Juventus Dibantai Lazio, Luciano Spalletti Mulai Ragu dengan Pemainnya

Juventus dihajar Lazio, Luciano Spalletti ragu pemain masih mengikuti arahannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bek Lazio asal Denmark, Oliver Provstgaard (nomor punggung 25, kedua dari kiri), mencetak gol pertama bagi timnya dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Allianz Stadium, Turin, pada 19 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mulai meragukan dukungan para pemainnya setelah timnya menelan kekalahan telak 0-3 dari Lazio di Allianz Stadium, Turin, Senin (19-10-2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua Juventus pada musim 2026-2027.

Advertisement

Performa buruk itu membuat tekanan terhadap Spalletti meningkat, mengingat timnya juga sempat mendapat sorotan setelah takluk dari Sassuolo bulan lalu.Saat itu, Juventus dinilai kehilangan keseimbangan permainan.

Kini, kekalahan dari Lazio kembali memunculkan kritik terhadap performa Bianconeri, sekaligus memperbesar tekanan terhadap sang pelatih.

Spalletti tidak mendampingi tim dari pinggir lapangan saat menghadapi Lazio karena harus menjalani hukuman setelah menerima kartu merah pada pertandingan melawan Cagliari, pekan sebelumnya.

 

Cari tahu update klasemen Liga Italia 2026/2027 di sini.


Pernyataan Penuh Tanda Tanya

Penyerang Juventus asal Argentina, Nico Gonzalez (nomor punggung 31), bereaksi saat para pemain Lazio merayakan gol pertama tim mereka dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Allianz Stadium, Turin, pada 19 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Dalam wawancara seusai pertandingan, Spalletti melontarkan pernyataan yang memunculkan tanda tanya mengenai hubungannya dengan para pemain.

Ia bahkan mengaku tidak lagi yakin apakah skuad Juventus masih mengikuti arahannya.

"Jika performa kami terus menurun, bukannya membaik, saya harus mengevaluasi banyak hal secara mendalam, terutama diri saya sendiri. Apakah para pemain masih mengikuti arahan saya? Sampai kemarin, saya yakin jawabannya 'ya'. Namun, setelah pertandingan hari ini, saya tidak lagi yakin," ujar Spalletti, dikutip dari Black and White and Read All Over.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan mereka dan selalu ingin berbagi. Memang begitulah diri saya," lanjutnya.

Bukan hanya soal hubungannya dengan skuad, Spalletti juga mengkritik keras penampilan Juventus saat menghadapi Lazio. Ia menilai timnya kehilangan gagasan untuk membangun permainan dan gagal mengimbangi lawan.

"Kami kehabisan ide," kata Spalletti.


Sikap Pemain Jadi Sorotan

Para pemain Juventus bereaksi setelah kalah dalam pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Allianz Stadium, Turin, pada 19 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Ia juga mengakui Juventus kalah kelas dari Lazio dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, Bianconeri tidak mampu mengendalikan jalannya laga maupun menentukan arah permainan.

Spalletti turut menyoroti sikap para pemain ketika menghadapi tekanan.

Ia menilai Juventus terlalu lambat dalam berpikir dan bergerak, rapuh saat berduel, serta tidak menunjukkan reaksi yang memadai ketika situasi pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.

"Jika terlalu lambat bereaksi, tidak menunjukkan hati dan tempo permainan, taktik maupun sistem menjadi tidak relevan," tegasnya.

Pelatih kawakan di Italia itu juga menyinggung minimnya kerja keras dan keinginan untuk berjuang, terutama ketika para pemain mulai kehilangan kepercayaan diri di lapangan.

"Kami rapuh dalam duel dan reaksi. Ada banyak sikap pemain yang tidak saya sukai," ujar Spalletti.


Penjelasan Bremer

Bek Juventus asal Brazil #0,3 Bremer (Kiri), berebut bola dengan penyerang asal Belanda #14, Tijjani Noslin, dari Lazio selama pertandingan Serie A Italia antara Juventus dan Lazio di Stadion Allianz, di Turin pada 19 Oktober 2026. (Marco Bertorello/AFP)

Sorotan terhadap Juventus juga datang dari kapten pengganti, Gleison Bremer.

Bek asal Brasil itu mengakui arahan pelatih harus diterjemahkan oleh para pemain di lapangan, tetapi ia menegaskan tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepadanya seorang diri.

"Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi setiap pemain punya karakter masing-masing. Kami bisa mendorong mereka sampai batas tertentu, tetapi itu saja. Ada pemain yang memiliki karakter lebih kuat dibandingkan yang lain," kata Bremer.

Bremer menyinggung reaksi sejumlah pemain ketika mendapat siulan dari suporter di Allianz Stadium. Menurutnya, sebagian pemain justru memilih bersembunyi dan terlihat ketakutan saat menerima kritik.

Ia mengingatkan Juventus kini memiliki banyak pemain baru dan pemain muda. Situasi tersebut, menurut Bremer, berbeda dibandingkan dengan skuad Juventus beberapa tahun lalu.


Lakukan Introspeksi

Reaksi pelatih Juventus Luciano Spalletti saat pertandingan sepak bola Serie A antara Cagliari dan Juventus, di Cagliari, Italia, Senin (12-10-2026) dini hari WIB. (Gianluca Zuddas/LaPresse via AP)

Spalletti kemudian diminta menanggapi pernyataan Bremer saat diwawancarai Sky Italia.

Ia menilai sang bek memang perlu menyampaikan pandangannya, tetapi evaluasi tidak boleh berhenti pada individu tertentu.

"Dia harus menjawab, dan bagus jika dia melakukan evaluasi. Namun, dia juga terlibat dalam pertandingan malam ini, sama seperti saya. Kami perlu membicarakan diri sendiri sebelum membahas tim, bukan hanya secara individu," ujar Spalletti.

Spalletti menegaskan dirinya juga harus melakukan introspeksi untuk menemukan jawaban atas masalah yang dihadapi Juventus.

 

Sumber: Black and White and Read All Over

Berita Terkait