Sukses


Mario Gomez Dalam Angka: Berjaya di Malaysia, Merana di Indonesia

Bola.com, Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari Mario Gomez pada 3 Agustus 2020. Pelatih asal Argentina itu memilih mengundurkan diri dari Arema FC setelah memimpin tiga pertadingan Liga 1 2020.

Keputusan Mario Gomez cukup mengejutkan. Kabarnya, hal itu dilatarbelakangi kebijakan PSSI seputar kewajiban membayarkan gaji sebesar 50 persen  setelah liga dilanjutkan.

"Sekitar dua pekan lalu Mario Gomez menghubungi saya. Intinya berterima kasih sudah membawanya ke Arema. Ia tidak menyalahkan Arema karena situasi seperti ini. Gomez memilih untuk tidak melanjutkan karier di Arema," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Keputusan Mario Gomez tentu membuat Arema memilih pasrah. Manajemen Arema tak bisa memaksa Mario Gomez untuk bertahan.

Padahal, Mario Gomez merupakan pelatih berkelas yang meraih kesuksesan di Malaysia. Sejumlah gelar berhasil dipersembahkan pelatih berusia 63 tahun itu di Malaysia.

Sayangnya, karier manis Gomez di Malaysia tak berlanjut di Indonesia. Bersama tiga klub yang sudah menggunakan jasanya, Gomez hanya mampu menyelesaikan satu musim penuh bersama Borneo FC.

Adapun sisanya Gomez lebih banyak merana. Mulai dari dipecat Persib Bandung, hingga harus mundur dari Arema karena tak mau gajinya hanya dibayar 50 persen.

Lantas, seperti apa kiprah Mario Gomez sebagai pelatih? Berikut ini angka-angka yang dapat menyimpulkan karier pelatih pemilik nama lengkap Roberto Carlos Mario Gomez itu.

2 dari 8 halaman

4

Mario Gomez mengawali karier kepelatihannya pada 1997. Ketika itu, Gomez menjadi asisten dari pelatih Hector Cuper di Lanus.

Setelah itu, Gomez juga diajak Cuper menjadi pendampingnya di Mallorca, Valencia, hingga Inter Milan. Gomez menjadi asisten Cuper di empat klub berbeda.

Bersama Hector Cuper, Gomez membantu Lanus meraih gelar Copa Conmebol 1996, Mallorca gelar Supercopa de Espana 1998, dan bersama Valencia juga meraih gelar yang sama pada 1999.

3 dari 8 halaman

2004

Mario Gomez menukangi tim untuk pertama kalinya sebagai pelatih pada 2004. Ketika itu, Mario Gomez dipercaya menjadi pelatih klub Argentina, Gimnasia La Plata.

Sejak saat itu, Gomez tak memiliki karier yang lama dan doyan berganti klub. Pada 2014, Gomez menjajal petualangan di Asia dengan bergabung dengan South China.

4 dari 8 halaman

5

Pada 2015, Mario Gomez melanjutkan karier di Malaysia bersama Johor Darul Ta'zim. Bersama JDT menjadi masa-masa kesuksesan buat Gomez.

Pelatih asal Argentina itu berhasil mempersembahkan 5 tofi untuk JDT, yaitu dua gelar Malaysia Super League, satu gelar Piala FA Malaysia, dan satu gelar Piala Sumbangsih. Gomez juga sukses memberikan JDT gelar Piala AFC 2015.

5 dari 8 halaman

2018

Sukses di Malaysia, Mario Gomez kemudian menjajal Indonesia dengan bergabung dengan Persib Bandung pada 28 November 2017. Mario Gomez berhasil membuat Persib sebagai tim yang disegani.

Persib sempat menjadi tim yang berhasil jadi juara paruh musim. Namun, sayangnya performa Persib menurun setelah laga kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang berujung tewasnya suporter.

Persib kemudian mendapatkan sanksi bermain di luar Jawa Barat. Performa Persib semakin anjlok setelah hanya memenangi satu laga dari 11 pertandingan. Mario Gomez akhirnya dipecat pada 12 Desember 2018.

6 dari 8 halaman

2019

Mario Gomez tak lama menanggur. Pada 15 April 2019, pelatih asal Argentina itu ditunjuk menukangi Borneo FC.

Sayangnya, Mario Gomez kembali gagal meraih gelar di Indonesia. Borneo FC hanya mampu finis di peringkat ketujuh Liga 1 2019.

7 dari 8 halaman

2020

Mario Gomez melanjutkan kariernya dengan bergabung bersama Arema FC pada Januari 2020. Dalam turnamen Piala Gubernur Jatim 2020 yang diikuti sebagai debutnya, Gomez gagal membantu Arema juara. Klub berjulukan Singo Edan hanya mencapai babak semifinal setelah kalah dari Persebaya Surabaya.

Adapun di Shopee Liga 1 2020, Arema FC belum sepenuhnya mampu meraih hasil maksimal bersama Gomez. Klub asal Jawa Timur meraih sekali kemenangan dan menelan dua kekalahan pada awal musim.

8 dari 8 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lebih Dekat dengan Sandy Walsh (Part 2), Beragam Alasan untuk Bisa Bela Timnas Indonesia

Video Populer

Foto Populer