Sukses


Eks Winger Persib Siswanto Tidak Menyoalkan Ada Pemain Ikut Tarkam

Bola.com, Jakarta - Mantan winger Persekabpas Pasuruan dan Persib Bandung, Siswanto berkomentar mengenai tarkam. Menurutnya, tak jadi soal jika ada pemain yang mengisi waktu luang dengan bermain sepak bola antarkampung.

Dalam beberapa hari belakangan ini, istilah tarkam atau pertandingan sepak bola yang mempertemukan tim amatir dari kampung memang menjadi buah bibir. Bayu Gatra, gelandang PSM, baru-baru ini 'viral' setelah muncul video dirinya dijemput oleh sang ibu saat bermain tarkam.

Sang pemain sudah memberikan klarifikasi mengenai video yang viral tersebut. Meski tidak menyangkal jika dirinya memang ikut serta dalam sebuah pertandingan tarkam, ia menjelaskan bahwa ibunya ketakutan lantaran terjadi keributan yang melibatkan penonton.

Identik dengan keributan, tarkam sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak lama. Namun, karena kemasannya yang ala kadarnya, banyak orang menilai bahwa tarkam berbahaya dan tidak layak dimainkan oleh pesepak bola profesional.

Aji Santoso, pelatih Persebaya, mengatakan bahwa banyak bahaya yang mengintai dari tarkam. Ia secara tegas melarang anak asuhnya untuk ikut serta dalam kegiatan sepak bola antarkampung.

"Saya sudah mengimbau kepada seluruh pemain Persebaya untuk tidak ikut tarkam. Kalau hanya latihan di kampung tidak apa-apa. Tapi, kalau diundang seseorang ikut tarkam, itu jangan," ucap Aji kepada Bola.com.

"Mereka itu harus bisa menjaga status mereka sebagai pemain profesional. Kita tidak tahu yang main tarkam itu seperti apa, omongan orang yang nonton itu pasti bebas. Jangan sampai pemain Persebaya direndahkan oleh penonton tarkam."

"Penonton itu bebas bicara apa saja, tidak ada yang melarang. Untuk menjaga wibawa bahwa mereka sebagai pemain tim sebesar Persebaya Surabaya, tarkam itu tidak layak. Saya selalu melarang anak didik saya main tarkam," imbuh pelatih asli Malang itu.

Akan tetapi, pendapat berbeda diutarakan oleh Siswanto. Mantan winger Persib ini merasa kalau pemain sepak bola profesional sah-sah saja ikut serta dalam tarkam. Apalagi, kondisi sepak bola Indonesia yang masih belum menentu membuat tarkam sebagai alternatif.

"Setuju sih, kalau saya setuju. Begini, sekarang dengan kompetisi dihentikan, sementara kami para pemain mau bermain untuk menjaga kondisi tetap stabil.

"Tergantung dari pemain. Jadi, kita di tarkam ya cari keringat, sambil jaga diri. Memang, kita masih terikat (kontrak), tapi sampai kapan (menunggu)? Pemain bola kan ada batas sabarnya. Kita besar dari sepak bola," katanya lagi.

Selain sekadar mencari keringat, Siswanto tak memungkiri ada perputaran uang di sepak bola tarkam. Yang membedakan adalah, risiko mengalami cedera menjadi tanggung jawab si pemain.

"Uang pasti ada," kata Siswanto diselingi tawa.

"Tapi ya itu tadi, risiko cedera ditanggung sendiri. Alhamdulillah kita bisa jaga diri, dan yang penting adalah menghibur. Kita pemain sepak bola tugasnya adalah menghibur orang, bukan karena materi," ujar eks Persib yang pertama kali bersinar saat membela Persekabpas Pasuruan itu melanjutkan.

2 dari 3 halaman

Berawal dari Tarkam

Nama Siswanto besar ketika berseragam Persekabpas Pasuruan. Ia dikenal memiliki kecepatan dan akurasi umpan silang yang bagus.

Pada sesi wawancara di YouTube Bobotoh TV, ia menceritakan awal kariernya di sepak bola. Adalah Subangkit pelatih yang menemukan bakatnya.

Manariknya, coach Subangkit pertama kali melihat potensi Siswanto pada sebuah pertandingan sepak bola tarkam. "Betul, saya dulu main di tarkam."

"Jadi, dulu pernah ikut tarkam, lalu ada pemandu bakat, dia mantau, yaitu pelatih saya sendiri, Subangkit. Saya tidak menyangka, sebab yang saya lawan adalah legenda Indonesia, termasuk kiper Hendro Kartiko. Saya kalah, tapi berhasil cetak gol ke gawang beliau."

"Coach Subangkit mendatangi saya, lalu menyuruh saya ikut SSB supaya bagus. Berikutnya beliau ajak saya ke rumah, saya masuk akademi begitu lah," ujarnya lagi.

Sumber: YouTube/Bobotoh TV

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer