Bola.com, Jakarta - STIES Mitra Karya Bekasi menutup Liga Voli Mahasiswa Seri Jakarta 2026 dengan dua trofi sekaligus. Partai final digelar Sabtu (31/10/2026), dan tim asal Bekasi itu menyapu bersih kategori putra serta putri.
Skuad putri STIES Mitra Karya lebih dulu mengamankan gelar usai menaklukkan Universitas Negeri Jakarta dengan skor 3-1 (21-25, 25-23, 26-24, 25-21). Kemenangan tersebut menjadi pembuka jalan untuk sapu bersih gelar.
Di sektor putra, STIES Mitra Karya menundukkan Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) 3-2 lewat tie-break (25-27, 29-27, 20-25, 25-19, 15-12). Hasil ini melengkapi dominasi mereka pada gelaran antarmahasiswa tersebut.
"Kami mempersiapkannya untuk tim itu agar mereka bisa bermain lepas saja, ya. Karena kemarin kita di fase penyisihan sempat kalah. Jadi, pertandingan final ini sebenarnya di luar ekspektasi saja," ungkap Adit, asisten pelatih Mitra Karya.
Kawinkan Gelar di LVM Jakarta 2026
Saat tim putri mereka berhasil memenangkan seluruh pertandingan di Liga Voli Mahasiswa Seri Jakarta 2026, tim putra harus berjuang ekstra keras untuk mencapai babak final. Jalur keduanya berbeda, namun berujung pada podium teratas yang sama.
Mitra Karya Putra sempat kalah telak atas UM.ID di laga pembuka, Selasa (27/10/2026). Namun, hasil buruk tersebut justru menjadi pemantik semangat untuk bangkit pada laga-laga berikutnya.
"Kita cuma menuntut teman-teman (pemain) kalau memang mau juara, ya kerja keras, komunikasi, dan saling menguatkan satu sama lain. Jadi, tidak ada beban apa pun saat kita bermain di final hari ini," jelas Adit.
Pemulihan Cukup Jadi Kunci Sukses
Salah satu faktor yang memberikan dampak signifikan bagi STIES Mitra Karya adalah optimalisasi waktu istirahat. Kondisi fisik yang terjaga berimbas pada kekompakan tim di lapangan.
"Paling dari kita tetap jaga kondisi, terutama tidak bergadang," ujar Lidra.
"Kami bisa menjadi lebih kompak, saling mendukung dan menyemangati satu sama lain," tambahnya.
Tetap Positif Walau Sedang Tertinggal
STIES Mitra Karya sempat dua kali dalam posisi tertinggal saat menghadapi Universitas Muhammadiyah Indonesia di final putra. Di momen krusial itu, staf kepelatihan menjaga atmosfer tetap positif dan mengingatkan pemain untuk fokus pada jalannya pertandingan.
Pendekatan yang diterapkan adalah menjaga instruksi tetap sederhana agar tidak menambah beban pikiran pemain. Fokus diarahkan pada kualitas permainan, komunikasi, dan saling menguatkan di dalam tim.
"Kalau arahan sih (saat posisi tertinggal), kami sebagai pelatih ada, tentunya. Hanya saja, mungkin agar tidak membebani mereka dengan banyak tugas, cukup bermain dengan baik, berkomunikasi dengan baik dalam tim, dan saling menguatkan satu sama lain," pungkas Adit.