5 Pemain yang Punya Teknik Terbaik dalam Sejarah Sepak Bola: Maradona dan Messi Teratas

Berikut ini lima pemain dengan kemampuan teknik paling istimewa dalam sejarah sepak bola.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 10 Oktober 2026, 09:00 WIB
Lionel Messi cs sukses membawa Tim Tango meraih gelar juara Piala Dunia 2022. Guna memeriahkan perayaan tersebut, Pemerintah Argentina sampai menetapkan hari Selasa 20 Desember 2022 sebagai hari libur nasional. (AP Photo/Martin Meissner)

Bola.com, Jakarta - Sepak bola bukan hanya tentang kecepatan, kekuatan fisik, atau kemampuan mencetak gol. Ada pula pemain-pemain istimewa yang mampu mengendalikan bola dengan sempurna, melewati lawan dengan mudah, serta membaca ruang dan situasi pertandingan dengan kecerdasan luar biasa.

Ketika membicarakan pemain dengan kemampuan teknik terbaik, yang dimaksud adalah pesepak bola dengan talenta alami dan penguasaan bola di atas rata-rata. Mereka mampu melakukan hal-hal sulit di lapangan seolah-olah semuanya terlihat sederhana.

Advertisement

Namun, pemain terbaik sepanjang masa belum tentu menjadi pesepak bola dengan kemampuan teknik paling istimewa.

Cristiano Ronaldo, misalnya, mencapai puncak kariernya melalui kombinasi berbagai keunggulan, mulai dari kekuatan fisik, kecepatan, hingga kemampuan teknik yang mumpuni.

Di sisi lain, pemain dengan teknik luar biasa memiliki ciri khas berupa kontrol bola yang sempurna, kemampuan mengolah si kulit bundar dalam ruang sempit, serta pemahaman mendalam terhadap pergerakan lawan, rekan setim, dan ruang di sekitarnya.

Sebagian pemain mampu memaksimalkan potensi besar yang mereka miliki hingga mencapai level tertinggi. Namun, ada pula yang belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi, meski tetap mampu menciptakan momen-momen magis yang sulit ditiru pesepak bola lainnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut ini lima pemain dengan kemampuan teknik paling istimewa dalam sejarah sepak bola. 


5. Ronaldinho (Brasil)

Ronaldinho - Gelandang asal Brasil ini sukses dua kali menjadi yang terbaik di dunia. Mantan bintang Barcelona itu meraihnya pada tahun 2004 dan 2005. (AFP/Lluis Gene)

Ronaldinho selalu bermain sepak bola dengan senyum lebar di wajahnya. Hal itu tidak mengherankan mengingat kemampuan tekniknya yang begitu istimewa.

Legenda asal Brasil tersebut mampu menggiring bola melewati pertahanan lawan, bahkan ketika berada dalam ruang yang sangat sempit.

Kehebatan Ronaldinho juga mendapat pengakuan dari Lionel Messi. Megabintang asal Argentina itu bahkan memasukkan Ronaldinho ke dalam daftar 11 pemain terbaik yang pernah menjadi rekan setimnya.

Pada periode 2003 hingga 2005, Ronaldinho tampil begitu fenomenal hingga dianggap sebagai pemain terbaik di planet ini. Ia mampu keluar dari situasi sesulit apa pun berkat keterampilan olah bola yang luar biasa dan penuh kreativitas.

Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika Ronaldinho mencetak gol spektakuler untuk Barcelona saat menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu. Aksi briliannya bahkan membuat pendukung Real Madrid memberikan tepuk tangan sambil berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada sang bintang.

Dengan bola di kakinya, Ronaldinho seolah mampu melakukan apa saja. Kelincahan, kreativitas, dan kemampuannya melewati lawan menjadikannya salah satu pesepak bola dengan teknik paling istimewa dalam sejarah.


4. Zinedine Zidane (Prancis)

Pemain yang dipanggil Zizou ini sudah mencuat sejak dua tahun sebelumnya dimana ia mampu mempersembahkan dua gol untuk Tim Nasional Prancis pada laga final dan berhasil menjuarai ajang Piala Dunia 1998. (Foto: AFP/Gabriel Bouys)

Zinedine Zidane memiliki kemampuan teknik yang luar biasa. Legenda sepak bola Prancis itu sangat piawai melepaskan umpan menggunakan bagian luar kaki, sebuah teknik yang membutuhkan ketepatan dan kontrol bola tingkat tinggi.

Saat menggiring bola, Zidane juga tampil begitu elegan, bebas, dan penuh kreativitas, mengingatkan pada gaya bermain Ronaldo Nazario.

Keistimewaan Zidane terletak pada caranya mengolah bola yang terlihat begitu mudah. Ia mampu bergerak meliuk-liuk dan melakukan putaran untuk melewati lawan seolah-olah tidak ada pemain yang menghalangi jalannya.

Aksi-aksi tersebut bahkan kerap diperlihatkannya di area tengah lapangan yang padat, tempat ia beroperasi sebagai gelandang.

Ada tiga momen besar yang paling melekat dalam perjalanan karier Zidane. Pertama, keberhasilannya membawa Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 1998. Dalam partai final melawan Brasil, ia mencetak dua gol melalui sundulan yang mengantarkan Les Bleus menang 3-0.

Kedua, insiden pada final Piala Dunia 2006 ketika Zidane menerima kartu merah setelah menanduk dada Marco Materazzi. Momen tersebut menjadi salah satu peristiwa paling kontroversial dalam sejarah sepak bola.

Ketiga, gol voli spektakuler yang dicetaknya untuk Real Madrid saat menghadapi Bayer Leverkusen pada final Liga Champions 2002. Gol tersebut menjadi salah satu mahakarya teknik yang paling dikenang dalam sejarah kompetisi antarklub Eropa.

Ketiga momen itu memperlihatkan kemampuan teknik Zidane yang nyaris sempurna. Namun, dari tiga peristiwa tersebut, hanya dua yang pantas menjadi kebanggaan sang legenda Prancis


3. Ronaldo Nazario (Brasil)

Ronaldo Nazario De Lima. Eks striker Brasil yang kini berusia 45 tahun dan kini menjabat sebagai presiden klub Real Valladolid ini menjadi bintang dalam putaran final Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korea Selatan. Dua golnya di laga final membawa Brasil meraih trofi Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Jerman 2-0. Total ia mengemas 8 gol dan membawanya merebut Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang turnamen. (AFP/Roberto Schmidt)

Ronaldo Nazario merupakan fenomena dalam dunia sepak bola. Ia dikenal sebagai salah satu striker terbaik abad ke-21 yang memiliki kemampuan teknik luar biasa.

Setelah bangkit dari cedera serius yang sempat mengancam kelanjutan kariernya, Ronaldo sukses menginspirasi Timnas Brasil meraih gelar juara Piala Dunia 2002.

Saat berada di lapangan, Ronaldo kerap memperlihatkan kemampuan menggiring bola yang sulit dipercaya. Gerakan kaki dan tubuhnya begitu lincah hingga membuat para pemain bertahan lawan kesulitan mengantisipasinya. Ia seolah memiliki kaki yang lentur, mampu mengubah arah pergerakan dengan cepat untuk melewati lawan.

Ronaldo memulai petualangannya di Eropa ketika masih berusia remaja bersama PSV Eindhoven. Penampilannya langsung mencuri perhatian sebelum melanjutkan karier ke Barcelona. Bersama klub asal Catalunya tersebut, Ronaldo menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang yang memadukan kecepatan, kekuatan, dan teknik olah bola kelas dunia.

Setelah meninggalkan Camp Nou, Ronaldo melanjutkan kiprahnya bersama Inter Milan dan kembali memukau pencinta sepak bola. Namun, cedera lutut serius kemudian menjadi ujian terbesar dalam perjalanan kariernya.

Real Madrid akhirnya merekrut Ronaldo. Meski harus menyesuaikan gaya bermain setelah mengalami cedera, ia tetap mampu menunjukkan ketajamannya dan tampil nyaman di tengah deretan bintang Galacticos.

Meski memiliki banyak pencapaian bersama klub, momen yang paling melekat dari perjalanan Ronaldo adalah final Piala Dunia 2002. Setelah melewati masa sulit akibat cedera, ia mencetak dua gol ke gawang Jerman untuk membawa Brasil menang 2-0 sekaligus meraih gelar juara dunia kelima sepanjang sejarah Selecao.


2. Lionel Messi (Argentina)

Lionel Messi dari Argentina merayakan usai mencetak gol ketiganya melalui titik penalti dalam pertandingan terakhirnya bersama tim nasional—sebuah laga persahabatan melawan Benin—di Buenos Aires, Argentina, Rabu, 7 Oktober 2026. (AP/Foto/Gustavo Garello)

Lionel Messi merupakan ikon global sepak bola. Setelah sekian lama mengejar satu trofi yang belum pernah diraihnya, megabintang Argentina itu akhirnya berhasil mewujudkan impiannya dengan membawa La Albiceleste menjuarai Piala Dunia 2022.

