Sukses


Sisi Positif Timnas Indonesia Saat Kalah Telak dari Vietnam: Tampil Apik pada 45 Menit Pertama

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia harus mengakui kehebatan Vietnam dalam laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Grup G. Tim besutan Shin Tae-yong dibabat habis empat gol tanpa balas di Stadion Al-Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (8/6/2021).

Keempat gol yang bersarang ke gawang Nadeo Argawinata tercipta pada babak kedua. Masing-masing melalui Nguyen Tien Linh menit ke-51, Nguyen Quang Hai menit ke-62, Nguyen Cong Phuong menit ke-67, dan ditutup oleh gol Vu Vanh Than menit ke-74.

Sebuah hasil yang jauh berbeda bagi Timnas Indonesia, dibandingkan laga sebelumnya yang secara luar biasa mengimbangi Thailand dengan skor 2-2. Secara umum, Evan Dimas dan kawan-kawan hanya mampu bertahan selama 45 menit pertama untuk dapat meladeni permainan Vietnam.

Pelatih Shin Tae-yong membuat sedikit perubahan dalam laga kontra Vietnam. Jika saat melawan Thailand menggunakan skema empat bek, Indonesia memainkan lima bek sekaligus untuk meredam agresivitas Vietnam.

Mereka adalah Asnawi Mangkualam di posisi bek sayap kanan, Pratama Arhan sebagai bek sayap kiri sementara Trio bek tengah ditempati oleh Rachmat Irianto, Rizki Ridho, dan Arif Satria. Komposisi dan skema ini berjalan cukup efektif setidaknya pada babak pertama.

Setidaknya membuat duet striker Vietnam, Nguyen Van Toan dan Nguyen Tien Linh, dibuat main kutu oleh trio benteng pertahanan di depan gawang Nadeo Argawinata. Sedangkan Asnawi Mamgkual mampu membuat pergerakan Nguyen Phong Hong mati kutu. Sementara Arhan bertugas merusak konsentrasi Nguyen Qoang Hai.

Sejumlah upaya penyerangan Vietnam berakhir buntu, di antaranya seperti terkena jebakan offside dan beberapa kali dapat diblok oleh pemain belakang Timnas Indonesia. Termasuk performa menawan Pratama Arhan yang tampil tanpa kompromi menghalau bola hingga membuatnya jatuh bangun.

 

2 dari 3 halaman

Konsentrasi Penuh di Babak Pertama

Keberhasilan Timnas Indonesia menahan imbang Vietnam tanpa gol pada babak pertama tidak terlepas dari tingkat konsentrasi yang dibangun oleh Rizky Ridho dan kolega. Beberapa kali terlihat momen para pemain belakang yang begitu sigap menghalau bola serangan Vietnam.

Komunikasi dan koordinasi cukup baik antara pemain belakang dengan kiper Nadeo. Bahkan pemain dari lini tengah dan depan ikut membantu pertahanan tak ingin membiarkan pemain Vietnam menguasai serangan, khususnya bola-bola silang yang menjadi ciri khas mereka.

Tim Merah-Putih sempat memiliki tingkat konsentrasi yang lebih baik saat melawan Vietnam, dibandingkan ketika bertemu Thailand yang dengan mudahnya mencetak gol cepat, terutama pada awal permainan. Sementara Vietnam dibuat kesulitan untuk memecah kebuntuan karena begitu kuatnya lini pertahanan Timnas Indonesia, meski digempur habis-habisan.

Namun disayangkan, solidnya pertahanan Indonesia hanya mampu bertahan pada babak pertama. Arif Satria dan koleganya, dibuat mati kutu oleh empat pemain Vietnam yang terjadi dalam kurun waktu 24 menit saja.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer