Bola.com, Jakarta - FIFA akhirnya memberikan akses kepada anggota Dewan FIFA untuk memeriksa sejumlah dokumen penting terkait proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya dibatalkan.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari sejumlah federasi sepak bola Eropa terhadap kepemimpinan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Seperti dilaporkan Reuters, Senin (2/11/2026), Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, telah mengirimkan surat kepada anggota Dewan FIFA. Mereka dipersilakan mendaftarkan diri untuk meninjau dokumen tersebut dengan sejumlah persyaratan khusus di kantor pusat FIFA di Zurich, Swiss.
FFE merupakan proposal bernilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp320 triliun yang berkaitan dengan rencana komersialisasi Piala Dunia.
Namun, FIFA membatalkan proyek tersebut hanya beberapa hari setelah diumumkan pada musim panas lalu. Keputusan itu diambil setelah muncul gelombang kritik yang turut mengguncang posisi Infantino sebagai orang nomor satu FIFA.
Tuntutan UEFA
Persoalan ini semakin memanas setelah UEFA mengirimkan surat kepada FIFA bulan lalu. Organisasi sepak bola Eropa tersebut meminta penjelasan mengenai sejumlah persoalan, termasuk proyek FFE dan FIFA Peace Prize. UEFA bahkan memberikan tenggat hingga 2 November 2026 untuk mendapatkan jawaban atas lebih dari 100 pertanyaan yang diajukan.
Namun, FIFA menilai tenggat waktu dua pekan yang diberikan UEFA tidak realistis. Selain tengah mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia usia muda di Baku, Azerbaijan, FIFA juga harus menghadapi sejumlah urusan hukum di Amerika Serikat serta mempersiapkan kongres luar biasa pada 23 November mendatang untuk menentukan tuan rumah Piala Dunia Wanita 2031 dan 2035.
Infantino Kuat di Asia
Di sisi lain, posisi Infantino justru mendapat dukungan kuat dari kawasan Asia. Lebih dari sepekan lalu, pimpinan sepak bola Asia menyatakan dukungan terhadap pencalonannya untuk periode keempat. Kondisi tersebut membuat UEFA semakin terisolasi dalam upayanya mendorong perubahan di tubuh FIFA.
Infantino dijadwalkan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada Maret 2027. Sementara itu, batas akhir pengajuan nominasi kandidat ditetapkan pada 18 November 2026. Dengan semakin dekatnya pemilihan, transparansi pengelolaan FIFA dan polemik proyek FFE diperkirakan masih menjadi persoalan besar yang membayangi kepemimpinannya.
Sumber: ESPN