5 Pertandingan Paling Hype dalam Sejarah Premier League: MU Vs Arsenal 2003, Rivalitas yang Mengguncang Perebutan Gelar

Premier League kerap menghadirkan pertandingan besar yang menyita perhatian publik, terutama ketika dua tim elite bersaing dalam perebutan gelar.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 10 Oktober 2026, 13:15 WIB
Premier League - Ilustrasi logo Premier League. (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Premier League kerap menghadirkan pertandingan besar yang menyita perhatian publik, terutama ketika dua tim elite bersaing dalam perebutan gelar juara.

Hype menjelang pertandingan pun semakin terasa berkat rivalitas sengit, persaingan para pemain bintang, hingga narasi yang dibangun sebelum sepak mula.

Advertisement

Namun, tidak semua pertandingan yang dinanti-nantikan mampu memenuhi ekspektasi. Ada yang berakhir sebagai laga klasik, tetapi ada pula yang justru mengecewakan.

Menjelang duel Liverpool kontra Manchester City, Planet Football merangkum 10 pertandingan paling hype dalam sejarah Premier League.

Berikut lima di antaranya, diurutkan berdasarkan peringkat tertinggi.


1. Arsenal Vs Manchester United (2002-2003)

3. David Beckham (Manchester United) – Kekalahan dari Arsenal pada ajang Piala FA 2002-2003 membuat Sir Alex Ferguson mengamuk di ruang ganti. Mantan pemain Real Madrid ini menjadi korban salah sasaran dari amarah sang pelatih. (AFP/Odd Andersen)

Persaingan Arsenal dan Manchester United pada awal 2000-an menjadi salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah Premier League. Kedua tim kerap terlibat dalam persaingan gelar juara yang berlangsung ketat hingga penghujung musim.

Pertemuan di Highbury pada April 2003 menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan. Persaingan menuju gelar juara semakin memanas, sehingga hasil pertandingan tersebut berpotensi memberikan keuntungan besar bagi salah satu tim.

Laga berakhir imbang 2-2. Hasil tersebut membuat persaingan gelar juara berlanjut hingga pertandingan-pertandingan berikutnya, tanpa menghadirkan pemenang yang bisa langsung menentukan arah perebutan trofi.

Meski tidak menghasilkan akhir yang dramatis, pertandingan ini tetap menempati posisi pertama dalam daftar Planet Football berkat besarnya rivalitas kedua tim dan tingginya taruhan dalam persaingan gelar juara.


2. Liverpool Vs Newcastle United (1995-1996)

Pertandingan Liverpool kontra Newcastle United pada musim 1995/1996 menjadi salah satu laga paling ikonik dalam sejarah Premier League. Newcastle, yang ditangani Kevin Keegan, tampil menghibur dan sempat berada dalam posisi kuat untuk merebut gelar juara.

Namun, performa mereka menurun setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan antara Februari dan akhir Maret. Situasi tersebut membuat duel melawan Liverpool di Anfield semakin penting bagi Newcastle.

Pertandingan itu kemudian menghadirkan drama luar biasa dengan tujuh gol tercipta. Kedua tim saling menyerang dalam laga yang hingga kini masih kerap disebut sebagai salah satu pertandingan terbaik sepanjang sejarah Premier League.


3. Manchester City Vs Arsenal (2022-2023)

Kiper Arsenal, David Raya (kiri) berebut bola dengan pemain Manchester City, Erling Haaland pada laga lanjutan Liga Inggris 2023/2024 di Emirates Stadium, London, Inggris, 8 Oktober 2023. (AFP/Ian Kington)

Manchester City dan Arsenal terlibat dalam persaingan gelar juara Premier League yang sengit pada musim 2022/2023. Arsenal sempat unggul delapan poin di puncak klasemen setelah mengalahkan Leeds United pada awal April 2023.

Namun, keunggulan tersebut mulai tergerus setelah The Gunners kehilangan poin dalam beberapa pertandingan penting. Di sisi lain, Manchester City terus meraih kemenangan dan semakin mendekati posisi teratas.

Pertemuan kedua tim pada akhir April menjadi salah satu laga paling menentukan dalam perebutan gelar juara. Arsenal membutuhkan kemenangan untuk menjaga peluang, sedangkan City berkesempatan mengambil alih kendali persaingan.

Manchester City akhirnya menang telak 4-1. Hasil tersebut memperlihatkan dominasi tim asuhan Pep Guardiola sekaligus menjadi pukulan besar bagi ambisi Arsenal untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar Premier League.


4. Manchester United Vs Chelsea (2009-2010)

Nemanja Matic - Gelandang Manchester United ini pernah membela Chelsea pada dua periode. Ia sempat berseragam Chelsea pada 2009 sebelum dijual ke Benfica sebagai bagian dari kesepakatan perekrutan David Luiz. (Foto: AFP/Glyn Kirk)

Manchester United dan Chelsea bertemu pada April 2010 dalam pertandingan yang berpengaruh besar terhadap perebutan gelar Premier League. Chelsea datang ke Old Trafford dengan ambisi mempertahankan posisi dalam persaingan setelah sempat kehilangan sejumlah poin penting.

Pertandingan tersebut mendapat sorotan besar karena kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mengakhiri musim sebagai juara. Tekanan terhadap para pemain pun meningkat seiring semakin dekatnya kompetisi dengan garis finis.

Chelsea berhasil membawa pulang kemenangan 2-1. Joe Cole dan Didier Drogba mencetak gol bagi The Blues, sedangkan Manchester United hanya mampu membalas satu kali melalui Federico Macheda.

Kemenangan itu membantu Chelsea kembali menguasai puncak klasemen dan mempertahankan posisi tersebut hingga akhir musim. Meski tidak dianggap sebagai pertandingan klasik, duel ini memenuhi ekspektasi dari sisi pentingnya hasil terhadap perebutan gelar.


5. Manchester City Vs Manchester United (2011-2012)

Pemain Manchester United, Patrice Evra (kanan) berebut bola dengan pemain Manchester City, Micah Richards pada laga putaran ketiga Piala FA 2011/2012 yang berlangsung di Etihad Stadium, Manchester, 8 Januari 2012. Setan Merah menang dengan skor 3-2. (AFP/Andrew Yates)

Derbi Manchester pada April 2012 menjadi salah satu pertandingan paling menentukan dalam sejarah Premier League. Manchester City dan Manchester United bersaing ketat dalam perburuan gelar juara, dengan hanya tiga pertandingan tersisa setelah duel tersebut.

Manchester City sempat kehilangan momentum akibat sejumlah hasil kurang memuaskan. Namun, Manchester United juga mengalami penurunan performa sehingga persaingan kembali terbuka.

Bermain di kandang sendiri, Manchester City mengetahui kemenangan akan membuat peluang mereka merebut gelar juara semakin besar. Pertandingan berlangsung ketat dengan tensi tinggi, meski tidak menghadirkan banyak gol.

Gol sundulan Vincent Kompany menjadi penentu kemenangan 1-0 Manchester City. Hasil tersebut membuat persaingan gelar semakin menguntungkan The Citizens, yang akhirnya menjadi juara Premier League musim 2011/2012 lewat drama luar biasa pada pekan terakhir.

Sumber: Planet Football

 

Berita Terkait