Iraola Protes Kartu Merah Gravenberch Saat Liverpool Tumbang dari Man City

Andoni Iraola mempertanyakan kartu merah Ryan Gravenberch saat Liverpool kalah 0-3 dari Man City. Ia menilai kartu kuning pertama tidak tepat.

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 12 Oktober 2026, 09:31 WIB
Pelatih Liverpool Andoni Iraola berteriak kepada para pemainnya pada babak kedua laga persahabatan pramusim antara Liverpool vs Sunderland di Nashville, Tenn., Sabtu, 25 Juli 2026. (AP Photo/George Walker IV)

Bola.com, Jakarta - Andoni Iraola mempertanyakan keputusan wasit yang berujung pada kartu merah Ryan Gravenberch ketika Liverpool kalah 0-3 dari Manchester City pada lanjutan Premier League 2026/2027. Pelatih tersebut menilai kartu kuning pertama yang diterima gelandang Liverpool itu tidak layak diberikan.

Pertandingan di Anfield, Minggu (11/10/2026) malam WIB, masih berjalan tanpa gol ketika Gravenberch diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning. Kartu kedua diberikan menyusul pelanggarannya terhadap Jeremy Doku.

Advertisement

Manchester City kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengambil alih kendali pertandingan. Erling Haaland memecah kebuntuan sekitar dua setengah menit setelah Gravenberch mendapat kartu merah, lalu Doku dan Rayan Cherki menambah gol pada babak kedua.

Kekalahan tersebut membuat Liverpool gagal meraih poin di hadapan pendukungnya sendiri. The Reds tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin, sementara keputusan pengusiran Gravenberch turut menjadi bahan perdebatan.


Iraola Anggap Pelanggaran Pertama Gravenberch Bukan Kartu Kuning

Wasit Chris Kavanagh memberikan kartu merah kepada pemain Liverpool Ryan Gravenberch saat pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Liverpool, Inggris, Minggu, 11 Oktober 2026. (AP Photo/Jon Super)

Iraola menyoroti insiden yang membuat Gravenberch menerima kartu kuning pertama pada awal babak kedua. Menurutnya, kontak dengan Elliot Anderson tidak cukup serius untuk diganjar kartu, terlebih wasit tidak langsung menghentikan permainan saat insiden berlangsung.

Ia juga mempertanyakan tindakan Anderson yang tetap melanjutkan beberapa langkah sebelum terjatuh. Bagi Iraola, rangkaian kejadian tersebut menjadi alasan untuk mempertanyakan keputusan wasit dalam memberikan peringatan kepada gelandang Liverpool itu.

"Saya pikir pelanggaran pertama Ryan sama sekali bukan kartu kuning, sama sekali tidak. Dalam pertandingan seperti ini, pelanggarannya hanya berupa injakan pada ibu jari kaki atau sesuatu yang sepele," kata Iraola kepada wartawan.

"Wasit bahkan tidak langsung meniup peluit untuk pelanggaran itu. Dia membiarkan permainan berlanjut, dan saya rasa Elliot Anderson masih melangkah beberapa kali sebelum akhirnya memutuskan untuk terjatuh," lanjut Iraola.


Iraola Soroti Dampak Keputusan Wasit terhadap Liverpool

Gelandang asal Prancis milik Manchester City, Rayan Cherki (nomor punggung 10), melepaskan tembakan yang mencetak gol ketiga timnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 11 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Iraola turut mempertanyakan alasan wasit mengeluarkan kartu kuning setelah menghentikan permainan. Ia menilai posisi pemain Liverpool saat kejadian tidak menunjukkan adanya ancaman serius karena timnya masih memiliki sembilan pemain di belakang bola.

Menurut Iraola, keputusan tersebut membuat situasi menjadi lebih sulit bagi Liverpool maupun wasit sendiri. Gravenberch akhirnya harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu kuning kedua, yang kemudian dimanfaatkan Manchester City untuk mencetak tiga gol.

"Saya tidak tahu mengapa dia menunjukkan kartu kuning setelah itu, karena situasinya tidak membuat kami kehilangan keuntungan. Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola, kejadiannya berada di tengah lapangan, dan tidak ada bahaya di sana," ujar Iraola.

"Kemudian, sebagai wasit, Anda justru menempatkan diri sendiri dalam situasi sulit dan juga membuat kami berada dalam situasi sulit," tegasnya.

Sumber: Standard


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait