Sukses


Produsen Apparel Persis Solo Maksimalkan Segala Strategi untuk Dorong Penjualan Jersey

Bola.com, Solo - Apparel jersey resmi Persis Solo, DJ Sport, memaksimalkan sejumlah strategi untuk meningkatkan penjualan di tengah pandemi virus corona COVID-19. Bahkan penjualan secara online dimaksimalkan, termasuk dengan memberikan sejumlah program promo.

Merebaknya pandemi COVID-19 membuat lumpuh berbagai sektor, termasuk dunia sepak bola. Tidak hanya pemasukan pemain yang ikut terdampak, tapi juga merembet ke dunia bisnis klub, seperti merchandise.

Berbagai apparel atau produsen alat olahraga di Indonesia berlomba-lomba untuk bertahan di tengah krisis akibat virus Corona. Banyak cara ataupun strategi yang masih bisa dilakukan, setidaknya bisa menjadi sumber pemasukan.

Seperti yang dilakukan oleh DJ Sport, apparel resmi klub Persis Solo. Perusahaan asal Sragen yang berkantor pusat di Solo ini sebenarnya adalah pemain lama di dunia konveksi penyedia jersey serta produk merchandise lainnya.

Selain Persis, DJ Sport juga memenuhi kebutuhan seragam bagi tim Liga 1, Tira Persikabo. DJ Sport menyediakan dua tipe jersey Persis Solo yang dirilisnya, yakni autentik atau player issue. Jersey kandang atau berwarna kebesaran merah paling laku terjual dengan harga Rp298 ribu.

Sayangnya, pandemi dan terhentinya kompetisi memang berdampak buruk. Padahal strategi dalam kerja sama dengan Persis begitu matang pada musim ini. DJ Sport mengklaim terjadi penurunan yang cukup drastis sebagai dampak pandemi COVID-19.

"Kondisi saat ini bisa dibilang memang sedang tidak bagus, bisa dibilang lesu. Kami sudah memberikan program menarik. Tapi, karena liga tidak jalan, itu menjadi faktor utama penurunan," terang pemilik DJ Sport, Dimas Yustisia kepada Bola.com, Rabu (5/8/2020).

Sebelum pandemi virus Corona merebak, animo suporter Persis Solo yang membeli jersey sangat tinggi. Bahkan terjual hingga 1.000 buah hanya dalam waktu satu pekan. Hal itu berbanding terbalik ketika pandemi COVID-19 datang dan membuat semua sektor ikut terdampak.

"Sampai sekarang baru terjual sekitar 450 jersey, selama berbulan-bulan semenjak kompetisi dihentikan akibat virus Corona," katanya.

"Saat ini dalam sehari, hanya dua jersey yang terjual, padahal kami genjot dengan bonus seperti diskon 20 persen. Kemudian kami juga memberi bonus jaket, kaos, atau pernak-pernik lainnya," ujar Dimas Yustisia.

2 dari 4 halaman

Melawan Pandemi COVID-19

Pandemi virus Corona sempat tak begitu berdampak terhadap penjualan produk merchandise Persis Solo. Terutama saat penjualan jersey klub yang justru dalam tren positif pada Mei lalu.

Pandemi virus Corona memaksa kompetisi sepak bola Indonesia ditangguhkan. Bahkan Persis bernasib sial. Tim kebanggaan Pasopati itu belum sempat bertanding ketika Liga 2 2020 dibuka pada 15 Maret lalu.

Kemudian kompetisi harus ditangguhkan lebih dari empat bulan, tidak ada aktivitas pertandingan sepak bola di Indonesia.

Para penggemar Persis Solo sempat masih antusias untuk mendapatkan jersey tim kebanggaannya untuk musim 2020 ini. Pada periode Mei, 423 buah jersey tetap laku terjual, dengan rincian jersey kandang terjual 378 buah dan jersey tandang sebanyak 45 buah.

"Saya bertanya kepada konsumen, alasannya memang karena tidak ada kompetisi atau pertanyaan. Pemain Persis juga belum sempat memakai kostum kebesarannya karena batal menjalani pertandingan perdana. Jadi masyarakat ragu untuk membelinya," tuturnya.

"Produksi harus disetop karena stok kami masih banyak, jadi dihabiskan terlebih dahulu sambil menunggu kompetisi berlanjut. Semoga Persis bisa tampil di kandang sendiri, membuat masyarakat Solo bergairah kembali untuk membeli produk merchandise," beber pemilik DJ Sport itu.

3 dari 4 halaman

Mengandalkan Online

Seperti halnya klub lain, Persis Solo cukup mengandalkan pemasukan dari bisnis jersey tim. Namun, situasi sekarang ini membuat penjualan dengan cara online sangat diandalkan, mengingat social distancing maupun physical distancing masih diberlakukan.

Penjual via online juga cukup efektif, dan sangat diandalkan oleh DJ Sport. Bahkan dalam strateginya, pembeli mendapatkan banyak keuntungan jika membeli produk secara online.

"Strategi bisnis selama pandemi kami ubah dengan sistem belanja online melalui website resmi DJ Sport. Kami punya program diskon jika belanja secara online," jelasnya.

"Dengan memakai potensi penjualan lewat berbagai platform seperti Shopee dan lainnya. Faktor utama karena liga belum mulai membuat semangat membeli ikut turun," jelas Dimas Yustisia.

4 dari 4 halaman

Video

Half Time Show, Menuju Piala Menpora dan Bagaimana Sepak Bola Tanpa Penonton?

Video Populer

Foto Populer