Pendekatan Positif Liverpool ke Xabi Alonso Tak Sesederhana Itu

Liverpool melakukan pendekatan positif ke Xabi Alonso, tetapi situasinya rumit.

Bola.com, Jakarta - Liverpool dikabarkan telah melakukan pendekatan awal kepada Xabi Alonso. Namun, langkah itu masih jauh dari kata "sederhana".

Laporan media Spanyol menyebutkan bahwa Liverpool telah menghubungi perwakilan Alonso untuk menjajaki minat sang pelatih menjadi manajer berikutnya di Anfield.

Pendekatan ini dilakukan di tengah evaluasi internal klub setelah menjalani musim kedua yang naik-turun bersama Arne Slot.

Nama Alonso sejatinya bukan sosok asing dalam bursa manajer Liverpool. Ia sempat menjadi kandidat kuat pengganti Jurgen Klopp ketika pelatih asal Jerman itu memutuskan mundur pada akhir musim 2023/2024.

Namun, saat itu, Alonso memilih bertahan di Bayer Leverkusen, klub yang baru saja ia bawa menjuarai Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah, tanpa sekali pun menelan kekalahan.

Liverpool kemudian mengalihkan fokus dan merekrut Arne Slot dari Feyenoord. Keputusan itu langsung berbuah manis. Slot secara mengejutkan mempersembahkan gelar Premier League pada musim pertamanya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kronologi Pemecatan

Sementara itu, Alonso gagal mengulang kesuksesan menumbangkan Bayern Munchen di Jerman, tetapi performanya tetap cukup meyakinkan hingga membuat jajaran petinggi Real Madrid menilai dirinya layak menjadi penerus Carlo Ancelotti.

Namun, kembalinya Alonso ke Spanyol justru berubah menjadi mimpi buruk. Sejak awal, ia berada di bawah tekanan besar. Real Madrid dipermalukan Paris Saint-Germain dengan skor telak 0-4 di ajang Piala Dunia Antarklub 2025.

Situasi di ruang ganti pun memburuk, dengan sejumlah pemain terang-terangan menunjukkan ketidakpuasan terhadap keputusan-keputusannya.

Otoritas Alonso cepat terkikis, dan kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir. Ia dipecat pada pertengahan Januari.

Kurang dari dua pekan setelah pemecatan tersebut, media Spanyol, AS, melaporkan bahwa Liverpool telah kembali menjalin kontak dengan kubu Alonso. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya The Reds memetakan opsi di tengah performa yang tak konsisten pada musim kedua di bawah Slot.

Ikatan dengan Liverpool

Keinginan Xabi Alonso kembali ke Liverpool bukanlah rahasia. Mantan gelandang Timnas Spanyol itu pernah membela Liverpool selama lima tahun, dari 2004 hingga 2009.

Ia menjadi bagian penting dalam kemenangan legendaris Liga Champions 2005 serta meraih Piala Super Eropa di tahun yang sama, sekaligus membangun ikatan kuat dengan para suporter.

"Tentu ada ikatan dengan klub lama saya, tetapi untuk saat ini, di sinilah tempat saya," kata Alonso, Desember lalu, ketika ia masih menjabat sebagai pelatih Real Madrid.

"Untuk masa depan, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," lanjutnya.

Ucapan itu terasa profetis. Lebih dari sebulan kemudian, Alonso justru didepak oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Meski sumber klub menyebut perpisahan tersebut sebagai kesepakatan bersama, narasi itu banyak diperdebatkan oleh media Spanyol.

Siap Pisah dengan Slot?

Menurut laporan AS, tidak ada perubahan signifikan dalam sikap Alonso terkait masa depannya. Pendekatan Liverpool disebut mendapat respons positif, memperkuat keyakinan manajemen bahwa mereka memiliki opsi kuat jika posisi Slot nantinya dianggap tidak lagi aman.

Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Liverpool benar-benar siap berpisah dengan Arne Slot. Pelatih asal Belanda itu membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim debutnya, prestasi yang jauh melampaui ekspektasi, terutama di tengah masa transisi pasca-kepergian Klopp.

Kesuksesan tersebut justru mendorong Liverpool mempercepat rencana perombakan skuad. Klub menggelontorkan lebih dari 400 juta paun untuk belanja pemain, memecahkan rekor transfer Inggris dua kali demi mendatangkan Florian Wirtz dan Alexander Isak.

Dengan investasi sebesar itu, Liverpool dijagokan banyak pihak untuk mempertahankan gelar.

Namun, musim ini berjalan jauh dari rencana. Liverpool kesulitan mengintegrasikan pemain-pemain anyar, cedera menjadi faktor besar, dan kehilangan ritme permainan. Mereka juga dilanda duka mendalam setelah Diogo Jota meninggal dunia secara tragis, Juli lalu. 

Tunggu Akhir Musim?

Hingga berita ini diunggah, Liverpool telah menelan 10 kekalahan dari 34 pertandingan di semua kompetisi, dengan hanya meraih 17 kemenangan.

Di Premier League saja, mereka sudah kalah tujuh kali, tiga kali lebih banyak dibanding total kekalahan sepanjang musim lalu. Kekalahan 2-3 dari Bournemouth pada Sabtu lalu menjadi yang terbaru.

Tekanan terhadap Slot pun kian menguat. Penampilan tim yang tidak padu serta jumlah kebobolan yang mengkhawatirkan menjadi sorotan utama. Sejumlah laporan bahkan menyebut posisinya terancam.

Media Spanyol mengklaim Slot kemungkinan akan tetap diberi kesempatan hingga akhir musim, sebelum Liverpool mengambil keputusan final, apakah akan bergerak serius mengejar Alonso.

Sementara itu, Alonso diperkirakan tidak akan terburu-buru menerima pekerjaan baru, memilih rehat sejenak sebelum kembali ke pinggir lapangan.

 

Sumber: SI

Video Populer

Foto Populer