Hubungan Berliku Manchester United dengan Pemain Argentina

Usai kalah 0-2 dari Atletico di Matchday 2 UCL 2026/2027, Lisandro Martinez mengkritik manajemen Manchester United.

BolaCom | Harley IkhsanDiterbitkan 21 Oktober 2026, 00:06 WIB
Lisandro Martinez dari Manchester United bereaksi setelah menerima kartu merah selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Leeds di Manchester, Inggris, Selasa (14-4-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Bola.com, Jakarta - Lisandro Martinez mengguncang Manchester United lewat kritik terbuka kepada manajemen klub. Sorotan itu mencuat setelah Setan Merah takluk 0-2 dari Atletico Madrid.

Kekalahan tersebut terjadi pada Matchday 2 Liga Champions 2026/2027 pekan lalu. Di momen itu, Martinez menilai pimpinan Manchester United pasif di bursa transfer dan gagal mendatangkan amunisi anyar sesuai kebutuhan.

Advertisement

Bek asal Argentina tersebut kemudian meminta maaf atas ucapannya. Manchester United juga bertindak dengan menjatuhkan sanksi pemotongan gaji. Persoalan ini dianggap selesai di internal klub.

Pada pertandingan berikutnya melawan Leeds United, manajer Michael Carrick menurunkan Martinez sejak menit pertama. Meski begitu, aksinya sudah memicu spekulasi liar soal masa depannya. Episode ini kembali menyorot hubungan berliku Manchester United dengan pemain dari Negeri Tango.


Heinze dan Tevez Membangkang

Carlos Tevez - Peran penyerang asal Argentina ini sangat besar saat membawa Manchester United meraih gelar Liga Champions 2008/09. Selama di Old Trafford Tevez memenangi dua Liga Inggris, satu Piala Liga, Piala Dunia Klub dan Liga Champions. (AFP/Paul Ellis)

Sebelum Martinez, ada tujuh pemain Argentina yang membela Manchester United. Seluruhnya meninggalkan Old Trafford dengan rasa getir, menegaskan pola relasi yang tak mulus.

Pertanda awal terlihat dari rekrutan perdana Juan Sebastian Veron. Didatangkan dari Lazio pada 2001 dengan memecahkan rekor transfer Inggris saat itu, ia diharapkan menambah kualitas lini tengah yang sudah dihuni Roy Keane, Paul Scholes, dan Nicky Butt.

Ekspektasi itu tidak terwujud. Dua tahun berselang, Veron dilepas ke Chelsea. Isyarat kian kuat lewat dua nama berikutnya: Gabriel Heinze dan Carlos Tevez. Heinze terang-terangan ingin hengkang ke musuh bebuyutan Liverpool, sementara Tevez menolak kontrak permanen selepas masa pinjam dari West Ham United. Akhirnya, Heinze dijual ke Real Madrid dan Tevez menyeberang ke Manchester City.


Perpisahan Pahit Di Maria dan Garnacho

Angel Di Maria didatangkan ke Old Trafford dengan memecahkan rekor transfer Liga Inggris yaitu 67,5 juta euro. Ia menjadi harapan besar fans MU dengan dipercaya memakai nomor punggung tujuh. Sayangnya, Di Maria tak mampu menyesuaikan diri dengan kerasnya sepak bola Liga Inggris. (AFP/Paul Ellis)

Angel Di Maria dan Marcos Rojo datang pada musim panas 2014. Di Maria urung memenuhi ekspektasi dan berseteru dengan manajer saat itu, Louis van Gaal, sebelum dilepas ke Paris Saint-Germain setahun kemudian. Sementara Rojo menghabiskan tujuh musim di Manchester United, namun gagal menahbiskan status di tim utama.

Setali tiga uang, Sergio Romero juga urung meyakinkan karena mayoritas waktunya dihabiskan sebagai pelapis David de Gea. Perannya terbatas membuat kontribusinya tak banyak mencuri tempat.

Dampak buruk pemain Argentina di Manchester United terbaru melibatkan Alejandro Garnacho. Besar di akademi klub, ia mencuat sebagai calon bintang masa depan dalam periode 2022-2025. Namun, penampilan yang inkonsisten dan faktor kepribadian membuatnya didepak dari skuad, lalu dijual ke Chelsea tahun lalu.

Berita Terkait