Sukses


Penggila Sepak Bola Ini Sukses Pertemukan Puluhan Pemain Profesional Liga 1 dan Liga 2 dalam Fun Game di Batu

Bola.com, Batu - Kerinduan akan sepak bola sepertinya bukan dialami pesepak bola profesional, tapi juga penggila bola. Aksi unik dilakukan pengusaha muda asal Mojokerto, M. Yusuf Andre, Minggu (3/1/2020). Dia mempertemukan 25 pemain Liga 1 dan 2 untuk bertanding di Stadion Brantas, Kota Batu dalm tajuk fun football.

Deretan pemain yang bermain bukan nama sembarangan. Mulai Rendi Irwan, Misbakus Solikin, Bayu Gatra, Bagus Nirwanto, Feby Eka Putra, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Hendro Siswanto, Ahmad Nur Hardianto, Nurdiansyah, sampai Hanif Sjahbandi. 

Ditambah lagi beberapa mantan pemain seperti I Putu Gede, Harianto, dan Ahmad Junaedi. Mereka saling berhadapan dalam tiga babak. Satu tim mengenakan jersey PSMP Mojokerto, sedangkan kumpulan pemain profesional yang berdomisili di Malang mengenakan jersey buatan Ahmad Bustomi.

Fun game antar pemain Liga 1 ini ternyata bukan kali pertama digelar M. Yusuf. Dia sendiri ikut main dengan para pemain tersebut. "Saya ini penghobi sepak bola. Minimal dua kali seminggu saya buat fun game seperti ini juga agar pemain fresh. Kadang di Surabaya, Mojokerto, Malang dan daerah lain. Karena kompetisi tidak jalan. Saya peduli dengan mereka,” jelasnya.

Dalam sekali fun game, menurutnya harus merogoh kocek hingga 50 juta rupiah. Tentunya untuk uang transportasi para pemain. Sebelum pertandingan, dia juga memberikan rangsangan bonus kepada pemain untuk tetap serius bertanding. "Cetak satu gol, ada tambahan 1 juta rupiah. Kalau gol heading, 2 juta rupiah,” katanya kepada para pemain jelang kick off.

Pria 36 tahun ini memberikan bayaran kepada pemain yang ikut fun game sebagai bentuk kepedulian juga. Karena selama tidak ada kompetisi, bayaran pemain profesional dipangkas hingga 75 persen oleh klub.

"Sekali lagi saya peduli dengan pemain. Mereka makan dari sepakbola. Karena itu mata pencahariannya. Tidak masalah saya sisihkan rejeki kita untuk teman-teman,” sambungnya.

 

2 dari 4 halaman

Tanpa Penonton

Sebenarnya, fun game ini bisa jadi magnet mendatangkan penonton. Apalagi banyak pemain Liga 1 yang bermain. Tapi Yusuf berkomitmen menjalankan protokol kesehatan. Dia ingin laga digelar tetap tanpa penonton. Informasi pertandingan ini juga dirahasiakan agar tidak membuat keramaian di dalam stadion.

Mantan pemain Arema, Arif Suyono mengakui jika pertandingan seperti ini sangat dirindukan semua pemain. Karena ada atmosfer pertandingan yang dirasakannya lagi.

"Utamanya, mental tanding tetap terjaga. Saya terima kasih kepada Pak Yusuf Andre yang sering mengumpulkan pemain untuk fun game. Kalau masalah bonus di lapangan, itu sering. Biar pertandingan ada gregetnya. Tapi bukan nominal tujuan utamanya. Tapi biar lebih semangat," jelas pemain yang terakhir membela Putra Sinar Giri, Gresik ini.

Di lapangan, pemain terlihat cukup ngotot dan saling serang. Namun mereka tetap meminimalisir duel keras yang biasa terjadi di kompetisi resmi.

Mantan pelatih Perseru Serui, I Putu Gede juga ikut senang dengan pertandingan antar pemain profesional ini. Dia sendiri ikut bertanding di lapangan.

"Saya terima kasih kepada Pak Yusuf Andre. Ini luar biasa bagi kami. Di masa pandemi dan tidak ada kompetisi. Pemain yang ikut juga bagus untuk perkembangan mereka sekaligus jaga kondisi," kata Putu Gede. 

"Kebetulan fun game ini antara pemain di Malang dengan Surabaya dan sekitarnya. Ini jadi sebuah solidaritas untuk mereka. Dengan begini kan jadi saling komunikasi,” jelas Putu Gede.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Ingin Bentuk Tim Tangguh dari Liga 2

Fun game antar pemain Liga 1 di Stadion Brantas, Kota Batu memunculkan sosok M. Yusuf Andre. Karena dia yang mengumpulkan sekitar 25 pemain profesional dan beberapa mantan pemain.

Penggila bola asal Mojokerto itu ternyata sudah berkecimpung di dunia sepakbola. Dia sempat jadi manajer sekaligus investor tim Liga 3, Persem Mojokerto pada 2018. Saat ini, dia tengah berencana membentuk tim tangguh untuk Liga 2.

"Saya punya rencana untuk membentuk tim Liga 2 di Jawa Timur. Kalau memang oke, ada kemungkinan mengambil pemain dari Liga 1. Tapi saya kan bukan pengurus PSSI. Jadi sambil menunggu keputusan kapan kompetisi jalan, kami serius mempersiapkan," kata Yusuf Andre. 

"Kalau saya sendiri, masih mengikuti anjuran pemerintah saja kapan ada kompetisi. Kalau sekarang dianggap masih berisiko karena pandemi, ya menunggu sampai benar-benar aman dulu,” lanjutnya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer