Sukses


Makan Konate Bercerita Beda Idulfitri di Mali dengan Indonesia

Jakarta - Pandemi virus corona COVID-19 memaksa umat muslim merayakan Lebaran tahun ini dengan berbeda. Salah satu yang merasakannya gelandang Persebaya Surabaya, Makan Konate.

Konate masih tertahan di apartemen tempat pemain Persebaya menginap. Ia tak bisa pulang ke negaranya yang tengah melakukan lockdown untuk memerangi pandemi corona.

"Lebaran ini saya tinggal di apartemen aja. Saya mengobati rindu dengan keluarga dengan telepon dan video call," ujar Konate yang kelahiran 10 November 1991 itu.

Pemilik nomor punggung 10 ini menceritakan tradisi Idul Fitri di Indonesia berbeda dengan Mali. Dia menyebut Lebaran di Mali bersifat lebih internal di masing-masing keluarga.

"Lebaran di Mali beda dengan di Indonesia. Di negara saya, Iduladha yang selebrasinya lebih terasa. Pada Idulfitri di Mali, habis dari shalat semua keluarga kumpul di rumah. Kami saling bersalaman antar keluarga dekat saja untuk kemudian bersantap bersama secara sederhana," ungkap Makan Konate.

 

2 dari 3 halaman

Rindu Tradisi Lebaran

Konate merindukan tradisi Lebaran di Mali. Salah satunya makanan di kampung halaman. Meski mengaku bisa memasak sendiri makanan untuk berbuka dan sahur, kali ini dia tidak dapat membuat masakan khas Lebaran.

"Makan lebaran di Mali itu sup ayam. Tapi di sini saya tidak bisa membuatnya," kata eks pemain Persib Bandung itu.

Pemain 28 tahun itu memiliki harapan di Idulfitri tahun ini. Dia ingin pandemi corona segera berakhir dan bisa kembali merumput.

"Tradisi lebaran tidak bisa celebrate karena Corona. Tapi disyukuri saja dan semoga Corona segera pergi," ucap sang gelandang serang.

 

Sumber asli: Persebaya

Disadur dari: Liputan6.com (Harley Ikhsan, Published 24/5/2020)

 

3 dari 3 halaman

Video

Pemain Bhayangkara FC, Jajang Mulyana Giat Lakukan Penyembuhan Tahap Akhir Pasca Cedera

Video Populer

Foto Populer