Thierry Henry Bongkar Kunci Kemenangan Legenda Arsenal atas MU Legends di Jakarta

Thierry Henry menjelaskan pentingnya menjaga penguasaan bola dan pertahanan North London Legends saat mengalahkan United Legends 3-2 dalam laga The Rivalry Returns di Jakarta.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 11 Oktober 2026, 08:45 WIB
Thierry Henry (kiri) dan Dwight Yorke (kanan) dalam Konferensi Pers The Rivalry Returns di Jakarta

Bola.com, Jakarta - Thierry Henry mengungkap taktik North London Legends saat mengalahkan United Legends dengan skor 3-2 dalam laga The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Henry menjelaskan bahwa menjaga penguasaan bola menjadi salah satu hal penting agar permainan timnya tidak kehilangan keseimbangan.

Advertisement

Menurutnya, ketika bola terlalu mudah hilang, pertandingan bisa menjadi lebih terbuka dan memberikan kesempatan kepada lawan untuk menyerang.

"Yang terpenting adalah jangan kehilangan bola. Sebab, ketika kehilangan bola, permainan mulai melebar dan menjadi terlalu terbuka," ujar Henry.

Ia juga menyoroti pentingnya memahami kemampuan masing-masing pemain, terutama ketika para mantan pesepak bola kembali berkompetisi dalam pertandingan ekshibisi.

"Kami mencoba mencari tahu siapa yang bisa berlari membuka ruang di belakang, siapa yang bisa menahan bola, dan siapa yang bisa bertahan," lanjut mantan striker Timnas Prancis tersebut.


Kondisi Fisik Jadi Pertimbangan

Para legenda Manchester United bermain dalam laga persahabatan melawan para legenda Arsenal dalam laga bertajuk The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Henry menyadari bahwa pertandingan yang mempertemukan para legenda memiliki tantangan tersendiri. Para pemain harus menyesuaikan taktik permainan dengan kondisi fisik mereka saat ini.

Ia menilai organisasi permainan menjadi penting agar tim tetap solid ketika menghadapi tekanan lawan. Menjaga jarak antarpemain dan mengantisipasi ruang kosong juga diperlukan untuk mencegah lawan mengembangkan serangan.

Henry mengakui bahwa para pemain terkadang masih tertarik untuk mengejar ruang yang terbuka, meski situasi tersebut belum tentu menguntungkan tim.

"Anda terkadang masih tertarik melihat ruang kosong dan ingin berlari ke sana. Namun, beberapa pemain sekarang tidak bisa berlari seperti dahulu, jadi Anda harus menjaga permainan tetap rapat," tuturnya.


Rivalitas Tetap Membara

Emmanuel Adebayor melakukan selebrasi setelah mencetak gol penyama kedudukan bagi North London Legends pada menit ke-10 saat menghadapi United Legends dalam laga ekshibisi Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). (KLY/Budy Santoso)

Pertandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa rivalitas antara mantan pemain Arsenal dan Manchester United belum sepenuhnya hilang. Meski berlangsung dalam suasana hiburan, keinginan untuk meraih kemenangan tetap terasa.

"Pada akhirnya, semua orang ingin menang," kata Henry.

North London Legends akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat. United Legends lebih dahulu unggul melalui Ashley Young pada menit kelima.

North London Legends membalas lewat Emmanuel Adebayor pada menit ke-10 sebelum Santi Cazorla membawa timnya berbalik unggul pada menit ke-28. United Legends menyamakan kedudukan melalui Radamel Falcao pada menit ke-64.

Gol Jermaine Pennant pada menit ke-74 kemudian memastikan kemenangan 3-2 bagi North London Legends.

Berita Terkait