Sukses


Babak Belur di Liga 1 U-20, Ini Jawaban Arema

Bola.com, Malang - Prestasi Arema FC di level senior sampai saat ini masih belum bisa menular ke tim U-20. Untuk kesekian kalinya, tim Singo Edan Muda harus mengakhiri kompetisi hanya sampai di fase grup.

Di Liga 1 U-20 tahun ini, Arema jadi bulan-bulanan. Mereka menempati posisi juru kunci Grup B dengan 1 poin. Artinya, tim besutan Doni Suherman ini hanya mengantongi satu kali imbang dan sembilan kekalahan.  

Padahal, mereka sudah dapat tambahan amunisi empat pemain dari tim senior, yakni Andriyas Fransisco, Titan Bagus Fawazzi, Vikrian Akbar dan Zidane Pulanda. Namun, empat pemain itu hanya gabung dalam pertandingan. Dalam sesi latihan, mereka berada di tim senior Arema.

“Sebenarnya bukan karena empat pemain dari tim senior tidak bisa mengangkat tim U-20.  Kualitas mereka bagus. Tapi pemain yang ada belum bisa mengimbangi,” kata Doni.

Tim Arema U-20 merupakan referensi utama bagi Arema FC senior untuk melakukan peremajaan musim depan. Tapi, justru dalam kompetisi tim muda ini bisa dibilang gagal total. Selain hanya dapat satu poin, mereka hanya bisa mencetak tiga gol dan kemasukan 20 gol.

 

2 dari 2 halaman

Penyebab Babak Belur

Sebenarnya ada beberapa faktor yang membuat Arema hanya jadi penggembira di Grup B Liga 1 U-20. Mereka tidak punya cukup waktu untuk persiapan. Hanya satu bulan sebelum kompetisi tim ini intensif berlatih.

Materi pemain yang dimiliki juga hanya dari lingkup internal Akademi Arema. Sementara tim lain melakukan seleksi terbuka dan memilik pemain terbaik dari berbagai tempat.

“Tim lain menyeleksi pemain yang sudah siap tampil. Ada yang mengambil pemain dari Porprov dan Liga 3. Mereka juga menerapkan bonus dan uang bulanan. Tapi semoga kedepan ada progres lebih baik karena tahun depan ada tambahan pemain dari U-16 yang promosi ke tim U-20,” sambungnya. 

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer