BRI Super League: Produktivitas Lini Depan PSIM Macet, Begini Kata Jean-Paul van Gastel

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, angkat bicara soal macetnya produktivitas gol lini depan Laskar Mataram dalam beberapa laga terakhir.

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, angkat bicara soal macetnya produktivitas gol lini depan Laskar Mataram dalam beberapa laga terakhir. Apa katanya?

Pelatih asal Belanda itu mengatakan, kontribusi para penyerang tak bisa dinilai semata dari jumlah gol. Nama-nama seperti Nermin Haljeta, Ezequiel Vidal, hingga Deri Corfe memang cukup lama tak mencatatkan namanya di papan skor.

Nermin Haljeta, misalnya. Penyerang asal Slovenia itu hampir empat bulan lamanya tidak membuat gol. Kali terakhir, gol keempatnya di musim ini tercipta ketika PSIM menang 2-1 atas Persik Kediri, 31 Oktober 2025.

"Mereka perlu mencetak gol, itu sudah jelas. Tetapi saya pikir Anda harus melihat konteks yang kami jalani sebagai klub, sebagai tim, dari mana klub ini berasal, dan apa yang tim saya tampilkan," ujar Van Gastel.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Patut Diapresiasi

Pemilik lisensi UEFA Pro tersebut menekankan kerja keras para pemainnya di lapangan patut diapresiasi. Ia sadar betul ekspektasi publik sangat tinggi karena PSIM bersaing di level tertinggi kompetisi nasional.

"Saya pikir apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang sangat hebat. Saya mengerti bahwa semua orang kecewa dan memang harus begitu karena kami bermain di level tertinggi di sini, jadi itu hal yang bagus," katanya.

Menurut Van Gastel, penilaian dari luar terkadang tidak sepenuhnya mencerminkan progres yang terjadi di dalam tim. Sebaliknya, ia melihat perkembangan PSIM berjalan lebih baik sejauh ini.

"Menurut saya, apa yang dilakukan tim saya jauh lebih baik daripada apa yang dipikirkan semua orang," tegas Jean-Paul van Gastel.

 

Jawaban soal Minimnya Rotasi

Selain soal lini depan, Van Gastel juga merespons pertanyaan terkait minimnya rotasi pemain yang ia lakukan. Ia menyebut keputusan itu murni berdasarkan pemilihan komposisi terbaik di setiap laga.

"Mengenai pemilihan tim, saya selalu menempatkan tim terbaik saya di lapangan. Jadi saya tidak mempertimbangkan rotasi karena saya selalu menempatkan tim terbaik saya di lapangan," jelas pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Selama menangani Laskar Mataram, Jean-Paul van Gastel sangat jarang melakukan rotasi pada line-up. Perubahan hanya dilakukan jika pemain menepi karena cedera atau akumulasi kartu kuning.

 

Posisi Klasemen

Hingga pekan ke-20, Tim Naga Jawa masih bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 31 poin.

Reva Adi Utama dan kolega mengumpulkan delapan kemenangan, tujuh seri, plus lima tumbang. Laskar Mataram juga telah mencetak 24 gol serta kebobolan 23 kali.

Terdekat, PSIM dijadwalkan bertandang ke markas Persik dalam pekan ke-21 BRI Super League. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026) pukul 15.30 WIB.

Simak Persaingan Musim Ini:

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer