Sukses


Jika Liga 1 Dibatalkan, Eks Persib Berharap Pemain Tetap Dapat Gaji yang Layak

Bola.com, Jakarta - Mantan Pemain Persib Bandung, Jajang Sukmara, berharap ada solusi terbaik yang disepakati manajemen klub jika kompetisi Shopee Liga 1 dan Liga 2 gagal digelar pada Oktober mendatang.

Pernyataan dari Jajang Sukmara itu menyusul adanya peningkatan kasus wabah virus corona di Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Bandung dan Surabaya.

Persatuan Sepak Bola Seluru Indonesia (PSSI) memastikan jika kompetisi akan dilanjutkan kembali pada Oktober mendatang. Namun, beberapa pekan lalu, kasus penyebaran virus vorona semakin tajam seperti klaster baru di Bandung di Komplek SECAPA Angkatan Darat. Di SECAPA diketahui 1.280 orang positif COVID-19.

Di Yogyakarta, pekan lalu ada klaster baru sebanyak enam orang. Padahal, Yogyakarta akan dipakai home base tim-tim dari luar Pulau Jawa pada Liga 1 yang rencananya digelar Oktober mendatang.

PSSI pun dipastikan tidak bisa menggelar kompetisi jika Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) tidak mencabut situasi darurat virus corona. Hal ini pula yang mendasari empat tim untuk berpikir ulang soal kelanjutan kompetisi. Empat tim tersebut yakni Barito Putera, Persik Kediri, Persebaya dan Persita Tangerang.

"Saya sih berharap ada solusi jika kompetisi tidak digelar. Ya minimal masih ada pendapatan pemain. Tidak perlu besar, minimal UMR (Upah Minimum Regional) daerah masing-masing. Karena kan pendapatan pemain sepak bola itu ya hanya dari kompetisi," kata Jajang Sukmara kepada Bola.com, Sabtu (11/7/2020).

"Soalnya masih tanda tanya juga ini kompetisi karena kasus corona ini masih menanjak. Sekarang kan di Bandung baru-baru ini diketahui ribuan orang tertular COVID-19. Jadi, apa masih bisa Liga 1 berjalan sementara virus corona masih mengancam," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Dibayarkan Sampai Desember

Pemain yang musim ini bergabung dengan PSCS Cilacap ini mengatakan selama hampir empat bulan ini, semua pemain termasuk dirinya kelimpungan mencari penghasilan untuk menafkahi keluarga.

Betuntungnya, Jajang Sukmara memiliki istri yang mempunyai bisnis kecil-kecilan berjualan online. Namun, bagi pemain lain yang tidak punya usaha sampingan, tentunya pendapatan dari gaji sebagai pesepak bola lah yang diandalakan.

Jadi, kata pemain kelahiran Soreang ini, PSSI pun harus mempunyai kebijakan juga jika kompetisi benar-benar tidak bisa diputar kembali.

"Ya minimal gaji sampai bulan Desember. Terus terang selama kompetisi ini berhenti semua pemain sangat kesulitan. Jadi, harus ada solusi, klub tetap menggaji kalau kompetisi tidak jalan , minimal sampai bulan Desember. Mungkin subsidi bisa dibagi rata," Jajang Sukmara mengakhiri pembicaraan.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer