Sukses


Aktivitas Fakhri Husaini: Sibuk Ngantor dan Tetap Menggeluti Sepak Bola

Bola.com, Jakarta - Legenda Timnas Indonesia, Fakhri Husaini kini kembali sibuk di dunia pekerjaannya. Setelah tidak lagi melatih Timnas Indonesia U-16 dan U-19, dirinya kembali ke PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT).

Perusahaan atau pabrik pupuk nasional yang berada di Bontang tersebut adalah tempat bagi Fakhri Husaini bekerja setelah pensiun dari sepak bola. Fakhri Husaini merupakan arsitek di Timnas Indonesia U-16 dan U-19 sejak 2017.

Bahkan ia sempat mengantarkan Timnas Indonesia U-16 melaju ke 16 besar Piala AFC U-16 2018 di Kuala Lumpur, sebelum dikalahkan Australia. Kekalahan dari Australia, membuat langkah Timnas Indonesia U-16 gagal melaju ke Piala Dunia U-17 2019.

Skuat yang dibentuknya cukup mumpuni dengan pemain-pemain terpilih. Sebut saja Ernando Sutaryadi, Bagas Kaffa, Komang Teguh, David Maulana, Byrlian Aldama, Supriadi, dan Bagus Kahfi. Mayoritas pemain timnya tersebut kini masuk skuat Timnas Indonesia U-19 di bawah naungan Shin Tae-yong.

Sayangnya, eks gelandang Timnas Indonesia tersebut harus berpisah dari timnas kelompok usia yang sudah dibangunnya. Hal itu karena ia menolak posisi sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 yang dikepalai Shin Tae-yong sejak Januari lalu.

Alhasil dirinya kembali sibuk bekerja di perusahaan BUMN tempatnya mengabdi. Ia menceritakan aktivitasnya saat ini dalam kanal YouTube Garuda Nusantara beberapa waktu lalu. Meski kembali kerja kantoran, sepak bola tetap tidak bisa lepas dari dirinya.

"Sekarang saya di kantor sebagai manajer departemen CSR Pupuk Kaltim. Aktivitas sepak bola ya tetap melakukan latihan, atau melatih anak-anak karena PKT punya komitmen berkontribusi membangun sepak bola Indonesia melalui usia dini," terang Fakhri Husaini.

2 dari 3 halaman

Melatih Anak-Anak Usia Dini

Klub milik Pupuk Kaltim adalah Pelangi Mandau, yang ikut mencetak pemain masa depan dari wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Fakhri Husaini mengaku tidak sendirian mengelola tim pembinaan usia dini, tapi dibantu oleh mantan pemain PKT lainnya.

"Saya dan mantan pemain mengelola tim sepak bola Pelangi Mandau, tapi setelah adanya pandemi COVID-19 semua berhenti. Semoga segera membaik dan aktivitas sepak bola kembali berjalan. Selain itu, saya juga menjadi kepala keluarga seperti umumnya di rumah," beber pria 55 tahun tersebut.

Ia menjelaskan program pembinaan calon pesepak bola di tim Pelangi Mandau terdiri dari kelompok usia 8 sampai 16 tahun. Dalam pengakuannya, antusiasme yang masuk di timnya begitu besar.

"Ada juga anak yang baru umur enam tahun sudah diikutkan. Bukti besarnya antusiasme untuk menggeluti olahraga sepak bola. Ditunjang dengan fasilitas lapangan berkualitas Stadion Mulawarman yang cukup representatif," lanjut dia.

"Sepak bola bukan soal menang dan kalah, anak usia dini bisa belajar banyak hal. Aspek mental, bersosialisasi, berinteraksi dengan pemain lain. Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari sepak bola," jelas Fakhri Husaini.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer