Bola.com, Jakarta - Ballon d'Or merupakan salah satu penghargaan individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola. Sejak pertama kali diberikan pada 1956, penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas pencapaian luar biasa seorang pemain dalam satu tahun atau musim kompetisi.
Namun, tidak semua pemain hebat berhasil membawa pulang trofi tersebut. Sejumlah legenda sepak bola justru mengakhiri karier tanpa pernah meraih Ballon d'Or, meski telah memenangkan berbagai gelar bergengsi bersama klub maupun tim nasional.
Thierry Henry, Andres Iniesta, hingga Luis Suarez termasuk di antara nama besar yang gagal meraih penghargaan tersebut. Berikut tujuh pemain hebat yang tidak pernah memenangkan Ballon d'Or.
Ferenc Puskas
Ferenc Puskas merupakan salah satu penyerang paling legendaris dalam sejarah sepak bola. Bintang asal Hungaria itu menjadi bagian penting dari Golden Team yang mendominasi sepak bola internasional pada era 1950-an.
Setelah pindah ke Real Madrid pada 1958, Puskas terus menunjukkan ketajamannya. Ia mencetak 242 gol dalam 262 pertandingan bersama Los Blancos, sekaligus membantu klub meraih lima gelar La Liga dan tiga trofi Piala Eropa.
Meski memiliki catatan luar biasa, Puskas tidak pernah memenangkan Ballon d'Or. Pencapaian terbaiknya adalah finis sebagai runner-up pada 1960.
Thierry Henry
Thierry Henry dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah Premier League. Bersama Arsenal, pemain asal Prancis itu menjadi mesin gol sekaligus sosok penting di balik keberhasilan tim meraih gelar Premier League tanpa terkalahkan pada musim 2003/2004.
Henry juga membawa Arsenal mencapai final Liga Champions 2006. Di level internasional, ia turut membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.
Namun, berbagai prestasi tersebut belum cukup untuk membawanya meraih Ballon d'Or. Henry finis di posisi kedua pada 2003 dan ketiga pada 2006. Pada tahun-tahun tersebut, persaingan dengan para pemain elite Eropa membuatnya harus puas tanpa penghargaan individu paling bergengsi itu.
Andres Iniesta
Andres Iniesta merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Barcelona dan Timnas Spanyol. Selama bertahun-tahun, ia menjadi bagian penting dari permainan kolektif Blaugrana yang mendominasi Eropa.
Bersama Barcelona, Iniesta meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Liga Champions. Ia juga memainkan peran krusial ketika Spanyol menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012.
Momen paling ikoniknya terjadi pada final Piala Dunia 2010. Iniesta mencetak gol kemenangan ke gawang Belanda yang mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.
Meski demikian, Iniesta tidak pernah memenangkan Ballon d'Or. Pencapaian terbaiknya adalah posisi kedua pada 2010 dan posisi ketiga pada 2012, ketika penghargaan tersebut sangat didominasi Lionel Messi.
Luis Suarez
Luis Suarez merupakan salah satu penyerang paling produktif pada generasinya. Ia pernah meraih penghargaan pencetak gol terbanyak di Belanda, Inggris, dan Spanyol.
Ketika memperkuat Liverpool, Suarez hampir membawa The Reds menjuarai Premier League pada musim 2013/2014. Ia mencetak 31 gol dalam kompetisi tersebut dan meraih penghargaan PFA Players' Player of the Year.
Setelah pindah ke Barcelona, Suarez kembali menunjukkan ketajamannya. Ia menjadi bagian dari trio lini depan bersama Lionel Messi dan Neymar yang membantu klub meraih treble pada musim 2014/2015.
Ironisnya, Suarez tidak pernah finis di tiga besar pemungutan suara Ballon d'Or. Padahal, ia mencetak lebih dari 500 gol di level klub sepanjang kariernya dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Uruguay.
Paolo Maldini
Paolo Maldini merupakan salah satu bek terbaik sepanjang sejarah sepak bola. Seluruh karier profesionalnya dihabiskan bersama AC Milan, klub yang dibelanya selama lebih dari dua dekade.
Maldini menjadi simbol konsistensi dan kepemimpinan di lini pertahanan. Ia membantu Milan meraih berbagai gelar, termasuk lima trofi Liga Champions sepanjang kariernya.
Namun, sebagai pemain bertahan, Maldini menghadapi tantangan tersendiri dalam persaingan Ballon d'Or yang kerap didominasi pemain ofensif.
Pencapaian terbaiknya adalah finis di posisi ketiga pada 2003, setelah membawa Milan menjuarai Liga Champions. Ia tidak pernah memenangkan penghargaan tersebut meski memiliki koleksi gelar yang luar biasa.
Xavi Hernandez
Xavi Hernandez merupakan sosok penting di balik dominasi Barcelona dan Timnas Spanyol pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an.
Sebagai gelandang, Xavi dikenal memiliki visi permainan, akurasi operan, dan kemampuan mengendalikan tempo pertandingan. Ia menjadi bagian utama Barcelona ketika klub tersebut meraih gelar Liga Champions pada 2009 dan 2011.
Di level internasional, Xavi membantu Spanyol menjuarai Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012. Ia juga beberapa kali masuk dalam tiga besar pemungutan suara Ballon d'Or.
Namun, dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo membuat Xavi tidak pernah meraih penghargaan tersebut. Meski demikian, kontribusinya terhadap kesuksesan Barcelona dan Spanyol tetap menempatkannya sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola.
Sumber: Sportsmole