Milomir Seslija Ungkap Progres Positif dan PR Terbesar Persis Solo: Akhirnya Ukir Nirbobol, tapi Produksi Gol Masih Seret

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan sejumlah perkembangan positif sekaligus pekerjaan rumah yang diperlihatkan anak asuhnya

Bola.com, Solo - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan sejumlah perkembangan positif sekaligus pekerjaan rumah yang diperlihatkan anak asuhnya pada putaran kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Sejauh ini, Persis Solo baru bisa mengamankan satu poin saja dari tiga laga yang dilewati pada putaran kedua. Setelah tumbang dari Borneo FC (0-1) dan Persib Bandung (0-1), Laskar Sambernyawa bisa menahan imbang PSIM Yogyakarta (0-0).

Dari catatan juru taktik asal Bosnia-Herzegovina itu, Persis sebetulnya sudah mulai memperlihatkan perkembangan positif dalam transisi bertahan. Namun, di sisi lain, transisi menyerang masih butuh perbaikan.

“Kami sudah memperlihatkan perkembangan yang bagus dalam transisi bertahan. Namun, di saat yang bersamaan, kami justru kurang maksimal dalam melakukan transisi menyerang,” ujar Milomir Seslija.

“Jika kami punya transisi menyerang yang lebih banyak saat melawan PSIM, kami sebetulnya bisa memenangkan pertandingan. Saat para pemain berpikir untuk tidak kalah, saya justru berpikir kami harus menang,” imbuhnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Akhirnya Tidak Kebobolan

Milomir Seslija mengatakan, progres positif akhirnya bisa dicapai Laskar Sambernyawa saat menghadapi PSIM dalam duel bertajuk Derby Mataram. Sebab, Persis akhirnya bisa menjaga gawangnya bersih dari kebobolan.

Sebagai informasi, ini merupakan catatan nirbobol pertama Persis di bawah asuhan pelatih berusia 61 tahun itu. Oleh karena itu, Milo merasa senang dengan perkembangan yang dicapai anak asuhnya ini.

“Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan untuk menghadapi laga berikutnya. Beberapa orang bilang kami bermain sangat bagus ketika melawan PSIM,” ujar Milo.

“Ya, kami memang main bagus karena tidak kebobolan. Ini menjadi cleansheet pertama kami dalam beberapa laga terakhir. Saya rasa ini adalah perkembangan yang positif dan kami layak mendapatkannya,” lanjutnya.

Sepanjang musim ini, Persis memang baru berhasil mengukir dua nirbobol. Sebelum laga melawan Laskar Mataram, mereka terakhir kali mencatatkan pencapaian yang sama pada pekan ke-13 saat menahan Bali United tanpa gol.

 

Produktivitas Masih Seret

Hanya saja, Persis juga harus membenahi produktivitas golnya pada pertandingan berikutnya. Sebab, dalam tiga pertandingan terakhir, Zanadin Fariz dan kawan-kawan masih belum bisa menjebol gawang lawan.

Bagi Milo, ini juga menjadi pekerjaan rumah terpenting. Pasalnya, jika Laskar Sambernyawa terus menerus mengalami kebuntuan, mereka bakal sulit mengamankan kemenangan pada duel-duel selanjutnya.“Namun, sayangnya kami tidak bisa mencetak gol. Itu berarti kami juga tidak bermain cukup bagus. Kami harus bisa memperbaiki catatan ini. Sebab, jika bisa mencetak gol, kami bisa memenangkan pertandingan,” ujar Milo.

“Masih ada banyak hal yang perlu dibenahi. Jadi, tidak ada alasan. Kami tidak punya banyak waktu. Saya sudah bilang kepada pemain agar selalu berusaha berbenah,” lanjut pelatih berlisensi UEFA Pro itu.   

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer