Sukses


Ulasan Performa Lini Tengah Timnas Indonesia Saat Takluk dari Vietnam: Evan Dimas Butuh Pendamping yang Tepat

Bola.com, Makassar - Timnas Indonesia tidak berdaya saat meladeni Vietnam pada matchday ketujuh Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia di Al Maktoum Stadium, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (8/6/2021) dini hari WIB. Skuat Garuda keok dengan skor empat gol tanpa balas.

Pressing ketat yang konsisten diterapkan pemain Vietnam sepanjang pertandingan membuat permainan tim asuhan Shin Tae-yong sulit berkembang. Termasuk lini tengah Timnas Indonesia yang tampil lumayan saat menahan imbang Thailand dengan skor 2-2 pada 3 Juni lalu, di mana pada laga itu, dua gelandang timnas, Kadek Agung dan Evan Dimas jadi pencetak gol penyeimbang.

Ketika dihubungi Bola.com, Selasa (8/6/2021), pelatih asal Malaysia, Raja Isa, menilai sejatinya Timnas Indonesia sudah berusaha keras untuk mengimbangi Vietnam yang kelasnya lebih di atas skuad Garuda.

"Kedua tim sama-sama menerapkan high pressing. Hanya Vietnam lebih konsisten dan terkontrol sehingga membuat pemain Indonesia kehilangan fokus dan konsentrasi," ujar Raja Isa yang kini melatih klub Liga 1 Bangladesh, Muktijoddha Sangsad KC ini.

Dengan cara bermain sama, Vietnam jelas lebih baik karena sudah melakukannya bersama Park Hang-seo sejak pelatih asal Korea Selatan itu memegang kendali taktik dan strategi sejak 2015.

Sedangkan Shin Tae-yong baru datang ke Indonesia pada 2019 dan belum lama menangani Timnas Indonesia senior. "Dulu Park Hang-seo mengalami masa sulit seperti yang dialami Shin Tae-yong saat ini," ujar Raja Isa.

"Malah pada 2016, Park Hang-seo ramai-ramai diminta mundur oleh fans Timnas Vietnam gegara timnya kalah dari klub Liga 2 Korea Selatan dalam laga uji coba. Beruntung Federasi Sepak bola Vietnam tetap mendukungnya. Hasilnya bisa kita lihat sekarang. Jadi tidak usah panik. Beri kesempatan Shin Tae-yong untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," tambah Raja Isa yang mengantongi lisensi pelatih Pro-AFC setelah mengikuti tahapan kursus di Vietnam ini.

 

2 dari 3 halaman

Pendamping yang Pas untuk Evan Dimas

Tidak optimalnya penampilan Timnas Indonesia saat menghadapi Vietnam juga tidak lepas dari keputusan Shin Tae-yong yang tidak memainkan Kadek Agung, Egy Maulana Vikri, dan Witan Sulaiman sejak menit pertama karena kendala recovery.

Hal ini membuat situasi yang dihadapi Timnas Indonesia menjadi sulit karena Vietnam dengan level permainan lebih baik bisa leluasa menekan lawan.

Terus mendapat tekanan membuat penampilan Timnas Indonesia jadi kehilangan arah sehingga kerap kehilangan bola. Apalagi, saat memulai serangan dari belakang, bola lebih banyak diarahkan langsung ke depan.

"Mungkin ini bagian dari taktik Shin Tae-yong untuk menghindari pertarungan di lini tengah. Tapi, tidak berjalan maksimal karena terbaca oleh pemain Vietnam," ungkap Raja Isa.

Selain pressing ketat yang dilakukan Vietnam, Raja Isa menilai Timnas Indonesia butuh pendamping yang pas buat Evan Dimas di lini tengah.

"Evan Dimas itu cukup baik saat memegang bola. Masalahnya, kelebihan Evan tak bisa optimal karena tidak punya pendamping yang pas," lanjutnya.

Dengan rencana kembali bergulirnya Liga 1, Shin Tae-yong bisa punya waktu untuk melihat potensi pemain lain, khususnya di lini tengah.

"Shin Tae-yong tentu sudah punya kerangka tim yang dipersiapkan menghadapi event berikutnya, seperti Sea Games dan Piala AFF 2021. Tinggal mengamati penampilan pemain sesuai kebutuhan timnya," papar Raja Isa.

Raja Isa menunjuk satu nama gelandang yang bisa dicoba untuk mendampingi Evan Dimas, yakni Zulfiandi (Madura United). Sebelum era Shin Tae-yong, gelandang berdarah Aceh itu selalu menjadi skuad Garuda setelah membawa Timnas U-19 meraih trofi juara Piala AFF U-19 pada 2013. "Postur dan teknik Zulfiandi terbilang bagus untuk posisi gelandang jangkar," pungkas Raja Isa.

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer