Bola.com, Gianyar - Bali United tampil menggila saat menjamu Persijap Jepara pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (10/10/2026), Serdadu Tridatu menang telak 6-1.
Penyerang Bali United, Jort van der Sande, menjadi bintang kemenangan dengan torehan hattrick. Ia membobol gawang Persijap pada menit ke-38, 57, dan 78. Tiga gol lainnya dicetak Remco Balk (42'), Thijmen Goppel (72'), dan Irfan Jaya (90+4').
Sementara itu, Persijap hanya mampu membalas satu gol melalui Juan Douglas pada menit ke-71. Kemenangan besar ini mengantarkan Bali United ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin.
Meski tampil meyakinkan di kandang, pelatih Bali United, Johnny Jansen, tidak ingin timnya dicap sebagai jago kandang. Ia menegaskan Serdadu Tridatu juga memiliki kemampuan untuk tampil produktif ketika bermain di markas lawan.
Jansen mengakui tiga kemenangan Bali United sejauh ini diraih di kandang sendiri. Sebaliknya, saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri, Rahmat Arjuna dan kawan-kawan justru menelan kekalahan.
“Saya tidak percaya bahwa kami hanya bisa menang di kandang dan kalah saat tandang. Saya pikir kami memiliki rekor kandang yang sangat bagus dan juga bisa mencetak gol saat bermain tandang. Kita lihat saja nanti,” kata Johnny Jansen seusai pertandingan.
Kolektivitas Jadi Kunci Kemenangan
Pelatih asal Belanda itu menilai kemenangan atas Persijap merupakan hasil dari permainan kolektif yang berjalan baik. Bali United mampu menguasai bola, merebut kembali penguasaan, dan menciptakan banyak peluang untuk menekan pertahanan lawan.
“Ini kemenangan besar. Jika melihat cara kami bermain, kami ingin terus menguasai bola, merebutnya kembali, dan berusaha melakukannya secepat mungkin,” ujar Jansen.
Ia juga mengapresiasi kerja sama antarpemain yang membuat Bali United mampu mencetak enam gol. Menurutnya, tim tampil efektif dalam membangun serangan dan memaksimalkan peluang yang tersedia.
“Kami memiliki hari yang luar biasa. Banyak peluang dan kerja sama tim yang sangat bagus. Jort mencetak gol, dan kami menjalani pertandingan yang bagus,” ucapnya.
Persijap Akui Kalah Kualitas
Di kubu lawan, pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, mengakui timnya tampil jauh dari harapan. Persijap kesulitan bangkit setelah kebobolan gol pertama dan semakin tertekan ketika Bali United menggandakan keunggulan menjelang turun minum.
Menurut Lemos, Bali United tampil lebih baik dalam menyerang maupun bertahan sehingga pantas meraih kemenangan. Ia juga menilai timnya tidak mampu menunjukkan energi dan daya juang yang dibutuhkan untuk menghadapi tuan rumah.
“Tentu saja ini hari yang buruk bagi Persijap. Saya pikir kami tidak memulai pertandingan dengan cukup baik. Setelah gol pertama, kami tidak mampu bangkit. Ketika tertinggal 0-2 pada babak pertama, kami mencoba memasukkan penyerang lain, tetapi Bali United tetap lebih baik. Mereka menyerang dan bertahan dengan sangat baik, sehingga pantas menang hari ini,” ujar Lemos.
Pelatih asal Portugal itu mengakui Persijap masih harus bekerja keras untuk bersaing dengan tim-tim yang memiliki kualitas pemain lebih baik. Ia bahkan menyebut timnya saat ini masih berjuang untuk menghindari degradasi.
“Jika kita jujur, Persijap adalah tim yang sedang berjuang untuk menghindari degradasi. Ketika menghadapi tim yang lebih baik dan memiliki kualitas seperti Bali United serta tim-tim besar lainnya, kami harus berjuang, berlari, dan bekerja keras,” katanya.