Sukses


Susul Gelandang Persib, 5 Pemain Ceres-Negros Ini Layak untuk Dibajak Klub Indonesia

Bola.com, Jakarta - Ceres-Negros selamat dari kebangkrutan. Tim berjulukan The Busmen itu akan dijual ke investor baru dan bakal berganti nama.

Sebelum berpindah tangan, Ceres-Negros diterjang krisis finansial. Presiden The Busmen, Leo Rey Yanson, yang juga seorang pengusaha transportasi, terhimpit masalah keuangan karena serangan pandemi virus corona.

Krisis finansial membuat Ceres-Negros terpaksa tidak membayar gaji pemain selama wabah virus corona. Sejumlaj pemain memilih untuk meninggalkan The Busmen, seperti James Younghusband yang pensiun dan Josh Grommen.

Sederet nama dikabarkan bakal menyusul Younghusband dan Grommen keluar dari Ceres-Negros. Pasalnya, sejumlah pemain The Busmen memiliki kualitas yang bisa dilirik oleh klub lain, termasuk dari Indonesia.

Ada satu pemain Ceres-Negros yang tengah berkiprah saat ini. Adalah Omid Nazari, gelandang Persib Bandung yang memperkuat The Busmen pada 2017-2019.

Lantas, siapa saja pemain Ceres-Negros yang layak dibajak klub Indonesia? Berikut Bola.com meringkas lima di antaranya:

2 dari 7 halaman

Bienvenido Maranon

Bienvenido Maranon menjadi properti paling panas milik Ceres-Negros. Penyerang asal Spanyol tersebut merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah AFC Cup dengan 35 gol sejak 2016.

Maranon juga kerap dikait-kaitkan dengan Persija Jakarta, tim yang dibobolnya dua kali pada AFC Cup 2019.

"Saya bersedia untuk pindah dan menunggu tawaran yang menarik untuk melanjutkan karier saya di Asia," kata Maranon kepada Bola.com.

"Saat ini saya masih berada di Filipina dan mungkin akan pulang ke Spanyol pada pertengahan Juli dan menunggu di sana sampai latihan Ceres-Negros dimulai atau hijrah ke klub lain. Saya terbuka dengan semuanya," imbuh Maranon.

3 dari 7 halaman

Stephan Schrock

Stephan Schrock adalah pemain kedua Ceres-Negros yang layak dibajak oleh klub Indonesia. Penyerang berusia 33 tahun itu adalah tandem Maranon di The Busmen.

Schrock bergabung dengan Ceres-Negros pada 2017. Pemain naturalisasi asal Jerman menjadi bagian penting dari kesuksesan The Busmen ketika meraih tiga gelar Filipina Football League (PFL) pada 2017-2019.

Lahir di Jerman, Schrock mendapatkan paspor Filipina pada 2011 lalu. Sehingga, mantan pemain Eintracht Frankfurt ini bisa dihitung sebagai pemain asing Asia di Shopee Liga 1.

4 dari 7 halaman

Mike Ott

Dengan kemampuan yang dimilikinya, rasanya pantas klub Indonesia meliirik Mike Ott. Gelandang berusia 25 tahun itu bergabung dengan Ceres-Negros pada 2018.

Peran Ott tidak tergantikan di lini tengah Ceres-Negros. Pemain kelahiran Munchen, Jerman tersebut kerap memberikan umpan-umpan matang kepada Maranon dan Schrock.

Lahir dan Besar di Jerman, Ott memilih untuk membela Timnas Filipina pada 2016. Darah Filipina mengalir dari ibunya.

5 dari 7 halaman

Jose Porteria

Nama Jose Porteria bisa dipertimbangkan oleh klub Indonesia. Berposisi sebagai penyerang, pemain berusia 26 tahun itu telah mencetak tiga gol di Kualifikasi Liga Champions Asia (LCA) dan Piala AFC 2020 bagi Ceres-Negros.

Porteira juga telah menjadi andalan Timnas Filipina sejak 2013. Namun, ia kerap berstatus pelapis karena kalah bersaing dengan Javier Patino.

6 dari 7 halaman

Manuel Herrera

Sama seperti Maranon, nama Manuel Herrera juga dihubung-hubungkan dengan kepindahan ke Persija Jakarta pada musim lalu. Namun, bek asal Spanyol tersebut tetap bertahan di Ceres-Negros.

Herrera bergabung dengan Ceres-Negros pada 2017. Sejak saat itu, peran pemain berusia 28 tahun ini tidak tergantikan.

Herrera punya segala atribut sebagai bek tangguh. Tingginya mencapai 182 cm. Pemain kelahrian Sevilla ini juga mahir membangun permainan dari lini belakang.

7 dari 7 halaman

Video

Wawancara Elkan Baggott

Video Populer

Foto Populer