Sukses


Febri Hariyadi, Winger Spesial Persib dengan Beragam Keahlian

Bola.com, Bandung - Kiprahnya sebagai pemain sayap Persib Bandung membuat sosok Febri Hariyadi makin terkenal. Itu semua karena kepiawaiannya dalam menggocek bola ditambah dengan kecepatannya yang membuat lawan kerepotan.

Tak heran pemain kelahiran Bandung, 19 Februari 1996 ini selalu menjadi andalan Persib Bandung sejak beberapa musim lalu. Pemain berusia 24 tahun ini memang selalu menjadi starter di sektor sayap.

Pemain jebolan Diklat Persib ini mulai terlihat kualitasnya saat memperkuat Persib U-21 pada 2010 hingga 2015. Pada 2016, pemain yang akrab disapa Bow ini ditarik memperkuat tim senior Persib.

Kecepatan, trik mengecoh pemain lawan, umpan silang, dan terobosannya dari sayap membuat tim lawan kesulitan menghalau. Kecepatan yang dimilikinya membuat Febri sempat mendapat julukan RX King. Sementara masih ada julukan lainnya, seperti Wonderkid, Anak Ajaib, The Kartu Koneng, dan Rising Star.

Pemain Persib Bandung berusia 24 tahun ini pun memiliki keberanian untuk melepaskan tendangan langsung ke gawang lawan dari jarak jauh.

2 dari 5 halaman

Penampilan Apik pada 2017 dan Panggilan Timnas Indonesia

Pada 2017, Febri dimainkan sebagai starter Persib Bandung dalam empat laga di ajang Piala Presiden 2017. Tak hanya itu, pada kompetisi Liga 1 2017, Febri bermain selama 1.822 menit dalam 21 kali penampilannya dan mencetak 4 gol.

Berkat penampilan yang ciamik, Febri pun dipanggil mengikuti seleksi oleh pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla, untuk persiapan SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.

Semenjak itu, Febri pun selalu menjadi pemain yang terpanggil ke Timnas Indonesia, siapa pun pelatihnya. Terkadang, ia menjadi satu-satunya pemain Persib yang dipanggil Timnas Indonesia.

3 dari 5 halaman

Sempat Menurun pada 2018, Febri Tetap Andalan Persib hingga Saat Ini

Namun, pada kompetisi Liga 1 2018, Febri hanya bermain selama 1.328 menit dalam 17 kali bermain. Produktivitas golnya sedikit menurun. Ia hanya melesakkan satu gol.

Meski demikian, pemain bernomor punggung 13 di Persib Bandung ini tetap memiliki karier yang moncer. Febri pun menjadi sosok spesial bagi Persib di sayap lini depan.

Terlebih pada musim 2019, Febri mengoleksi sembilan gol dengan bermain selama 2.331 menit dalam 28 pertandingan. Maka itu sosok Febri dipastikan tetap menjadi salah satu pemain andalan pada musim 2020 ini.

Perannya di sektor sayap musim ini dibayangi pemain muda, seperti Frets Butuan. Bahkan Febri sempat duduk di bangku cadangan setelah Robert Alberts memberi kepercayaan kepada Frets sebagai starter.

Febri baru bermain selama 156 menit dalam tiga penampilannya di Shopee Liga 1 2020. Meski demikian sosok Febri tetap akan menjadi pemain spesial bagi Persib. Bahkan kabarnya manajemen Persib tidak akan melepas Febri.

4 dari 5 halaman

Mengapa Febri Hariyadi Begitu Dominan?

Melihat data statistik di penjelasan sebelumnya, Febri baru benar-benar bisa menunjukkan kualitasnya pada Liga 1 2019. Kematangan bermain dan kecocokan dengan skema permainan Persib menjadi faktor utamanya.

Coach Alberts dikenal kerap mengusung formasi 4-4-2. Ada pun Febri dimainkan sebagai sayap. Namun demikian, ia diberikan tugas lebih, yakni menusuk dari tengah. Soal tusukan dari sayap, ia terbantukan oleh bek sayap mereka, seperti Supardi misalnya, yang siap membantu penyerangan.

Peran serupa juga diemban oleh Esteban Vizcarra, pemain berposisi asli gelandang tengah yang diplot sebagai winger. Esteban tak secepat Febri dalam hal akselerasi, namun ia tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai playmaker.

Praktiknya di lapangan, Persib akan mengubah formasinya ketika menyerang menjadi 4-2-2-2, dengan Esteban dan Febri berada tepat di belakang dua striker. Febri diberikan keleluasaan untuk menguasai bola dari dan ke sayap, serta bermanuver layaknya seorang second striker yang siap menusuk ke jantung pertahanan lawan.

Alih-alih menjadi winger 'tradisional' yang hanya bergerak di sisi lapangan, Febri justru sulit ditebak. Pola bermainnya mirip seperti Eden Hazard di Real Madrid atau Christian Pulisic di Chelsea.

Kini, tinggal bagaimana Febri bisa menjaga konsistensi permainan di tiap laga. Faktor lain seperti cedera yang menjadi momok buat pesepak bola harus dihindari sebisa mungkin.

5 dari 5 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer