bergantung pada hasil yang diraih Manchester City. Jika mereka terdegradasi ke Championship atau gagal mengamankan tiket ke kompetisi Eropa, kepergian pemain-pemain penting bisa semakin sulit dihindari.

Peluang mempertahankan skuad inti mungkin tetap terbuka apabila Manchester City berhasil lolos ke Liga Champions pada akhir musim 2026/2027. Partisipasi di kompetisi elite Eropa dapat menjadi salah satu faktor yang membantu klub meyakinkan para pemain untuk bertahan.

Selain itu, Manchester City masih berpeluang tampil di kompetisi Eropa melalui jalur lain, misalnya dengan menjuarai Liga Champions. Namun, skenario tersebut belum tentu cukup untuk mencegah para pemain mencari tantangan baru.

 

Berita Terkait