Sukses


Buka-bukaan Pemain Muda Indonesia Pernah Merumput di Italia Emir Eranoto, Berkah Pandemi COVID-19 dan Menyukai Sepak Bola Taktikal di Eropa

Bola.com, Jakarta - Emir Eranoto, pemain muda Indonesia, merasakan atmosfer berlatih dan berkompetisi di sepak bola Italia bersama klub divisi 6, San Marco Juventina, sejak 2018. Namun, pada 2020 ia terpaksa pulang ke Tanah Air karena pandemi COVID-19 yang cukup memberi dampak besar terhadap Italia.

Meski kemudian tidak melanjutkan karier di Italia lantaran dampak pandemi COVID-19 yang besar, Emir Eranoto tetap mengambil hikmah dari kehadiran wabah penyakit yang dibuat oleh virus corona tersebut.

"Saya justru ada rasa syukur karena pandemi. Dua tahun sebelumnya saya tidak bisa pulang saat Ramadan. Tapi kemudian karena ada pandemi, saya bisa pulang. Bersyukur karena pandemi ini saya bisa beribadah puasa, menjalani sahur, dan idulfitri bersama keluarga. Itu hal yang indah untuk saya," ujar Emir Eranoto dalam perbincangan bersama Amarzukih di channel youtube Amarzukih 21 pada Juli 2020.

Kendati demikian, ketika itu Emir Eranoto juga berharap pandemi COVID-19 pun bisa cepat berakhir lantaran ia ingin kembali bermain sepak bola.

Bicara soal pengalamannya menimba ilmu di Italia, Emir Eranoto mengungkapkan perbedaan yang dirasakannya antara sepak bola Italia dan Indonesia, di mana ia memang sempat menimba ilmu bersama SSB Ricky Yacobi. Ia pun mengaku lebih menyukai permainan yang didapatkannya di Eropa.

"Perbedaannya kalau di Italia itu lebih taktikal, sementara di Indonesia itu lebih fisikal, lebih keras dan butuh kekuatan. Kalau sepak bola Eropa, kita bisa mengambil contoh Barcelona, di mana pemainnya punya postur yang tidak berbeda dengan Indonesia, tapi permainan bola bawahnya begitu cepat, begitu pun dengan Italia," ungkap Emir.

"Kondisi ini yang mebuat saya merasa lebih cocok di Eropa karena saya lebih suka taktikal ketimbang fisikal," lanjut Emir Eranoto.

2 dari 3 halaman

Tidak Melupakan Pendidikan

Ketika tengah menjalani kehidupan sebagai pesepak bola di Italia, Emir Eranoto juga sempat diterima di sebuah perguruan tinggi. Namun, karena harus pulang ke Tanah Air lantaran pandemi COVID-19, rencana itu urung terlaksana.

Emir pun mencari perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, pendidikan menjadi sangat penting meski ia memutuskan untuk menjadi pesepak bola profesional.

"Saya selalu ingin tetap bermain sepak bola. Tapi, saya juga tetap harus mengejar gelar S1. Ibu saya seorang guru, dan pendidikan itu penting. Jadi kalau saya bisa kembali ke Italia, saya berharap selain mendapatkan klub lagi, saya juga bisa mendapatkan kampus. Jadi semua bisa berjalan beriringan," ujarnya.

Pada Desember 2020 lalu, Emir Eranoto, dan dua pemuda Indonesia lainnya, Yoan Saputra Arifin dan Aryandra Senna, mendapatkan kesempatan untuk menjalani trial bersama klub Turki, Antalya Hal Spor, selama delapan bulan.

Sumber: Youtube Amarzukih 21

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer