Gullit Minta Manchester United Bersabar dengan Michael Carrick, Soroti Kualitas Tim

Ruud Gullit meminta Manchester United bersabar dengan Michael Carrick, menyorot masalah kualitas skuad usai kekalahan 0-2 dari Atletico di Liga Champions.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 15 Oktober 2026, 19:14 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Belanda Ruud Gullit meminta Manchester United menunjukkan kesabaran terhadap pelatih interim Michael Carrick di tengah naiknya tekanan publik dan hasil negatif. Permintaan itu datang setelah performa Setan Merah yang menurun belakangan ini.

Manchester United baru saja kalah 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions, hasil yang memperpanjang tren tanpa kemenangan menjadi lima pertandingan. Situasi di Old Trafford kian memanas setelah bek Lisandro Martinez melontarkan kritik terhadap pengelolaan klub seusai kekalahan itu. "Hal terpenting yang bisa ditunjukkan Manchester United musim ini adalah kesabaran. Ini fakta sederhana. Mereka tidak lagi memiliki pemain-pemain terbaik di Premier League," kata Gullit, seperti dikutip dari Tribal Football.

Advertisement

Gullit menilai proses membangun kembali kekuatan Manchester United bukan hal yang instan, karena beberapa pemain kunci pilihan untuk membentuk tim juara kini berada di klub rival. Ia menekankan bahwa waktu dan perbaikan struktur skuad diperlukan sebelum klub bisa kembali ke level tertinggi.


Manchester United Sulit Gaet Pemain Top

Gullit menyoroti bahwa Manchester United kehilangan momentum dalam perburuan pemain elite sekitar lima sampai enam tahun terakhir. Akibatnya, Setan Merah kini harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan dari klub-klub saingan.

"Para pemain terbaik bergabung dengan Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. Manchester United telah kehilangan momentum, dan mereka membutuhkan waktu untuk membenahi diri agar bisa kembali ke level yang memungkinkan mereka bersaing memperebutkan gelar Premier League," ujar Gullit.

Menurutnya, persaingan di Liga Inggris semakin ketat karena banyak klub yang kini memiliki kualitas skuad lebih baik, sehingga perubahan manajerial saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan instan bagi Manchester United.


Carrick Dituntut Segera Bangkitkan Manchester United

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan isyarat dari pinggir lapangan saat pertandingan Liga Champions UEFA (League Phase, pekan kedua) antara Club Atletico de Madrid dan Manchester United di Stadion Metropolitano, Madrid, pada 14 Oktober 2026. (Oscar DEL POZO/AFP)

Meski meminta kesabaran, Gullit memahami bahwa Michael Carrick menghadapi tuntutan besar untuk segera memperbaiki performa tim. Rentetan hasil buruk berisiko memicu ketegangan di ruang ganti dan mengikis kepercayaan suporter terhadap tim.

Carrick sebelumnya berhasil membawa Manchester United kembali ke Liga Champions pada musim lalu, pencapaian yang menjadi salah satu alasan Gullit menilai sang pelatih layak mendapat kesempatan melanjutkan pekerjaannya. Namun tekanan kini meningkat seiring menurunnya hasil pertandingan.

Tantangan yang dihadapi Carrick mencakup mengembalikan konsistensi permainan, memperbaiki koordinasi antarpemain, dan meningkatkan kemampuan mengendalikan jalannya pertandingan saat melawan lawan-lawan tangguh. Hasil positif menjadi modal penting untuk meredam tekanan dan mempertahankan kepercayaan manajemen serta pendukung.


Ujian Berikutnya Menanti Setan Merah

Manchester United dijadwalkan menghadapi Leeds United di kompetisi Liga Inggris sebagai laga domestik yang menjadi ujian awal bagi Carrick. Pertandingan itu datang sebelum mereka melanjutkan perjuangan di Liga Champions melawan Como.

Dua laga beruntun tersebut disebut sebagai kesempatan penting untuk menghentikan tren negatif dan mulai mengembalikan kepercayaan diri tim. Hasil yang lebih baik di pertandingan tersebut dipandang krusial bagi stabilitas skuad.

Bagi Carrick, pertandingan melawan Leeds dan kemudian Como menjadi ujian langsung untuk membuktikan bahwa ia mampu membawa Manchester United keluar dari periode sulit dan menjaga dukungan dari manajemen serta suporter.

Berita Terkait