Sukses


Pelatih Arema FC Pamer Fanatisme Suporter di Indonesia ke Media Argentina

Bola.com, Jakarta - Mario Gomez, pelatih Arema FC kepada media Argentina, Cadena 3, bercerita tentang petualangannya di Asia, termasuk di Indonesia saat ini. Nakhoda asal Argentina tersebut mengaku bahagia dengan pekerjaannya.

Sejak akhir 2014 Gomez mulai meretas karier di Asia. Ia menciptakan sensasi kesuksesan bersama klub kaya Malaysia, JDT, sebelum akhirnya sekarang menukangi Arema FC.

"Pada Desember 2014 saya pergi dari Deportivo Cuenca ke Hong Kong dan dari sana saya menjalin hubungan dengan Presiden klub South China, dan momen ini jadi awal karier saya di di Asia," jelasnya kepada Cadena 3.

"Saya suka bekerja di Asia karena saya tidak punya banyak kesempatan untuk bekerja di negara saya, Anda bisa hidup dengan baik dan ada juga banyak gairah, sepak bola di sini sangat menyenangkan", timpalnya.

Ia menyebut fanatisme pencinta sepak bola Indonesia tak kalah dibanding Argentina. "Liga profesional di Indonesia seperti Liga Argentina B. Ada banyak semangat, ada 270 juta fans sepak bola yang fanatis. Ada tim besar di Jakarta (Persija Jakarta) dan Bali (Bali United), yang telah bermain dengan 60 ribu orang perpesta di tribune stadion," katanya.

"Orang-orang banyak mengikuti sepak bola yang disiarkan stasiun TV. Klub-klub mendatangkan pemain asing bagus, meskipun kualitasnya tidak seperti Liga Cina atau Thailand, ini terus berkembang," katanya.

Mario Gomez yang telah menangani tiga klub di Indonesia: Persib Bandung, Borneo FC, serta Arema FC, juga bercerita soal popularitas dua mestro sepak bola Negeri Tango.

"Mereka tahu dan menggilai Lionel Messi dan Diego Maradona. Saya banyak melihat anak-anak di Indonesia dengan kostum Timnas Argentina. Memang mereka tidak mengikuti Liga Argentina, tapi kecintaan mereka ke La Liga Spanyol dan Serie Italia atau Premier League amat luar biasa," ucap pelatih kelahiran 27 Februari 1957 itu.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

2 dari 3 halaman

Jalani Karantina di Hotel

Mario Gomez juga bercerita soal pengalamannya menjalani karatina di sebuah hotel di Malang sepanjang pandemi corona COVID-19. 

 "Pada 1 Juli Liga 1 Indonesia akan dimulai kembali jika kondisi membaik. Saya dan para asisten ingin menjalani karantina bersama keluarga keluarga di Argentina, tetapi situasinya sulit. Kami tidak bisa mudik begitu saja," katanya.

Sang mentor amat berharap situasi di Indonesia membaik. "Semua merindukan sepak bola di sini. Tapi keadaan membuat kami tak bisa melakukan apa-apa. Semoga pandemi ini cepat berlalu," tutur Gomez.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer