Sukses


M. Fakhrudin si Goyang Gergaji: 17 Tahun Karier Profesional, Berkostum 13 Klub dan 1 Trofi Juara Liga Indonesia

Bola.com, Makassar - Kiprah M. Fakhrudin sebagai penyerang sayap atau gelandang serang pernah mewarnai pentas Liga Indonesia. Satu yang menonjol adalah aksinya usai mencetak gol buat klubnya yakni berlari ke sudut ke lapangan dan berjoget 'Goyang Gergaji' ala penyanyi dangdut Dewi Persik.

Selain itu, pria kelahiran 14 April 1982 juga dikenal sebagai pemain yang doyan pindah klub. Selama 17 tahun karier profesionalnya sebagai pemain, M. Fakhrudin tercatat berkostum 13 klub. Masing-masing Persebaya Surabaya, Persijap Jepara, Deltras Sidoarjo, Persela Lamongan, PersegI Gianyar, Persiba Balikpapan, Persisam Samarinda, Arema Indonesia, Sriwijaya FC, PSS Sleman, Persik Kediri, Persiku Kudus, dan Persida Sidoarjo.

 

Dari 13 klub itu, hanya di Arema, M. Fakhrudin melakoni dua musim secara beruntun serta dua periode bergabung di Persijap dan Deltras. Dalam channel YouTube Omah Balbalan, Fakhruddin mengungkap alasan dirinya lebih banyak berganti kostum setiap akhir musim.

"Sebagai pemain yang menggantungkan hidup pada sepak bola, saya tentu memilih pindah ke klub yang menawarkan kontrak yang lebih besar. Selain itu, saya memang senang bergaul dan menambah pengalaman," ujar Fakhrudin.

Khusus di Arema, Fakhrudin punya jawaban sendiri mengapa dirinya bisa bertahan sampai dua musim secara beruntun. Bagi pemain asli Sidoarjo ini, Arema adalah tim yang paling berkesan sepanjang karier di sepak bola. Padahal, ia bergabung di Arema saat kondisi keuangan klub lagi minor setelah Bentoel menyerahkan kepengelolaan ke pihak yayasan.

Tak hanya itu, M. Fakhrudin sempat jadi bulan-bulanan Aremania karena dinilai tampil jelek pada latihan perdana tim. "Setiap tendangan saya melambung di atas mistar, sejumlah Aremania serentak berteriak 'Gundul Coret'. Untung saat itu, saya sudah terikat kontrak. Saya juga menggangap teriakan Aremania sebagai pelecut motivasi untuk tampil lebih baik," kenang Fakhrudin.

2 dari 3 halaman

Goyang Gergaji dan Trofi Juara Liga Super Indonesia 2009/2010

M. Fakhrudin membuktikan ucapannya. Ia pun bertekad menghibur Arema dengan tampil trengginas dan melakukan aksi khusus saat mencetak gol. Menurut Fakhrudin, dirinya terkesan dengan aksi Nova Arianto yang lebih dulu dikenal dengan selebrasi Suster Ngesot usai menyumbangkan gol.

"Saya pun terpikirkan untuk meniru Goyang Gergaji ala Dewi Persik yang saat itu tengah booming. Eh ternyata aksi itu jadi hiburan tersendiri dan kemudian melekat pada diri saya," tutur Fakhrudin.

Bersama Arema pula, Fakhrudin meraih prestasi tertinggi saat meraih trofi juara Liga Super Indonesia 2009/2010. Sukses ini terbilang fenomenal, karena manajemen Arema sendiri hanya mematok target bertengger di peringkat delapan atau satu tingkat lebih baik dari musim sebelumnya.

Kehadiran Robert Alberts sebagai pelatih plus pemain asing berkelas seperti Pierre Njanka serta duet Singapura, Noh Alam Sah-M. Ridhuan membuat Arema menjelma menjadi kekuatan menakutkan.

"Kekompakan dan kebersamaan tim pun sangat baik. Totalitas Aremania saat mendukung perjuangan pemain di setiap laga jadi nilai plus tersendiri," terang Fakhrudin.

Sejatinya, Fakhrudin bisa bertahan sampai tiga musim di Arema. Tapi, jelang musim 2011/2012, manajemen Deltras Sidoarjo secara khusus meminta ke pihak Arema untuk memakai jasa Fakhrudin. "Bos Iwan (Iwan Budianto, CEO Arema) pun setuju saya ke Deltras. Saya pun meninggalkan Arema," kenangnya.

Namun, sinar Fakhrudin sempat memudar di Deltras karena kondisi keuangan klub yang minor. Di tim kota kelahirannya itu, gajinya tertunggak enam bulan dan belum terbayar sampai sekarang. Beruntung pada musim berikutnya ada tawaran dari Sriwijaya FC yang meminangnya dengan kontrak yang besar.

"Itulah sepak bola. Saya ambil sisi positifnya saja karena saya mencintai sepak bola," pungkas Fakhrudin.

 

Sumber: channel YouTube Omah Balbalan

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer