Sukses


Pelatih Persela Lamongan Sentil Kekalahan Telak Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Bola.com, Lamongan - Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan, menyentil kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Hal tersebut diutarakan Iwan saat memberikan evaluasi kepada anak asuhnya.

Anak asuh Shin Tae-yong itu tampil mengejutkan ketika mampu bermain imbang 2-2 kontra Thailand, meskipun sempat tertingga dua kali. Namun, dalam dua laga terakhir, Timnas Indonesia dihancurkan Vietnam (0-4) dan Uni Emirat Arab (0-5).

Kekalahan dengan skor mencolok itu semakin memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan Timnas Garuda. Dari delapan laga, mereka harus memungut bola dari gawangnya hingga 27 kali. Itu artinya gawang Indonesia dibobol lebih dari tiga kali per laga oleh lawan.

Rentetan hasil minor tersebut membuat Timnas Indonesia menyudahi kualifikasi Piala Dunia 2022 di posisi juru kunci Grup G. Evan Dimas dkk. hanya mendulang satu angka dari delapan pertandingan yang dimainkan.

Iwan Setiawan menyoroti rapuhnya lini pertahanan Timnas Indonesia, yang juga terjadi di Persela Lamongan. Namun, dia tak begitu kaget akan hal tersebut.

"Sebenarnya kalau permasalahan-permasalahan mereka (pertahanan Persela), saya lihat itu umum juga dilakukan pemain-pemain Indonesia. Jadi jangan heran kita bisa kalah sampai 0-4 dari Vietnam," ujarnya.

"Karena memang lemah sekali dalam melakukan organisasi pertahanan. Bagaimana kerjasama antarindividu dan antar lini di Timnas Indonesia masih bingung," lanjut pelatih asal Medan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Fokus Benahi Pertahanan

Mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Persela untuk menghadapi kompetisi musim depan. Salah satu yang jadi fokus perhatiannya adalah cara bertahan anak asuhnya.

Melakukan organisasi pertahanan tak hanya menjadi tugas pemain belakang atau kiper saja. Perlu kesadaran dari seluruh pemain untuk bisa menggalang pertahanan dengan baik.

Klub-klub di Indonesia kerap menggunakan sistem man to man marking ketimbang zonal marking, sehingga sangat mudah bagi lawan menarik pemain dari posnya.

"Kami mulai mengatur latihan defending, tapi memang harus diawali dari group defending baru meningkat ke team defending," jelas Iwan.

Meski begitu, pelatih berusia 62 tahun itu bakal mencoba segala hal yang dia bisa untuk mengatasi masalah tersebut. Untuk itu, dirinya menuntut semua pemain agar mau bekerja lebih keras dalam sisa waktu yang ada.

"Itu problemnya tetapi dengan waktu yang ada akan kami coba perbaiki, semoga ke depan semakin bagus," tandasnya. (Wahyu Pratama)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Video Populer

Foto Populer