Bola.com, Jakarta - Kepala Administrasi Tenaga Kerja Militer Korea Selatan, Hong So-young, menyampaikan penyesalan atas sikap sejumlah pemain sepak bola yang memamerkan kebebasan dari wajib militer setelah meraih medali emas Asian Games 2026.
Pernyataan Hong disampaikan dalam audit parlemen pada Senin.
Sejumlah pemain peraih emas menjadi sorotan setelah mengungkapkan kebanggaan atas status bebas wajib militer melalui wawancara media dan unggahan di media sosial.
Sikap mereka memicu reaksi keras masyarakat sekaligus kembali mendorong tuntutan untuk mengubah kebijakan tersebut.
"Saya sangat menyesalkan situasi yang tidak menguntungkan ini," kata Hong, dikutip dari Yonhap.
Awal Mula Kecaman
Ia juga mengaku memahami kekecewaan para pemuda yang sedang menjalani tugas militer serta desakan masyarakat agar kebijakan itu diperbaiki.
Kontroversi muncul setelah Timnas Korea Selatan U-23 meraih emas sepak bola putra Asian Games 2026 pada 3 Oktober.
Satu di antara pemainnya, Yang Min-hyeok, mengatakan kepada media dirinya bermain dalam pertandingan itu demi mendapatkan pembebasan wajib militer, bukan untuk meraih medali atau trofi.
Pemain lainnya, Park Seung-soo, mengunggah foto dirinya mengenakan topi yang lazim dipakai pria Korea Selatan setelah menyelesaikan masa wajib militer.
Sontak, aksi kedua pemain itu menuai kecaman luas.
Rencana Perubahan
Di Korea Selatan, seluruh pria yang memenuhi syarat fisik diwajibkan menjalani dinas militer selama 18 hingga 21 bulan.
Namun, atlet dan seniman berprestasi tinggi bisa memenuhi kewajiban melalui program pengabdian masyarakat alternatif selama 34 bulan sehingga tidak perlu menjalani dinas militer aktif.
Hong mengatakan pemerintah sedang menyusun rencana pembenahan program tersebut.
Sejumlah langkah yang dipertimbangkan mencakup peningkatan standar kelayakan penerima manfaat serta pengurangan jumlah kompetisi yang dapat menjadi dasar pemberian pembebasan dari dinas militer aktif.
Tunggu Peninjauan Akhir
Menurut Hong, Administrasi Tenaga Kerja Militer telah mencapai kesepahaman dengan Kementerian Kebudayaan terkait rencana perubahan itu. Meski demikian, rancangan kebijakan masih menunggu peninjauan akhir.
"Kami akan bertanggung jawab untuk memastikan rencana reformasi yang masuk akal dapat ditetapkan tahun depan," ujar Hong.
Di tengah meningkatnya kemarahan publik, Kementerian Pertahanan Korea Selatan pekan lalu menyatakan sedang mempertimbangkan pengurangan cakupan atau penghapusan program pembebasan wajib militer bagi atlet dan seniman.
Perincian perubahan kebijakan tersebut rencananya akan dimasukkan ke rencana reformasi pertahanan yang akan datang.
Sumber: Yonhap