Cerita Tunggal Putra Juara Dunia Junior 2026: Saat Senggang, Nonton Anime hingga Podcast Raditya Dika

Di balik prestasinya sebagai juara tunggal putra World Junior Championships 2026, Radithya Bayu Wardhana ternyata punya sisi lain yang tak jauh berbeda dari anak muda seusianya.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 07 November 2026, 21:30 WIB
Radithya Bayu Wardhana, meraih juara tunggal putra BWF World Championships 2026. (Doc PB Djarum)

Bola.com, Kudus - Di balik prestasinya sebagai juara tunggal putra World Junior Championships 2026, Radithya Bayu Wardhana ternyata punya sisi lain yang tak jauh berbeda dari anak muda seusianya.

Pebulu tangkis muda PB Djarum itu gemar menonton anime, terutama karya-karya dari Studio Ghibli, serta menikmati podcast Raditya Dika.

Advertisement

Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara Radithya mengisi waktu luang setelah menjalani rutinitas latihan yang melelahkan. Saat tubuh membutuhkan istirahat, ia lebih memilih bersantai di kamar sambil mendengarkan musik atau menikmati tontonan favoritnya.

"Kalau sedang break latihan, mungkin dengerin lagu aja sih di kamar. Nonton anime juga," ujar Radithya.

Ketika ditanya mengenai anime favoritnya, Radithya menyebut karya-karya Studio Ghibli.


Podcast Raditya Dika

Radithya Bayu Wardhana, meraih juara tunggal putra BWF World Championships 2026. (Doc PB Djarum)

Selain anime, ia juga senang menonton podcast, salah satunya milik komedian sekaligus penulis Raditya Dika.

Di lapangan, Radithya baru saja mencatatkan prestasi membanggakan dengan menjadi juara tunggal putra World Junior Championships 2026. Ia mengalahkan Fardhan Rainanda Joe dalam final sesama wakil Indonesia melalui pertarungan tiga gim, 15-9, 11-15, 15-8.

Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Radithya untuk menatap jenjang berikutnya. Ia mengaku ingin terus berkembang dan mengejar prestasi para seniornya di dunia bulu tangkis.

Bagi Radithya, kehidupan sebagai atlet bukan hanya soal latihan dan pertandingan. Ada pula waktu untuk menikmati hobi, menonton anime, hingga mengikuti podcast favorit sebelum kembali berjuang mengejar mimpi di lapangan.


Bertekad Maksimal

Radithya menjadikan prestasi tersebut sebagai modal untuk menghadapi persaingan berikutnya.

Radithya menyebut langkah selanjutnya adalah berupaya masuk Pelatnas dan memulai persaingan dari turnamen level International Series. Ia juga bertekad mengikuti arahan pelatih serta meningkatkan kualitas permainannya.

Salah satu fokus evaluasinya adalah memperkuat fisik dan menambah tenaga pukulan. Radithya menyadari persaingan di level senior jauh lebih ketat sehingga membutuhkan konsistensi strategi dan daya tahan yang lebih baik.

“Setelah meraih gelar juara dunia junior, saya berharap bisa melanjutkan langkah ke Pelatnas. Nantinya, saya akan menjalani proses latihan dan mengikuti arahan pelatih. Untuk awal, saya kemungkinan akan bersaing di turnamen level International Series (IS) terlebih dahulu,” ujar Radithya.

Berita Terkait