Bola.com, Jakarta - Manchester City tengah menghadapi persoalan serius yang mulai mengancam konsistensi mereka di Premier League 2026-2027. Bukan hanya hasil pertandingan yang mengecewakan, tetapi juga performa lini belakang The Citizens yang semakin jauh dari standar tim kandidat juara.
Hingga pekan ke-10, gawang Manchester City sudah kebobolan 13 gol. Catatan tersebut bahkan lebih buruk dibandingkan Hull City yang menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan hanya kemasukan 11 gol.
Kerapuhan pertahanan City semakin terlihat setelah mereka menelan kekalahan 1-3 dari Nottingham Forest di City Ground, Minggu (8/11/2026) dini hari WIB. Hasil itu sekaligus memperpanjang tren negatif pasukan Enzo Maresca yang kini menelan tiga kekalahan beruntun di kompetisi domestik.
Kekalahan tersebut bukan sekadar persoalan efektivitas penyelesaian akhir atau kesalahan individual pemain. Manchester City sudah melewati delapan pertandingan tanpa clean sheet, sebuah sinyal bahwa masalah pertahanan mereka membutuhkan pembenahan lebih mendasar.
Keseimbangan Pertahanan Man City Terganggu
Kekalahan dari Nottingham Forest memperlihatkan betapa mudahnya pertahanan Manchester City ditembus lawan. Jair Cunha membuka keunggulan tuan rumah pada menit keenam, sebelum Liam Delap mencetak dua gol pada menit ke-19 dan 73, sementara Rayan Cherki hanya mampu memperkecil ketertinggalan City pada awal babak kedua.
Catatan 13 gol kebobolan dalam 10 pertandingan menjadi gambaran nyata penurunan kualitas pertahanan The Citizens. Perbandingan dengan Hull City semakin mempertegas persoalan tersebut karena tim yang berada di posisi ke-13 itu justru memiliki catatan defensif lebih baik dengan hanya kebobolan 11 gol.
Salah satu faktor yang diduga memengaruhi situasi ini adalah belum ditemukannya pengganti sepadan untuk Rodri. Setelah gelandang asal Spanyol itu pindah ke Barcelona, Manchester City kehilangan pemain yang memiliki kemampuan membaca permainan, memutus serangan lawan, sekaligus mengatur distribusi bola dari lini tengah.
Kondisi tersebut membuat barisan pertahanan lebih rentan menghadapi tekanan lawan. Tanpa gelandang bertahan yang mampu memberikan perlindungan secara konsisten, para pemain belakang harus bekerja lebih keras untuk meredam serangan, terutama ketika lawan berhasil memenangkan duel di area tengah.
Pekerjaan Rumah Maresca: Marc Guehi dan Kedalaman Skuad
Persoalan berikutnya berkaitan dengan kondisi para pemain belakang. Marc Guehi dikabarkan belum mencapai kebugaran terbaik dan penampilannya belakangan ini dinilai belum maksimal, termasuk sejak menjalani jeda internasional terakhir bersama Timnas Inggris.
Situasi Guehi berpotensi memengaruhi koordinasinya dengan Ruben Dias sebagai bagian penting dari jantung pertahanan. Josko Gvardiol juga sempat melakukan kesalahan saat menghadapi Nottingham Forest, meskipun performanya secara keseluruhan masih dinilai relatif dekat dengan standar terbaiknya.
Abdukodir Khusanov tetap menunjukkan perkembangan positif pada usia 22 tahun. Namun, pilihan pemain pelapis belum memberikan jaminan kualitas yang setara karena Nico O'Reilly bukan bek tradisional, sedangkan Vitor Reis dan Rico Lewis masih memiliki keterbatasan untuk memenuhi seluruh kebutuhan lini belakang.
Kepergian John Stones, Manuel Akanji, Nathan Ake, dan Kyle Walker dalam beberapa tahun terakhir turut meninggalkan celah dalam komposisi pertahanan Manchester City. Dengan persoalan di luar lapangan yang membatasi peluang perombakan skuad pada bursa transfer Januari, Maresca harus menemukan solusi dari pemain yang tersedia.