MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026/2027: 1.516 Peserta Bersaing, Dapat Sambutan Antusias

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife resmi menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026/2027.

BolaCom | Erwin SnazDiterbitkan 07 November 2026, 22:15 WIB
Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife resmi menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026 /2027, 2-8 November. (Milklife)

Bola.com, Jakarta - Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife resmi menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026/2027 pada 2-8 November 2026 di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga.

Sebagai salah satu kota baru di penyelenggaraan tahun ini, MLSC Garut disambut antusias oleh 1.516 peserta dari 104 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Garut dan sekitar.

Advertisement

Perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation, Satia Chandra Wiguna, mengatakan pemilihan Garut untuk menjaring bibit berkualitas dan merupakan langkah strategis guna mengakomodir tingginya minat para siswi di wilayah Jawa Barat.

Terbukti, di seri pertama musim ini, MLSC Garut diramaikan 28 tim KU 10 dan 111 tim KU 12.

“Pada seri-seri sebelumnya, animo di regional Bandung sangat tinggi. Untuk mengakomodir hal tersebut sekaligus mempermudah akses bagi para peserta, kami memutuskan memecah regional Jawa Barat menjadi dua titik penyelenggaraan, yakni di Bandung dan Garut,” jelas Satia Chandra Wiguna, Sabtu (7/11/2026) di Garut.

Menurut Satria, Garut dipilih sebagai tempat penyelenggaraan lantaran infrastruktur yang lebih memadai dibanding wilayah lain di Priangan Timur.

“Kami berharap langkah ini dapat menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit pesepakbola putri potensial dari Garut dan sekitarnya,” harap Chandra.

Sebelum Garut Seri 1 2026 - 2027 bergulir, MLSC sudah lebih dulu rampung dilaksanakan di Bandung pada 27 Oktober sampai 1 November 2026.

MLSC Bandung Seri 1 diikuti 1.517 atlet dari 78 sekolah. Dari sisi kualitas, hadirnya juara baru di Bandung juga membuktikan peta kekuatan tim yang merata.

 


Berharap Muncul Kejutan

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife resmi menyelenggarakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026 /2027, 2-8 November. (Milklife)

Chandra berharap di MLSC Garut bisa melahirkan tim yang menjadi kekuatan baru di wilayah Jawa Barat.

“Pekan lalu, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge Bandung Seri 1 baru saja rampung dengan partisipan tinggi. Dan hal yang paling membanggakan adalah lahirnya juara baru di Bandung, yang membuktikan bahwa pembinaan berjalan merata dan persaingan semakin kompetitif,” kata Chandra.

Melihat tren positif tersebut, Chandra sangat berharap di MLSC Garut perdana ini juga akan bermunculan sekolah-sekolah yang tampil mengejutkan sebagai kekuatan baru sepak bola putri di Jawa Baratm

Antusiasme tinggi hadirnya MLSC Garut tahun ini ditunjukkan oleh para siswi yang ikut ambil bagian di penyelenggaraan seri perdana.

Pelatih Kepala MI Ma’arif As Shidiqiyyah, Muhammad Marhum Sidik Bahroji, menyebut anak asuhnya menyambut gembira untuk berkompetisi di tanah kelahiran mereka.

Marhum mengungkapkan dalam empat seri MLSC Bandung sebelumnya, tim mereka setiap harinya harus menempuh jarak lebih dari 60 kilometer untuk berlaga.

“Para siswi sangat senang dan bersemangat sekali dengan hadirnya MLSC di Garut. Secara domisili, jarak antara sekolah atau tempat tinggalnya dekat ke lapangan, yang otomatis mereka masih fresh ketika bertanding,” katanya.

“Sebab ketika kami ikut di regional Bandung, kami harus berangkat jam 03.00 pagi dari Garut, dan langsung bertanding. Setelahnya kami pulang, esok harinya berangkat lebih awal lagi,” tambah dia.

 


Semangat Mengejar Mimpi

Lebih lanjut, Marhum menjelaskan kehadiran MLSC di Garut tak hanya memudahkan akses timnya untuk berkompetisi, tapi juga kembali menumbuhkan semangat para siswi untuk mengejar mimpi mereka menjadi pesepakbola profesional di masa depan.

Terbukti, MI Ma’arif As Shidiqiyyah mengirim 72 siswi untuk berkompetisi di KU 8, KU 10, dan KU 12.

“Saya lihat para pemain jadi semangat lagi, karena sebelumnya mereka sudah sempat mau menyerah. Bukannya nggak semangat ikut MLSC, tapi karena lelah kalau pulang-pergi setiap hari,” imbuh Marhum.

Meski secara prestasi masih harus banyak yang ditingkatkan, namun, anak asuhnya diakui Marhum memiliki cita-cita tinggi dalam berkarir di sepak bola.

“Kami dari pihak sekolah berharap dengan adanya MLSC di Garut, para orang tua juga melihat dan lebih mendukung anaknya menggeluti sepak bola. Karena bagi kami MLSC itu jenjang karirnya sudah jelas,” ujarnya.

“Apalagi dari Jawa Barat banyak talenta-talenta yang sekarang udah di timnas, kan, itu jadi motivasi juga buat anak-anak,”  imbuh Marhum.

 


Dari Kudus Hijrah ke Garut

Sementara itu, bek SD 1 Mekarmukti KU 12, Berlinda Allina Syafitri menjadikan MLSC Garut sebagai wadah untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola putri profesional.

Bahkan, ia rela pindah sekolah dari Kudus, Jawa Tengah ke Garut, Jawa Barat agar fokus menjalani latihan rutin bersama tim kelompok usia Akademi Persib Bandung.

Berlin, sapaan akrabnya berjanji menunjukkan bakat terbaiknya di turnamen, berharap dilirik oleh tim talent scouting MLSC agar bisa ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

“Saya pindah dari Kudus ke Garut supaya bisa lebih menekuni sepak bola. Saya bilang sama ayah, ‘ayah, saya boleh ngekos nggak?’ Alhamdulillah ayah kasih izin kalau saya memang mau kejar cita-cita jadi pemain sepak bola,” tutur Berlin.

Berlin mengatakan keseriusannya dalam berkarir di sepak bola juga terinspirasi salah pemain idolanya, Nafeeza Ayasha Nori.

“Aku mengidolakan kak Nafeeza Ayasha Nori dan berharap bisa juga masuk ke timnas nantinya. Makanya di MLSC Garut ini aku ingin menang bersama tim sekolah dan terpilih mewakili Garut ke ajang MLSC All-Stars tahun depan,” harapnya.

 

Berita Terkait