Bola.com, Liverpool - Gelandang Liverpool, Alexis Mac Allister, memuji dampak positif yang dibawa Andoni Iraola sejak menangani The Reds. Menurutnya, pelatih baru tersebut berhasil mengubah suasana di dalam tim setelah Liverpool melewati musim yang sulit bersama Arne Slot.
Iraola ditunjuk sebagai pengganti Slot pada Juni 2026. Slot sebelumnya sukses mengantarkan Liverpool menjuarai Premier League pada musim debutnya, 2024/2025. Namun, performa tim mengalami penurunan pada musim berikutnya.
Di bawah asuhan Iraola, Liverpool mulai menunjukkan perkembangan. Dari 11 pertandingan yang telah dijalani, pelatih tersebut mencatatkan tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kemenangan terbaru diraih Liverpool di Liga Champions. Mereka bangkit untuk menaklukkan Villarreal dengan skor 4-3. Mac Allister menjadi salah satu pemain kunci setelah mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut.
Dampak Perubahan
Mac Allister menjadi salah satu pemain penting Liverpool di bawah Iraola. Ia telah mencatatkan 742 menit bermain, terbanyak keenam di antara pemain The Reds sejak pelatih tersebut mengambil alih tim.
Mac Allister merasakan langsung dampak perubahan tersebut. Setelah Liverpool menang dramatis 4-3 atas Villarreal di Liga Champions, Selasa (20/10/2026), ia mengakui bahwa musim sebelumnya menjadi periode yang berat bagi seluruh pemain.
“Musim lalu sangat sulit bagi kami semua. Saya jelas tidak berada di level terbaik. Saya orang pertama yang mengakuinya dan tidak masalah bagi saya,” kata Mac Allister.
“ Ada sesuatu yang tidak beres di dalam tim. Manajer ini telah mengubahnya, dan itu sangat penting,” lanjutnya.
Perubahan Taktik Liverpool
Selain suasana tim, Mac Allister juga menjelaskan perubahan pendekatan taktik yang diterapkan Iraola. Liverpool kini lebih banyak menggunakan sistem penjagaan satu lawan satu atau man-to-man marking, berbeda dari pendekatan zonal yang lebih sering digunakan pada era Slot.
“Sekarang, kami lebih banyak bermain man-to-man. Kami mungkin tidak perlu terlalu banyak berkomunikasi karena harus mengikuti lawan,” ujar Mac Allister.
Menurutnya, kedua pendekatan memiliki kelebihan masing-masing. Sistem zonal tetap bisa berjalan efektif, seperti yang diterapkannya bersama Timnas Argentina. Namun, di Liverpool, para pemain kini dituntut mengambil tanggung jawab lebih besar dalam duel individual.
“Sekarang lebih mudah karena kami tidak perlu terlalu banyak berpikir, tetapi mungkin harus lebih banyak berlari. Memang seperti itulah perkembangan sepak bola,” tuturnya.
Sumber: This Is Anfield