Bola.com, Jakarta - Satoru Mochizuki resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia. Pencopotan pelatih asal Jepang itu diumumkan pada Kamis, 5 November 2026, setelah ia mempersembahkan dua gelar juara Piala AFF Wanita untuk Garuda Pertiwi.
Pengumuman perpisahan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram Timnas Indonesia. PSSI menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Mochizuki selama menangani tim nasional putri.
PSSI menuliskan, "Arigatou gozaimashita, Coach Mochi. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan sejarah indah yang ditinggalkan untuk Garuda Pertiwi,"
Dua Trofi Piala AFF Wanita yang Dibawa Pulang
Selama masa kepemimpinannya, Satoru Mochizuki mencatat langkah penting bagi sepak bola putri Indonesia. Ia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia pada Februari 2024.
Di tahun perdananya, Mochizuki langsung mengantar Timnas Putri Indonesia menjuarai Piala AFF Wanita 2024. Pada partai final, Garuda Pertiwi menundukkan Kamboja 3-1, yang menandai trofi internasional pertama bagi Timnas Putri Indonesia.
Rangkaian prestasi berlanjut. Di bawah arahannya, Indonesia mempertahankan gelar pada edisi 2026 setelah mengalahkan Laos 5-0 di final, mengukuhkan dominasi di ajang kawasan tersebut.
Dari Kursi Pelatih ke Penasihat Teknis, Lalu Kembali Lagi
Perjalanan Mochizuki bersama Timnas Putri juga diwarnai dinamika pada 2025. Ia sempat diberhentikan dari jabatan pelatih kepala setelah Timnas Putri gagal lolos ke Piala Asia Wanita 2026.
Usai itu, Mochizuki dipercaya menjalankan peran baru sebagai penasihat teknis atau ketua tim pengembangan sepak bola putri Indonesia. Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan penugasan ini dipilih karena pengalaman, kredibilitas, serta jaringannya dengan Japan Football Association (JFA) dan liga wanita di Jepang.
PSSI menilai kontribusinya lebih strategis di balik layar untuk menyiapkan road map pengembangan sepak bola putri. Fokusnya diarahkan pada pembenahan fondasi dan tata kelola pengembangan tim nasional putri.
Pada April 2026, PSSI kembali menunjuk Mochizuki sebagai pelatih kepala Timnas Putri Indonesia. Masa bakti keduanya berakhir ketika perpisahan resmi diumumkan pada November 2026.
Mencari Suksesor dan Syarat Pelatih Baru
Hingga pengumuman perpisahan pada 5 November 2026, belum ada keterangan resmi mengenai sosok pelatih baru pengganti Satoru Mochizuki.
Sebelumnya, pada Juli 2025, PSSI sempat mencari pengganti dan nama Djoko Susilo disebut-sebut. Saat itu, Vivin Cahyani menyatakan PSSI masih berkiblat ke Jepang untuk pelatih Timnas Putri senior, mengingat Timnas Putri U-19 (nantinya U-20) juga dipegang pelatih asal Jepang, Akira Higashiyama.
Pada periode tersebut, Joko Susilo ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia Putri Senior untuk Kejuaraan Piala AFF di Vietnam. Sementara itu, Akira Higashiyama memimpin Timnas Putri U-20, dan Timo Scheunemann menangani Timnas Putri U-16.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat menegaskan kriteria utama untuk pelatih pengganti Mochizuki, yakni harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris.