Sukses


Menakar Penampilan PSM Setelah Gagal di Partai Perebutan Posisi 3 Piala Menpora 2021: Belum Layak Jadi Modal Bersaing di Liga 1

Bola.com, Makassar - PSM Makassar mencatat hasil lumayan positif di perhelatan Piala Menpora 2021. Skuad Juku Eja yang mengandalkan materi lokal dengan durasi persiapan singkat mampu menembus semifinal.

Total dari tujuh laga yang mereka mainkan di ajang ini, tim asuhan Syamsuddin Batola mengoleksi masing-masing satu kali menang dan kalah serta lima imbang di waktu normal.

Jumlah gol ke gawang lawan tim PSM pada ajang ini adalah enam gol serta kebobolan lima gol. Hasil ini membuat pamor PSM sebagai klub yang memiliki tradisi bagus di pentas sepak bola Tanah Air tetap terjaga.

Padahal, sebelum perhelatan Piala Menpora 2021 pamor Juku Eja terusik oleh turunnya sanksi FIFA akibat menunggak gaji pemain asingnya, Giancarlo Rodriques (Brasil).

Belakangan, sanksi itu diperkuat oleh keputusan National Dispute Resolution Chamber (NDRC) atau badan penyelesaian sengketa nasional yang mewajibkan PSM membayar tunggakan gaji seluruh pemainnya senilai Rp 6 M.

Kalau kewajibannya itu tidak dilaksanakan maka PSM tidak boleh mendaftarkan pemain baru pada 3 periode. Dihubungi Bola.com, Minggu (24/4/2021), pengamat sepak bola asal Makassar, Tony Ho yakin manajemen PSM yang disokong Bosowa Grup bisa menyelesaikan masalah ini.

"Bosowa Grup kan perusahan multi nasional. Tentu mereka memiliki dana yang cukup untuk menyelesaikan masalah itu," ujar Tony.

Namun, Tony meminta manajemen PSM menjelaskan secara transparan minimal kepada pemainnya terkait proses atau langkah mereka terkait penyelesaian masalah ini.

Karena sudah bukan rahasia lagi kalau sejumlah pemain pilar PSM yang tampil bagus di Piala Menpora 2021 sudah didekati tim pesaing.

"Sebagai pemain profesional mereka tentu butuh jaminan dari manajemen. Karena ini sangat penting kehidupan mereka dan keluarga," tegas Tony.

 

2 dari 3 halaman

Belum Layak Jadi Modal Bersaing di Liga 1 2021

Meski mengapresiasi hasil yang digapai PSM di Piala Menpora, Tony menilai materi pemain yang dimiliki PSM di Piala Menpora belum layak dijadikan modal untuk bersaing di Liga 1. Di mata Tony, dengan materi ini, PSM bisa berada di papan bawah Liga 1 2021.

Posisi ini jelas tak diinginkan suporter PSM. Apalagi kalau menilik prestasi PSM di era Liga 1. Pada musim 2017, Juku Eja bertengger di peringkat tiga. Setahun kemudian naik ke peringkat dua. Skuad Juku Eja hanya kalah satu poin dari peraih trofi juara Liga 1 2018, Persija Jakarta yang mengoleksi 62 poin.

"Atmosfer kompetisi sangat berbeda dengan turnamen. Kalau PSM selalu memainkan materi yang sama di setiap laga Liga 1, saya prediksi pada pekan keenam atau tujuh sudah ada pemain yang cedera," kata Tony.

Tak seperti peserta Piala Menpora lainnya, PSM menjadi satu-satunya tim yang paling minim melakukan rotasi pada setiap laga yang mereka mainkan di ajang pra musim ini. PSM baru memainkan empat pemain debutan ketika menghadapi PSS Sleman pada laga perebutan posisi tiga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (24/4/2021).

Seperti diketahui pada laga ini, PSM takluk ditangan PSS dengan skor 1-2. Itulah mengapa Tony yakin PSM tetap melakukan perubahan besar-besaran pada materi pemainnya bisa ingin tetap eksis di papan atas Liga 1 2021.

"Kuncinya ada pada dana dan keseriusan manajemen membangun tim," pungkas Tony.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer