Malaysia Coret Cabor Unggulan, Krisna Bayu Soroti Keadilan SEA Games 2027 dan Opsi Boikot

Sejumlah cabor unggulan Indonesia dicoret dari SEA Games 2027 di Malaysia. Krisna Bayu menyoroti keadilan dan membuka opsi boikot jika isu tak ditangani.

BolaCom | ThomasDiterbitkan 07 November 2026, 17:34 WIB
Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, saat tampil di ajang Asian Games 2026, Selasa (29/9/2026). (NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Penyelenggaraan SEA Games 2027 di Malaysia menuai sorotan. Sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia dipastikan tidak masuk daftar pertandingan, hingga memunculkan wacana boikot.

Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Sambo Indonesia (PP Persambi) sekaligus Komite Eksekutif NOC Indonesia, Krisna Bayu, menilai ini bukan sekadar perubahan program pertandingan.

Advertisement

Ia menegaskan pencoretan cabor dan pengurangan nomor menyangkut kepentingan atlet, masa depan olahraga Asia Tenggara, serta martabat negara peserta. Krisna juga mempertanyakan komitmen tuan rumah dan Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) dalam menjaga prinsip keadilan.

"SEA Games dibangun untuk persahabatan, solidaritas, persaingan sehat, dan semangat fair play. Bukan untuk menjadi panggung yang lebih menguntungkan kepentingan tuan rumah," ujar Krisna dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).


Krisna Bayu Desak Sikap Indonesia, Boikot Jadi Opsi?

Atlet panjat tebing Indonesia, Aditya Tri Syahria, saat tampil di ajang Asian Games 2026. (NOC Indonesia)

Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang langkah yang perlu diambil Indonesia. Krisna menilai saatnya pemerintah, NOC Indonesia, dan pemangku kepentingan olahraga nasional menentukan sikap.

Ia secara terbuka menyebut boikot sebagai opsi apabila isu keadilan dalam penyelenggaraan tidak mendapat perhatian serius.

"Apakah Indonesia perlu mengambil sikap tegas? Apakah boikot menjadi pilihan? Ataukah sudah waktunya SEAGF melakukan reformasi besar-besaran?" katanya.

Krisna menegaskan, persoalan SEA Games 2027 tidak semata berkaitan dengan peluang meraih medali, tetapi menyangkut prinsip kesetaraan dalam kompetisi olahraga regional.

Sebelumnya, NOC Indonesia menyoroti potensi kerugian yang dialami atlet Merah Putih akibat tidak dipertandingkannya sejumlah cabor unggulan.

Beberapa di antaranya adalah panjat tebing, dayung, dan voli pantai yang selama ini menjadi salah satu andalan Indonesia dalam perburuan medali di ajang multievent Asia Tenggara.

Selain itu, nomor beregu putra dan putri bulu tangkis juga dipastikan tidak dipertandingkan pada SEA Games 2027.


Jumlah Nomor Pertandingan SEA Games 2027 Berkurang

Berdasarkan keputusan SEAGF dalam rapat Executive Committee pada 30 Oktober 2026, SEA Games ke-34 di Malaysia akan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabang olahraga.

Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan SEA Games 2025 di Thailand yang menggelar sekitar 50 cabang olahraga dengan total 573 nomor pertandingan.

Artinya, terdapat pengurangan sekitar 100 nomor pertandingan dan tujuh cabang olahraga dibandingkan edisi sebelumnya.

Selain panjat tebing, dayung, dan voli pantai, sejumlah cabang olahraga lainnya juga tidak masuk dalam daftar pertandingan. Di antaranya gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon.

Krisna menegaskan persoalan ini tidak seharusnya hanya dilihat dari potensi perolehan medali masing-masing negara.

Menurutnya, hak dan kesempatan atlet untuk berkompetisi harus menjadi perhatian utama. Sebab, SEA Games seharusnya menjadi wadah pembinaan dan pengembangan olahraga di kawasan Asia Tenggara.

"Jangan hanya melihat persoalan ini dari jumlah medali. Mari bicara tentang keadilan bagi atlet dan masa depan olahraga Asia Tenggara," pungkasnya.

Berita Terkait