Sukses


Menjaga Anak yang Tertimpa Musibah, Ilija Spasojevic Sudah Izin ke PSSI dan Shin Tae-yong

Bola.com, Jakarta - Penyerang Bali United, Ilija Spasojevic, masih tertahan di Bali. Striker naturalisasi tersebut belum bisa bergabung dengan Timnas Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mencantumkan nama Ilija Spasojevic untuk pemusatan latihan (training centre) di Jakarta. Mayoritas dari 29 pemain yang dipanggil telah bergabung sejak 23 Juli 2020.

Namun, Spaso terpaksa telat merapat ke Timnas Indonesia. Pasalnya, pemain naturalisasi kelahiran Montenegro ini harus menjaga anak keduanya, Iriana Spasojevic, yang tertimpa musibah.

Ketika Spaso bersiap terbang ke Jakarta, Irina terjatuh dan mengalami patah tulang. Pemain berusia 32 tahun itu harus menemani anak bontotnya itu di rumah sakit mengingat statusnya sebagai orang tua tunggal.

Spaso menjadi single parent setelah istrinya, Lelhy Arief, meninggal dunia pada November 2019 karena sakit.

Sekretaris Bali United, Michael Gerald mengatakan, Ilija Spasojevic telah mengabarkan kepada Shin Tae-yong dan PSSI terkait keterlambatannya bergabung dengan Timnas Indonesia.

"Spaso sudah izin ke PSSI, termasuk ke coach Shin Tae-yong, untuk sementara waktu menemani anaknya yang mengalami patah tangan sesaat sebelum keberangkatannya ke Timnas Indonesia," kata Michael Gerald kepada Bola.com.

"Dia sebenarnya sudah siap untuk terbang ke Jakarta. Sudah ikut rapid test juga. Namun, terjadi musibah yang membuatnya batal terbang ke Jakarta. Tapi, Spaso selalu semangat saat dipanggil Timnas Indonesia karena ini merupakan kebanggaan untuk dia," imbuhnya.

2 dari 3 halaman

Penjelasan Ilija Spasojevic

Melalui laman Bali United, Ilija Spasojevic mengungkapkan duduk perkara mengapa ia telat datang ke Jakarta. Mantan pemain Persib Bandung ini juga masih menunggu kedatangan ibunya dari Montenegro untuk menjaga Irina dan anak sulungnya, Dragan Spasojevic.

"Saya sudah ada tiket keberangkatan dan hasil rapid test untuk mengikuti TC Timnas Indonesia di Jakarta. Tapi, saat mau persiapan berangkat, anak perempuan saya terjatuh dan patah tangan kirinya. Jadi saya mesti antar anak ke rumah sakit. Semua berkas dari rumah sakit sebagai bukti bahwa anak saya dirawat, sudah saya berikan ke PSSI. Saya berterima kasih kepada PSSI dan tim pelatih dan coach Shin Tae-yong sudah memaklumi keadaan saya saat ini," terang Spaso.

"Saya selalu bangga dan senang mendapat panggilan Timnas Indonesia dari 2017. Hal ini juga membuat saya mau menjadi Warga Negara Indonesia. Tapi, sebagai pemain Timnas Indonesia, saya juga seorang ayah yang punya tanggung jawab untuk kedua anak saya. Jika ibu saya sudah bisa datang dan masuk ke Indonesia untuk menjaga kedua cucunya, mungkin saya baru bisa menyusul untuk bergabung dengan Timnas Indonesia," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer