Sukses


Respons Seto Nurdiyantoro Tentang Peluang Gantikan Simon McMenemy di Timnas Indonesia

Bola.com, Sleman - Prestasi Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia jeblok. Empat kekalahan beruntun didapat Timnas Indonesia dan menjadi juru kunci Grup G tanpa memiliki poin.

Setelah kekalahan dari 2-3 Malaysia, 0-3 dari Thailand, dan 0-5 dari Uni Emirat Arab, Stefano Lilipaly dkk. kembali dipermalukan tamunya Vietnam dengan skor 1-3 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10/2019).

Pelatih Simon McMenemy dituding sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas performa Timnas Indonesia yang melempem. Warganet juga menyerukan agar pelatih berkebangsaan Skotlandia tersebut mundur dari jabatannya.

Sejumlah nama pelatih dianggap cocok sebagai pengganti Simon McMenemy. Satu diantaranya adalah juru taktik klub PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro. Penampilan apik PSS tak lain jadi alasan karena itu terjadi berkat tangan dingin racikan pelatih 45 tahun tersebut.

Kecermatan taktik dan strategi Seto Nurdiyantoro dinilai cocok untuk Timnas. Namun, Seto Nurdiyantoro yang namanya diinginkan sebagai suksesor Simon McMenemy memberikan jawaban yang cukup diplomatis.

"Sebagian besar pelatih, termasuk saya, pasti ingin menjadi pelatih Timnas Indonesia. Tapi, semuanya harus melewati sebuah proses. Terus terang saya masih menikmati proses ini," terang Seto Nurdiyantoro, Rabu (16/10/2019).

 

2 dari 2 halaman

Masih Ingin Belajar

Pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan AFC Pro ini tak mau berandai-andai terkait menjadi pengganti Simon McMenemy. Seto mengaku ingin belajar banyak sebelum menjadi bagian dari staf pelatih Timnas Indonesia.

Seto mengaku melatih klub dengan tim nasional jelas berbeda. Seto juga menyatakan ketertarikannya masuk di jajaran tim pelatih Timnas Indonesia, mulai dari asisten terlebih dahulu.

"Jika memang ada kesempatan, saya ingin menjadi asisten pelatih dulu. Semua harus belajar, secara pelan-pelan dan bertahap," jelas Seto.

Tim Elang Jawa PSS Sleman menjelma menjadi kuda hitam di bawah asuhan Seto Nurdiyantoro. Menjalani musim pertama di Liga 1, PSS cukup bersaing di posisi tujuh dengan nilai 32 dari 22 laga.

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer