7 Manajer Paling Menyeramkan dalam Sejarah Premier League, Ada Sir Alex Ferguson hingga Jose Mourinho

7 manajer paling menakutkan yang pernah menghiasi panggung Premier League, termasuk Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 01 November 2026, 10:45 WIB
Dua manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson (1986-2013) dan Jose Mourinho (2016-sekarang). (AFP/Paul Ellis dan Pierre-Philippe Marcou)

Bola.com, Jakarta - Halloween menjadi momen yang tepat untuk mengenang sejumlah sosok paling menyeramkan di dunia sepak bola.

Bukan karena penampilan fisik semata, tetapi juga karakter, temperamen, hingga metode kepelatihan mereka yang terkadang membuat pemain berpikir dua kali sebelum melakukan kesalahan.

Advertisement

Premier League pernah menghadirkan sejumlah manajer dengan reputasi keras dan intimidatif. Beberapa dikenal memiliki temperamen tinggi, sementara lainnya piawai memainkan perang psikologis untuk menjatuhkan mental lawan.

Dari sekian banyak nama, berikut tujuh manajer paling menakutkan yang pernah menghiasi panggung Premier League, termasuk Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho, menurut Planet Football, Minggu (31/10/2026).


1. Nigel Pearson

4. Nigel Pearson - Pria Inggris ini merupakan mantan manajer Leicester sebelum Claudio Ranieri. Manajer kelahiran Nottingham ini memiliki kenangan manis saat mengantar The Foxes meraih tujuh kemenangan dalam sembilan laga. (EPA/Facundo Arrizabalaga)

Nigel Pearson menempati posisi teratas sebagai manajer paling menakutkan. Mantan pelatih Leicester City tersebut dikenal memiliki temperamen yang tidak bisa dianggap remeh.

Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika Pearson menghadapi wartawan dalam konferensi pers yang kemudian dikenal sebagai Ostrich Press Conference. Ekspresi wajahnya saat itu cukup menggambarkan betapa menyeramkannya sosok tersebut ketika sedang marah.

Pearson bahkan pernah dikaitkan dengan cerita menghadapi sekawanan anjing German Shepherd saat berlibur di Rumania. Ia sendiri kemudian meluruskan cerita tersebut yang sebelumnya berkembang sebagai kisah perkelahian dengan serigala.


2. Marcelo Bielsa

Marcelo Bielsa. Pelatih asal Argentina berusia 66 tahun ini kini menjalani musim keempatnya bersama Leeds United di Liga Inggris. Empat tim besar, Bilbao, Marseille, Lazio dan Lille pernah dibesutnya sejak melakukan debut manajerialnya bersama Newell's Old Boys pada Juli 1990. (AFP/Oli Scarff)

Marcelo Bielsa mendapatkan julukan El Loco atau Si Gila. Pelatih asal Argentina tersebut dikenal memiliki karakter eksentrik, disiplin ekstrem, dan obsesi luar biasa terhadap sepak bola.

Ketika menangani Leeds United, Bielsa dikenal sanggup menghabiskan waktu berjam-jam untuk menganalisis pertandingan. Ia bahkan memiliki kemampuan mempelajari dua pertandingan secara bersamaan.

Salah satu cerita paling kontroversial tentang Bielsa terjadi pada 1992. Ketika menghadapi sekelompok suporter Newell's Old Boys yang mendatangi rumahnya, Bielsa dikisahkan keluar menemui mereka sambil membawa granat aktif.

Ancaman tersebut membuat para suporter memilih meninggalkan lokasi. Sebuah cerita yang semakin memperkuat reputasi El Loco sebagai sosok yang sulit ditebak.


3. Felix Magath

Gaya pelatih Schalke 04 Felix Magath dalam sesi konferensi pers, 13 September 2010, jelang laga Liga Champions melawan Lyon di Gerland Stadium, Lyon. AFP PHOTO / PHILIPPE DESMAZES

Felix Magath mungkin memiliki penampilan seperti sosok paman yang ramah. Namun, reputasinya sebagai pelatih justru jauh dari kesan tersebut.

Saat menangani Fulham pada 2014, Magath dikenal menerapkan metode latihan yang sangat keras. Di Jerman, ia bahkan mendapat julukan Saddam karena pendekatan disiplinnya yang ekstrem.

Salah satu cerita paling aneh terjadi ketika Brede Hangeland mengalami cedera paha. Magath disebut menyarankan sang pemain menggunakan keju untuk mengatasi cedera tersebut.

Ia juga menerapkan latihan fisik dengan intensitas tinggi, bahkan sampai tiga sesi dalam sehari. Tidak mengherankan jika metode kepelatihannya membuat sejumlah pemain kesulitan beradaptasi.


4. Paolo Di Canio

Pelatih asal Italia, Paolo Di Canio pernah melarang skuat asuhannya membawa kecap, mayonais, dan minuman bersoda, bahkan tak boleh bernyanyi. Ia beralasan bahwa aturan itu berguna untuk meningkatkan performa pemainnya di atas lapangan. (Foto: AFP/Andrew Yates)

Paolo Di Canio merupakan salah satu manajer dengan karakter paling sulit ditebak. Ketika menangani Sunderland, ia menerapkan sejumlah aturan disiplin yang tidak biasa.

Para pemain bahkan dikabarkan dilarang berbicara ketika makan siang. Ia juga melarang sarapan dengan menu makanan yang digoreng.

Sikap keras Di Canio terlihat ketika menangani Swindon Town. Dalam sebuah pertandingan melawan Preston North End pada 2012, ia mengganti penjaga gawangnya yang baru bermain selama 21 menit.

Tidak berhenti sampai di situ, Di Canio juga melontarkan kritik tajam kepada sang pemain. Karakter meledak-ledak tersebut membuatnya menjadi salah satu manajer yang paling dihindari jika sedang marah.


5. Roy Keane

Tokoh lainnya adalah Roy Keane. Menurutnya, Liga Super Eropa hanya bergantung kepada uang dan keserakahan dan berharap FIFA dapat menghentikannya. (AFP/Nick Potts/Pool)

Roy Keane sudah memiliki reputasi sebagai pemain dengan karakter keras ketika masih memperkuat Manchester United. Ketika beralih menjadi manajer, sifat tersebut tetap melekat.

Mantan kapten Setan Merah itu dikenal memiliki standar disiplin yang sangat tinggi. Ia tidak segan meluapkan kemarahan ketika pemainnya melakukan kesalahan atau tidak menunjukkan komitmen maksimal.

Keane juga terkenal dengan ekspresi wajah dan komentar tajamnya. Bahkan, hal sederhana seperti membiarkan telepon genggam berbunyi di dekatnya bisa menjadi masalah besar.


6. Sir Alex Ferguson

Kekecewaan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson seusai kekalahan 1-2 dari FC Basel di penyisihan Grup C Liga Champions di St Jakob Park, Basel, 7 Desember 2011. AFP PHOTO / VALERIANO DI DOMENICO

Sir Alex Ferguson merupakan salah satu manajer paling disegani dalam sejarah Premier League. Namun, bagi para pemainnya, menghadapi kemarahan pelatih legendaris Manchester United tersebut bisa menjadi pengalaman yang menegangkan.

Ferguson terkenal dengan istilah hairdryer treatment, yakni kebiasaannya memarahi pemain dengan suara keras dari jarak sangat dekat di ruang ganti.

Wayne Rooney pernah menceritakan pengalamannya menjadi sasaran kemarahan Ferguson meski mencetak gol dalam pertandingan melawan Portsmouth. Saat itu, Manchester United sedang unggul 1-0 dan Rooney tetap mendapatkan teguran keras saat jeda pertandingan.

Ferguson memang dikenal sangat menuntut kesempurnaan. Tidak peduli siapa pemainnya, kesalahan di lapangan bisa membuat siapa pun berhadapan dengan amarah sang manajer.


7. Jose Mourinho

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Filippo Monteforte/AFP)

Jose Mourinho mungkin bukan sosok yang paling mengintimidasi secara fisik. Namun, manajer asal Portugal tersebut memiliki senjata lain yang tidak kalah menakutkan, yakni perang psikologis.

Mourinho dikenal piawai memainkan mind games untuk memengaruhi mental pemain, lawan, hingga media. Ia sering melontarkan komentar kontroversial dan menggunakan konferensi pers sebagai bagian dari strategi menghadapi pertandingan.

Selama menangani Chelsea, Mourinho membangun reputasi sebagai manajer yang sangat percaya diri dan tidak ragu berkonfrontasi dengan siapa pun.

Kemampuannya membaca situasi dan memainkan tekanan psikologis membuat Mourinho menjadi salah satu sosok paling sulit dihadapi di Premier League. Berada di sisi berlawanan dengan The Special One tentu bukan pengalaman yang menyenangkan.

Sumber: Planet Football

 

Berita Terkait