Erick Thohir Buka Peluang Pengurangan Poin Usai Dua Insiden Suporter

Erick Thohir ancam pengurangan poin bagi klub yang gagal menertibkan suporter setelah dua insiden kekerasan pada 11–12 Oktober 2026.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 13 Oktober 2026, 17:37 WIB
Erick Thohir memberikan keterangan pers di Kemenpora Selasa (13/10/2026) (Liputan6.com/Thomas)

Bola.com, Jakarta - Erick Thohir menegaskan akan menindak tegas klub yang tak mampu menjaga keselamatan suporter setelah dua insiden kekerasan terjadi pada akhir pekan lalu.

Satu insiden menimpa rombongan Persib Bandung U-18: bus yang mereka tumpangi diserang oleh oknum suporter Persija Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 21.30 WIB di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Advertisement

Akibat serangan itu bus mengalami kerusakan parah, sejumlah koper pemain dan ofisial dijarah, serta dua personel sempat terpisah dan mengalami kekerasan fisik. Insiden kedua terjadi pada Senin dini hari (12/10/2026) di ruas Tol Palikanci KM 199–200, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ketika bus The Jakmania yang baru pulang usai mendukung Persija di Bantul dilempari; beberapa orang terluka termasuk suporter perempuan.

"PSSI meminta liga dan klub bertanggung jawab atas penyelenggaraan pertandingan, termasuk terkait keselamatan suporter. Ini penting karena PSSI bersama seluruh keluarga sepak bola sudah memiliki komitmen kepada FIFA untuk memastikan setiap suporter dapat kembali ke rumah dengan selamat," papar Erick Thohir dalam jumpa pers di Kemenpora, Selasa (13/10/2026). "Itulah kesepakatannya. Kami memang sudah mulai membuka kembali kesempatan bagi suporter tandang atau away, tetapi dengan catatan bahwa klub dan liga harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Sejumlah pertandingan sudah mulai memperbolehkan suporter tuan rumah dan tandang hadir bersamaan, selama klub-klub yang terlibat memiliki kesepakatan."


Erick Thohir Kecam Aksi Suporter

Erick Thohir memberikan keterangan pers di Kemenpora Selasa (13/10/2026) (Liputan6.com/Thomas)

Erick Thohir menyesalkan aksi oknum suporter yang sudah dianggap sebagai tindakan kriminal.

"Namun, ketika terjadi penyerangan, kita harus melihat persoalannya secara berbeda. Kalau ada oknum suporter yang menyerang bus, mengambil barang, membakar, menghancurkan, bahkan menggunakan benda tumpul untuk melakukan kekerasan, menurut saya itu sudah mengarah pada tindakan kriminal. Begitu pula ketika ada oknum suporter yang kemudian melakukan aksi balasan. Itu juga harus menjadi perhatian," sambung Erick Thohir.

Ia menegaskan bahwa perilaku semacam itu tidak bisa dianggap sebagai bagian wajar dari dukungan suporter dan harus mendapat penanganan serius dari pihak terkait.


Ancaman Hukuman Berat

PSSI akan terus memantau keputusan I.League soal kasus penyerangan suporter ini dan membuka peluang sanksi berat terhadap klub yang tidak mampu mengatur suporternya, termasuk opsi pengurangan poin.

"Saya akan memberikan kesempatan kepada liga dan klub untuk mencapai kesepakatan dalam satu minggu ke depan. Kalau tidak ada kesepakatan dan mereka tidak bisa memastikan keselamatan suporter, PSSI akan mengambil tindakan. Bukan tidak mungkin kami kembali melarang suporter tandang. Saya juga akan mendorong agar klub yang tidak mampu menjaga suporternya dikenai sanksi pengurangan poin," pungkas Erick Thohir.

Ancaman tersebut disertai tenggat waktu satu minggu bagi liga dan klub untuk menyusun langkah konkret demi menjamin keselamatan penonton di ajang kompetisi.

Berita Terkait