Whistleblower Kasus Manchester City Rui Pinto Kembali Masuk Perlindungan Saksi, Akui Terima Ancaman Pembunuhan

Rui Pinto, sosok yang berperan penting dalam terbongkarnya dugaan pelanggaran finansial Manchester City, kembali mendapatkan perlindungan saksi dari otoritas Portugal.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 10 Oktober 2026, 14:15 WIB
Pelapor asal Portugal dan pendiri "Football Leaks" Rui Pinto berpose di Paris pada 1 Februari 2024. Pelapor asal Portugal Rui Pinto, orang di balik "Football Leaks", membuka hard drive-nya kepada penyelidik Prancis dan Eropa pada tanggal 31 dan 31 Januari 2024, membocorkan peluit tentang pertandingan sepak bola Eropa lainnya yang berpotensi menimbulkan gejolak. (Thomas SAMSON/AFP)

Bola.com, Jakarta - Rui Pinto, sosok yang berperan penting dalam terbongkarnya dugaan pelanggaran finansial Manchester City, kembali mendapatkan perlindungan saksi dari otoritas Portugal. Keputusan tersebut diambil setelah perlindungannya dicabut, di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan dirinya.

Pinto dikenal sebagai pendiri situs Football Leaks yang membocorkan berbagai dokumen terkait sepak bola. Informasi yang diungkap situs tersebut turut berperan dalam proses yang berujung pada pengenaan 115 dakwaan pelanggaran aturan Premier League terhadap Manchester City.

Advertisement

The Citizens kemudian dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan. Namun, klub berjulukan The Citizens itu masih mengajukan banding atas putusan tersebut.

Di tengah perkembangan kasus Manchester City, Pinto justru menghadapi persoalan terkait keamanan dirinya. Otoritas Portugal sebelumnya mencabut perlindungan saksi yang telah diterimanya sejak 2020.

Seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (10/10/2026), keputusan itu membuat pria berusia 37 tahun tersebut khawatir. Ia bahkan sebelumnya mengungkapkan telah menerima sejumlah ancaman pembunuhan dan merasa keselamatannya terancam.

 


Perlindungan Rui Pinto Dipulihkan

Pelapor asal Portugal dan pendiri "Football Leaks", Rui Pinto (kiri), berbicara dengan pengacaranya, William Bourdon (kanan), dalam pertemuan dengan wartawan, di Paris pada 1 Februari 2024. Pelapor asal Portugal Rui Pinto, orang di balik "Football Leaks", membuka hard drive-nya kepada penyelidik Prancis dan Eropa pada tanggal 31 dan 31 Januari 2024, membocorkan peluit tentang pertandingan lain yang berpotensi bergejolak dalam sepak bola Eropa. (Thomas SAMSON/AFP)

Otoritas Portugal kini membatalkan keputusan pencabutan perlindungan Pinto untuk sementara waktu. Langkah tersebut diambil setelah Menteri Kehakiman Portugal, Rita Alarcao Judice, menilai ada persoalan dalam proses penghentian program perlindungan tersebut.

Dalam pernyataan resmi, disebutkanPinto tidak mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai alasan penghentian perlindungannya. Ia juga tidak diberi kesempatan untuk menggunakan haknya dalam mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.

Pinto kini memiliki waktu 10 hari kerja untuk meninjau kembali keputusan awal yang mencabut perlindungannya.

Menanggapi perkembangan itu melalui media sosial, Pinto menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kehakiman Portugal karena telah membatalkan keputusan yang dinilainya melanggar hukum.

“Saya menyampaikan apresiasi atas tindakan Menteri Kehakiman Portugal, Rita Alarcao Judice, yang memulihkan legalitas dengan membatalkan keputusan anggota Komisi yang bertanggung jawab atas Program Perlindungan Saksi Portugal. Mereka bertindak dengan jelas melanggar hukum dan menyalahgunakan kekuasaan,” tulis Pinto.

Ia juga menilai persoalan tersebut sangat serius karena anggota komisi yang bertanggung jawab atas program perlindungan saksi semestinya menjunjung tinggi supremasi hukum serta melindungi hak dan kebebasan warga negara.


Kondisi Rentan

Menurut Pinto, orang-orang yang masuk program perlindungan saksi berada dalam situasi rentan dan penuh ketidakpastian. Karena itu, ia menilai lembaga yang mengelola program tersebut harus menjalankan tugas secara adil dan sesuai hukum.

“Meski legalitas telah dipulihkan, tindakan anggota komisi tersebut membuat saya tidak bisa lagi menaruh kepercayaan kepada mereka ataupun merasa yakin terhadap pekerjaan mereka,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa kredibilitas dan efektivitas program perlindungan saksi sangat bergantung pada kepatuhan terhadap hukum, sikap tidak memihak, serta kepercayaan orang-orang yang mengandalkan program tersebut.

 

 


Rui Pinto Akui Terima Ancaman Pembunuhan

Sebelum perlindungannya dipulihkan, Pinto sempat meminta dukungan masyarakat untuk membantu menjamin keselamatannya. Ia bahkan berupaya menggalang dana sebesar 2,5 juta euro.

Pinto mengaku tidak memiliki pilihan selain meninggalkan tempat tinggalnya menuju lokasi yang dirahasiakan untuk waktu yang belum ditentukan. Keputusan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan sejumlah ancaman pembunuhan yang diterimanya.

“Dalam situasi seperti ini, saya tidak memiliki pilihan lain selain pindah dalam beberapa hari ke depan ke lokasi yang dirahasiakan untuk waktu yang tidak ditentukan, karena berbagai ancaman pembunuhan yang saya terima dan risiko serius adanya upaya pembunuhan terhadap diri saya,” ujar Pinto.

Meski perlindungannya kini telah dipulihkan untuk sementara, Pinto menegaskan bahwa persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai.

Sumber: Mirror

 

Berita Terkait