Saat itu, Messi sudah memasuki usia pertengahan 30-an dan tidak lagi mampu berlari menyisir lapangan dengan kecepatan seperti ketika masih muda. Namun, ia mampu mengimbanginya dengan memaksimalkan kemampuan teknik serta kecerdasan dalam membaca permainan.

Salah satu penampilan terbaiknya tersaji pada semifinal Piala Dunia 2022 melawan Kroasia. Messi menerima bola di sisi kanan lapangan sebelum melakukan akselerasi untuk melewati bek tangguh Josko Gvardiol.

Meski usianya tidak lagi muda, Messi mampu mengelabui Gvardiol melalui kombinasi kecepatan, kontrol bola, dan teknik menggiring yang luar biasa. Aksinya menjadi bukti bahwa keunggulan Messi bukan semata-mata terletak pada kecepatan, melainkan juga kemampuannya mengolah bola dan mengambil keputusan dalam situasi sulit.

Empat tahun kemudian, Messi kembali memperlihatkan kualitas tekniknya di Piala Dunia 2026. Ia mencetak delapan gol dan menyumbang empat assist, sekaligus tampil sebagai salah satu pemain terbaik turnamen tersebut. Argentina pun melaju hingga partai final.

Sepanjang kariernya, Messi selalu memanjakan pencinta sepak bola dengan aksi-aksi menawan saat menguasai bola. Kemampuannya mencetak gol sama istimewanya dengan kreativitas dalam menciptakan peluang bagi rekan setim.

Messi juga termasuk salah satu pemain tercepat yang mampu mencapai 50 gol di Liga Champions. Selain itu, ia berada di jajaran tiga besar pencatat assist terbanyak sepanjang sejarah kompetisi elite Eropa tersebut.

Catatan itu memperlihatkan bahwa keistimewaan Messi tidak hanya terletak pada ketajamannya di depan gawang. Kontrol bola, kemampuan melewati lawan, visi bermain, dan kreativitasnya dalam membangun serangan menjadikannya salah satu pesepak bola dengan kemampuan teknik paling istimewa sepanjang sejarah.


1. Diego Maradona

Penyerang Argentina, Diego Maradona, mengangkat trofi Piala Dunia saat usai mengalahkan Jerman Barat pada laga final Piala Dunia 1986 di Meksiko, (29/6/1986). (Photo by - / AFP)

Diego Maradona memiliki kemampuan menggiring bola yang luar biasa. Bahkan, dengan kemampuannya mengolah bola, legenda Argentina itu seolah mampu melakukan hal-hal yang sulit dibayangkan pemain lain. Kontrol bola, kelincahan, dan kemampuannya melewati lawan menjadikannya salah satu pesepak bola paling istimewa sepanjang sejarah.

Kehebatan Maradona tidak hanya terlihat saat menggiring bola. Ia juga dikenal sebagai eksekutor tendangan bebas yang sangat mematikan. Maradona mampu mengarahkan bola ke tempat yang diinginkannya dengan akurasi luar biasa, tanpa terlalu terpengaruh posisi penjaga gawang maupun pagar betis lawan.

Kombinasi keterampilan individu, kreativitas, dan visi bermain membuat Maradona dianggap sebagai salah satu pemain yang merevolusi sepak bola. Ia mampu mengubah jalannya pertandingan melalui aksi-aksi individu yang sulit dihentikan.

Pada 1987, Maradona menginspirasi Napoli meraih gelar Serie A pertama dalam sejarah klub. Pencapaian tersebut terasa semakin istimewa karena Liga Italia saat itu dianggap sebagai salah satu kompetisi terkuat di dunia.

Setahun sebelumnya, Maradona juga menjadi tokoh utama keberhasilan Argentina menjuarai Piala Dunia 1986 di Meksiko. Penampilan fenomenalnya sepanjang turnamen, termasuk ketika menghadapi Inggris di perempat final, memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

Empat tahun kemudian, Maradona kembali membawa Argentina melangkah hingga final Piala Dunia 1990 di Italia. Meski dibekap cedera, ia tetap berjuang memimpin timnya hingga partai puncak sebelum akhirnya kalah 0-1 dari Jerman Barat.

Kemampuan teknik yang luar biasa, ditambah pengaruh besarnya terhadap tim, membuat Maradona dikenang bukan hanya sebagai pemain berbakat, tetapi juga sebagai sosok yang mampu mengangkat performa sebuah tim ke level tertinggi.

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait